pasukan-katak-tni-al-bantu-evakuasi-679-abk-mv-westerdam
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Komando Pasukan Katak atau Kopaska TNI Angkatan Laut (TNI AL) membantu proses evakuasi warga negara Indonesia (WNI) anak buah kapal (ABK) yang bekerja di kapal pesiar MV Westerdam.
Proses evakuasi ABK terdampak pandemi Covid-19 itu berlangsung di tengah laut Jakarta yang berjarak 2 sampai 3 mil dari dermaga Tanjung Priok, Jakarta Utara, kemarin.
Komandan Polisi Militer Lantamal III Jakarta, Kolonel Laut (PM) Firdaus Agus Cahyadie mengatakan, Polisi Militer TNI AL berhasil mengevaluasi seluruh ABK MV Westerdam. Evakuasi 679 orang ABK itu sesuai protokol kesehatan.
Lebih lanjut, Kolonel Firdaus mengatakan Pom Lantamal III tergabung dalam Satgas Covid 19 wilayah Jakarta Utara juga melakukan pengamanan dalam rangka menyambut repatriasi ABK di dermaga pelabuhan JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta.
"Proses evakuasi dilakukan sejak pukul 08.00 WIB. Pada kloter pertama, tim POM TNI AL melaksanakan pemeriksaan Covid-19, semua barang bawaan seperti koper-koper milik ABK WNI diperiksa dengan menggunakan alat X-ray dan disemprot dengan disinfektan," kata Kolonel Laut (PM) Firdaus Agus Cahyadie.
Selanjutnya mereka diberangkatkan ke Hotel Grand Mercure Jakarta Kemayoran untuk menjalani isolasi mandiri selama tujuh hari. Selanjutnya, akan dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing. "Apabila ada yang positif Covid-19 maka akan dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran Jakarta," kata Firdaus.
Sumber: JPNN.Com
Editor: Rinaldi
Atlet difabel asal Rokan Hulu, Niken, sukses meraih empat medali di ASEAN Para Games 2025…
Pemkab Inhu lakukan tes urine terhadap 29 anggota Satpol PP sebagai langkah deteksi dini narkoba…
Enam pelaku pencurian dengan kekerasan di Jalan Lingkar Pasirpengaraian ditangkap polisi. Aksi mereka sempat meresahkan…
Oknum anggota DPRD Pelalawan jalani pemeriksaan usai ditetapkan tersangka kasus dugaan penggunaan ijazah milik orang…
Dua warga Alam Panjang, Kampar, diamankan usai kepergok mencuri 54 tandan sawit. Pelaku diserahkan warga…
DPUPR Meranti menyusun prioritas peningkatan dan rekonstruksi jalan 2026 pascapergeseran anggaran, sejumlah ruas terpaksa ditunda.