Categories: Nasional

Tidak Berkembang, BUMD Tidak Dapat Suntikan Dana

BATAM (RIAUPOS.CO) — PT Pembangunan Batam sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Batam kembali tidak mendapat suntikan anggaran di tahun ini. Komisi II DPRD Kota Batam menilai bisnis inti BUMD selama ini tidak berkembang. Padahal seharusnya BUMD Batam hadir untuk menjadi garda terdepan terkait kebutuhan yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

"Tahun ini kosong, alasan kami memang BUMD memang tidak berkembang. Kami sepakat dikosongkan," ujar anggota Komisi II  DPRD Batam, Muhammad Syafei, Jumat (3/1/2020).Selain itu, ia melihat bisnis yang dijalankan BUMD Kota Batam saat ini  tidak jalan dan monoton di satu bisnis saja. Kehadirannya pun juga tidak dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Batam.  

"Waktu RDP dengan BUMD kemarin bisnisnya masih seputar gas dan belum kita prioritaskan karena memang tidak prospek. Kepengurusan pun juga belum lengkap," tuturnya. Disinggung mengenai kepengurusan baru, apa yang akan dikerjakan direksi baru jika tidak mendapat anggaran, Syafei  menjawab, DPRD akan melihat visi misi direktur baru terlebih dahulu. Bisnis apa yang dikerjakan dan prospek bisnis,  termasuk apakah itu menyangkut hajat hidup orang banyak. 

“Ya kita lihat dulu prospek-nya. Yang jelas di APBD murni 2020  tak ada dianggarkan. Kalau memang itu prospek, nanti di APBD perubahan (dianggarkan),” tambah Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Ketua Komisi II DPRD Batam Edward Brando menilai bisnis inti dari BUMD selama ini tidak jelas. "Harus kita akui, ini  kesalahan kita, core bisnis BUMD tidak jelas. Ke depan Pemko maupun DPRD Batam harus tentukan core bisnis BUMD," sebut  Edward. Ia menilai, sejatinya semua pihak berharap perusahaan plat merah harus hadir di tengah persoalan masyarakat.  

Termasuk membantu melakukan intervensi pasar. Selama ini, kata dia, peran itu tidak cukup dilakukan oleh BUMD Batam. "Tak bisa sepenuhnya disalahkan kepada direksi BUMD. Pemko Batam maupun DPRD tidak menetapkan core bisnis yang jelas.  Ini kesalahan bersama," imbuhnya. 

Edward berharap ke depan persoalan yang menyangkut hajat hidup orang banyak menjadi  bagian utama untuk dilakukan BUMD. Termasuk pangan, maupun persoalan lain seperti air. "Plat merah tidak 100 persen tujuannya profit, tapi public service. BUMD juga urus pangan," ucapnya. (rng/jpg)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Kampung Terendam Kini Punya Wajah Baru, Resmi Jadi Kampung Tangguh Antinarkoba

Kampung Terendam di Pekanbaru resmi menjadi Kampung Tangguh Antinarkoba sebagai simbol perang melawan peredaran narkotika.

7 jam ago

Perjuangan Daerah Istimewa Riau Belum Padam, 130 Organisasi di Riau Tetap Solid Mendukung

Perjuangan Daerah Istimewa Riau terus berlanjut setahun setelah deklarasi bersama, dengan dukungan ratusan organisasi masyarakat.

7 jam ago

Sambut Event Bakar Tongkang, Rohil Hadirkan Aplikasi Pintar untuk Wisatawan

Rohil siapkan aplikasi digital terintegrasi untuk memudahkan wisatawan saat menghadiri perhelatan budaya Bakar Tongkang.

7 jam ago

Berdiri di Tanah Pemko, Satpol PP Pekanbaru Bongkar Warung dan Pagar Beton di Rumbai

Pemko Pekanbaru membongkar bangunan liar di aset pemerintah kawasan Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, menggunakan alat…

1 hari ago

Penggerebekan Narkoba di Rohil Berujung Pembakaran Gudang, Warga Sudah Lama Resah

Polda Riau mengungkap dugaan peredaran sabu di Rantau Kopar, Rohil. Seorang pria diamankan, lokasi penggerebekan…

1 hari ago

Daftar Calon Rektor Unri, Mexsasai Indra Usung Visi Kampus Berdaya Saing Global

Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…

2 hari ago