Categories: Kepulauan Meranti

Anggaran Bergeser, Belasan Ruas Jalan Meranti Diprioritaskan 2026

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO)Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mulai mematangkan rencana belasan kegiatan peningkatan dan rekonstruksi jalan untuk tahun anggaran 2026, setelah proses pergeseran anggaran dinyatakan rampung.

Langkah tersebut dilakukan meskipun keterbatasan kemampuan keuangan daerah berdampak pada tidak seluruh usulan pembangunan jalan dapat direalisasikan tahun ini. Sejumlah kegiatan pun terpaksa ditunda dan akan kembali diusulkan pada anggaran berikutnya.

Kepala DPUPR Kepulauan Meranti, Rahmad Kurnia menjelaskan, pergeseran anggaran berdampak langsung pada penyesuaian skala prioritas pembangunan infrastruktur jalan, baik di wilayah desa, kecamatan, hingga kawasan perkotaan.

“Pergeseran anggaran 2026 memaksa kami melakukan penajaman prioritas. Prinsipnya, jalan yang mendukung mobilitas utama masyarakat, akses ekonomi, serta konektivitas antarwilayah tetap menjadi fokus, meskipun beberapa rencana harus ditunda,” ujar Rahmad Kurnia kepada RIAUPOS.CO, Jumat (30/1/2026).

Berdasarkan data DPUPR, untuk kategori usulan pembangunan jalan baru tahun 2026 terdapat sejumlah ruas yang masuk prioritas. Di antaranya Jalan Banda Raya Desa Tebun, Jalan Pinang Desa Tanjung Peranap Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Jalan Pelabuhan Dusun II Desa Penyagun, Jalan Parit Masjid Desa Dwi Tunggal, serta pelantar Jalan Belibis Desa Alahair.

Namun demikian, Rahmad mengakui pembangunan Jalan Banda Raya Desa Tebun terpaksa ditunda akibat keterbatasan fiskal pascapergeseran anggaran.

“Kami tidak ingin memaksakan pekerjaan jika anggaran tidak mencukupi. Ini bagian dari kehati-hatian agar kualitas pembangunan tetap terjaga,” tegasnya.

Sementara pada program rekonstruksi dan peningkatan jalan, DPUPR Kepulauan Meranti mengusulkan sebanyak 17 ruas strategis. Di antaranya Jalan Lingkar Topang, Jalan Sungai Tohor–Tanjung Sari, Jalan Lestari–Ladang Kecil Palapa Desa Telesung, Jalan Utama Parit Gantung Desa Kedaburapat, Jalan Pangaran Kelurahan Selatpanjang Kota, hingga Jalan Semukut–Kuala Merbau yang direncanakan melalui skema Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit 2026.

Kendati demikian, sejumlah ruas penting kembali terdampak penundaan. Antara lain Jalan Bihun Kelurahan Selatpanjang Selatan, Jalan Kalifah Umar Selatpanjang Timur, Jalan Ibu Kota Kecamatan Merbau, Jalan Pelajar (SMA 3) Desa Banglas, Jalan Kecamatan Tebing Tinggi (Perkantoran), serta Jalan Desa Tanah Merah yang belum dapat dikerjakan tahun ini.

Rahmad menegaskan, kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi daerah kepulauan seperti Meranti yang sangat bergantung pada infrastruktur jalan sebagai penggerak aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

“Kami berharap masyarakat dapat memahami kondisi keuangan daerah saat ini. DPUPR tetap berkomitmen agar ruas-ruas yang ditunda tidak hilang dari perencanaan dan bisa diakomodasi pada anggaran berikutnya,” katanya.

Selain itu, DPUPR juga terus mendorong sinkronisasi dengan sumber pendanaan lain, termasuk dana bagi hasil serta dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat, guna mengurangi backlog infrastruktur jalan di Kepulauan Meranti secara bertahap.

“Pembangunan jalan ini bukan sekadar proyek, tetapi kebutuhan dasar masyarakat kepulauan. Karena itu, kami akan terus memperjuangkannya,” tutup Rahmad. (wir)

Redaksi

Recent Posts

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

11 jam ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

15 jam ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

16 jam ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

16 jam ago

Alasan Ketua Fraksi Golkar DPRD Riau Mundur, Nalladia Ayu Rokan Diganti Imustiar

nalladia ayu rokan, ketua fraksi golkar dprd riau mundur dari jabatannya dan digantikan imustiar sebagai…

1 hari ago

Ribuan Pil Ekstasi Berbagai Merek Disimpan dalam Lemari Rumah, Perempuan 27 Tahun Ditangkap di Pekanbaru, Pemasok Diburu

ribuan pil ekstasi ditangkap di pekanbaru, 1.226 butir esktasi berbagai merek disimpan dalam lemari rumah,…

1 hari ago