Categories: Nasional

Buntut Pernyataan Sharma, Hubungan India dengan Negara Arab Terancam

NEW DELHI (RIAUPOS.CO) –  ”Kami telah menyingkirkan produk-produk India.” Tulisan berbahasa Arab tersebut dipasang di salah satu supermarket di dekat Kuwait City, Kuwait. Ia bukan satu-satunya. Banyak toko di Kuwait dan negara-negara Arab lainnya yang melakukan hal serupa.

Itu adalah bentuk protes atas pernyataan Nupur Sharma yang dinilai telah menghina Nabi Muhammad, Aisyah, dan beberapa ajaran Islam. Gara-gara Sharma, hubungan India dengan negara-negara Arab terancam.

Satu per satu negara maupun organisasi melayangkan nota protes dan kecaman. Mulai dari Qatar, Iran, Kuwait, Pakistan, Afghanistan, Bahrain, hingga yang terbaru Arab Saudi. Al-Azhar University dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) juga mengecam pernyataan Sharma. Duta besar India di negara-negara tersebut dipanggil untuk menjelaskan situasi dan menyatakan keberatannya.

”Membiarkan pernyataan Islamofobia seperti itu berlanjut tanpa hukuman merupakan bahaya besar bagi perlindungan HAM dan dapat menyebabkan prasangka serta marginalisasi lebih lanjut yang akan menciptakan siklus kekerasan dan kebencian,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Qatar seperti dikutip BBC.

Gejolak di negara-negara Arab tersebut muncul bersamaan dengan kunjungan kenegaraan Wakil Presiden India Venkaiah Naidu. Padahal, kunjungan tersebut salah satunya untuk menggenjot hubungan ekonomi dua negara.

Kecaman datang bertubi-tubi karena Sharma memang bukan orang biasa. Saat membuat pernyataan tersebut di sebuah acara debat televisi pada 27 Mei, statusnya adalah juru bicara Bharatiya Janata Party (BJP). Acara tersebut disiarkan oleh salah satu stasiun televisi lokal Times Now. Pascapenayangan acara itu, banyak pihak yang melayangkan protes. Baik di dalam maupun luar negeri. Sharma pun dicopot dari jabatannya dan keanggotaan BJP-nya ditangguhkan.

Duta Besar India di Qatar Deepak Mittal sudah menegaskan bahwa pernyataan tersebut dibuat oleh oknum saja. Hal itu tidak merepresentasikan pandangan pemerintah India. Sehari sebelumnya, pemerintah India menyatakan hal serupa. Sharma juga sudah meminta maaf secara terbuka. Namun, kecaman untuknya belum mereda.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

22 jam ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

23 jam ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

1 hari ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

1 hari ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

1 hari ago

Persidangan Korupsi Kuansing Ungkap Mantan Kabag Umum Punya Rekening Rp2,9 Miliar

Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…

2 hari ago