Categories: Nasional

Mira Lesmana dan Riri Riza: SDM Sineas film Masih Belum Ideal

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Perkembangan industri film tanah air saat ini semakin bergeliat. Setiap bulan pasti ada produksi film-film Indonesia yang tayang di bioskop sejajar dengan luar negeri. Keinginan tersebut berasal dari ketulusan hati duet sineas kebanggaan tanah air, Produser Mira Lesmana dan Sutradara Riri Riza.

Mereka berdua sudah bekerja sama sejak pada 1994, yang saat itu kebebasan berekspresi masih terbatas. Namun keduanya mampu menembus zaman dan menjadi pelopor film-film nasional yang kini semakin berkembang.

“Sejak tahun 1994 kami punya kesamaan. Kami ingin film Indonesia ada di bioskop berdampingan dengan layar Hollywood. Dulu kan enggak ada ya,” tutur mereka dalam diskusi di acara IdeaFest, Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, baru-baru ini.

Mereka berdua memang punya kecocokan dalam bekerja sama sudah lebih dari 20 tahun. Meski terdapat perbedaan-perbedaan dalam pola pikir, namun hal itu menjadi tantangan dan bahan diskusi.

“Kami berdua punya banyak idola di dunia film yang sama. Dalam konteks sejarahnya dan budayanya. Kerja sama terus ya karena cocok, banyak persamaan dan perbedaan, justru jadi lebih menarik. Dibahas atau didiskusikan,” kata Mira Lesmana dan Riri Riza.

Bicara harapan anak muda yang ingin terjun ke dunia film, Riri Riza saat ini menilai era digital membuat semua peluang mudah terbuka. Dengan adanya platform digital mendorong bibit muda lebih mudah untuk membuat karya film pendek, series, animasi, atau dokumenter. Menurut Riri Riza, film adalah tempat anak muda untuk berekspresi.

“Justru sangat besar kemungkinan, kita bicara film sekarang sangat terbuka. Medium digital platform itu adalah kemungkinan baru. Film juga secara bentuk sudah luas sekarang,” katanya.

Sayangnya, Mira Lesmana menilai saat ini jumlah SDM sineas film tanah air masih belum ideal. Jumlahnya masih kurang untuk memproduksi banyak film berkualitas.

“Namun, di sisi yang lain ketika semua permodalan siap, dan banyak orang telah siap untuk membantu, sekarang persoalannya manusianya kurang. Beds dengan Korea, mereka tumbuh beriringan antara sekolah film dengan modal sehingga sudah siap dengan SDM,” jelas Mira Lesmana.

Saat ini, kata dia, sejumlah investor mengatakan ingin mencari cerita baik agar bisa diinvestasi. Sementara penulis skenario terbaik di Indoneisa mungkin hanya 10-20 orang.

“Padahal investor siap untuk mendanai 50 cerita. Jadi kita mesti dua kali lipat, lebih baik lagi 3 kali lipat jumlah SDM-nya,” tuturnya.

Namun di sisi yang sama, anak muda yang masih tanggung yang punya tekad kuat fokus di industri film sering tak percaya diri karena belum punya jam terbang, dan mau memulai juga bingung. Dengan adanya digital platform akan memunculkan bibit-bibit SDM tersebut di masa depan.

“Platform membuka harapan anak muda untuk memperlihatkan kebolehan mereka, bisa upload sendiri. Terdengar kok kalau hebat itu pasti akan ada yang melirik,” tegas Mira Lesmana.

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Kasus Suap Jabatan Kuansing Naik ke Penuntutan, Dua Tersangka Segera Disidang

KPK menyerahkan Zulkarnain dan Ardiles ke jaksa dalam kasus suap jabatan Kuansing. Penyidikan masih dikembangkan…

2 hari ago

Dihadiri 5.133 Mahasiswa Baru, PBAK UIN Suska Riau Tekankan Kepemimpinan Muda

Sebanyak 5.133 mahasiswa baru UIN Suska Riau mengikuti PBAK 2026 dengan pembekalan kepemimpinan, karakter, integritas…

2 hari ago

Bakar Ranting Pakai Mancis, Warga Kampar Jadi Tersangka Karhutla 15 Hektare

Polsek Tambang menetapkan NU sebagai tersangka karhutla 15 hektare di Rimbo Panjang setelah penyidik menemukan…

2 hari ago

Pengendara Wajib Tahu! Akses Masuk Tol Pekanbaru-Dumai Resmi Berubah

Akses masuk Tol Pekanbaru-Dumai dialihkan ke Pintu Tol Bypass Pekanbaru mulai 28 Agustus 2026 karena…

2 hari ago

Bukan Sekadar Lomba, Pacu Sampan 17 Agustus di Sungai Apit Punya Cerita Sendiri

Pacu sampan Sungai Apit menjadi tradisi kemerdekaan yang menyatukan warga, menggerakkan UMKM, dan terus dijaga…

3 hari ago

Pemerintah Buka Peluang PPPK Guru Jadi ASN, Rohil Masih Tunggu Regulasi

Peluang PPPK guru menjadi ASN mendapat respons BKPSDM Rohil. Pemkab masih menunggu regulasi resmi sebelum…

3 hari ago