Categories: Nasional

Bursa Calon Kapolri Panas, Jangan Ganggu Kinerja

(RIAUPOS.CO) – Persaingan internal Polri untuk menjadi pucuk pimpinan dinilai bisa berdampak pada kinerja korps Bhayangkara. Persaingan itu bisa membuat kinerja proses penegakan hukum menjadi lebih lambat. Padahal, dalam kondisi buruknya perekonomian, dibutuhkan penegakan hukum yang lebih responsif.

Pengamat Kepolisian Bambang Rukminto menjelaskan, mengurusi perekonomian itu memang bukan tugas Polri, tapi ekonomi yang baik itu dampak dari keamanan dan ketertiban yang terjaga.

“Yang penting menjaga ketertiban umum,” tuturnya.

Problemnya yang terjadi saat ini Polri kerap masuk ranah lain. Yang tidak menutup kemungkinan untuk terjadi konflik kepentingan.

“Ya kalau soal ekonomi sedang buruk, harusnya Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) digerakkan untuk mendeteksi kejahatan ekonomi ,” tuturnya.

Ke depan tentunya membutuhkan Kapolri yang paham dalam penegakan hukum kejahatan eko­nomi. Namun begitu, bila terus membicarakan calon Kapolri justru membuat Polri tidak fokus bekerja.

“Misalnya soal kasus hoax rush money, tindakan memang sudah bagus. Tapi, akan jauh lebih baik bila lebih cepat,” urainya.

Idealnya, kasus yang potensial berdampak secara ekonomi itu bisa dicegah. Bila hoax muncul, seharusnya bisa dideteksi dini sebelum berdampak besar. “Seperti penarikan uang di Bank Bukopin, harusnya sebelum itu,” urainya.

Walau begitu, memang kasus kriminal itu bisa secara tiba-tiba muncul. Tapi, dalam kondisi pandemik ini semua harus lebih fokus. “Kondisi ini bisa saja masih sangat panjang,” paparnya.

Lagi pula, yang juga muncul justru ketidaksinkronan antara pimpinan di Polri dimana Kapolri menyebut bahwa bantuan beras bukan merupakan programnya. Seharusnya, Kapolri lebih tegas kepada anak buahnya.

“Dulu di awal pandemik juga ada anak buahnya yang hadir dalam acara pernikahan. Padahal sudah ada maklumat Kapolri,” tegasnya.

Bila ingin membantu masya­rakat, Polri memiliki caranya sendiri. dengan melakukan pengawasan yang memastikan bantuan diterima ke masyarakat kecil. “Masih banyak kementerian lain yang bisa melakukan itu,” jelasnya.

Dia memperingatkan bahwa bantuan beras dari Polri itu bisa menjadi titik rawan ke depan. Bisa jadi potensi masalah hukum di suatu hari. “Karena itu lebih baik menarik diri dari hal semacam itu,” urainya.

Sebelumnya, Kapolri sempat memberikan sambutan dalam HUT Polri ke-74. Sambutan itu cukup membuat terkejut karena mengungkit soal persaingan jadi pimpinan Polri sekaligus program bantuan beras.(idr/jpg)

Laporan JPG, Jakarta

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Menginap di Kamar Deluxe Cuma Rp455 Ribu, Hotel Mutiara Merdeka Hadirkan Paket “Koper”

Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru menghadirkan promo bulanan bertajuk Paket "Koper" dengan tarif Rp455 ribu per…

2 hari ago

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Mahasiswa Pascasarjana UNRI Dampingi Guru MTsN 1 Kampar Kembangkan AI

Mahasiswa Magister Pendidikan Matematika FKIP UNRI mendampingi 45 guru MTsN 1 Kampar dalam memanfaatkan ChatGPT…

2 hari ago

Sekda Inhu Zulfahmi Adrian Koordinasi dengan BKN Atasi Polemik SK 247 Kepala Sekolah

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu belum menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan bagi 247 kepala sekolah yang…

2 hari ago

Satu Tim dengan Sang Putra, Kebahagiaan Coach Suryo Dampingi Debut Alif di Firstman

Kepala pelatih MAN 1 Pekanbaru Suryo Pranoto merasakan kebahagiaan tersendiri saat mendampingi putra kandungnya, Muhammad…

2 hari ago

WNA Asal India Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Hotel Jalan Hang Tuah Duri

Seorang WNA asal India berinisial SR (61) ditemukan tidak bernyawa di kamar hotel kawasan Jalan…

3 hari ago

Polda Riau Libatkan Bhabinkamtibmas dalam Program Rehabilitasi Mangrove M4CR

Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Riau Kombes Pol Eko Budhi Purwono memperkuat komitmen menjaga ekosistem pesisir…

3 hari ago