Categories: Ekonomi Bisnis

“Perang” Cina vs AS Berlanjut, Trump Larang Maskapai Cina Beroperasi di AS

WASHINGTON (RIAUPOS.CO) – Di tengah demo rusuh yang dan pandemi corona (Covid-19) yang terus meluas di negaranya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat keputusan yang memanaskan hubungannya dengan Cina.

Trump memerintahkan penangguhan operasional seluruh maskapai penerbangan Cina di AS pada Rabu (3/6/2020). Langkah itu dilakukan Washington setelah Beijing menghentikan izin operasional sejumlah maskapai AS di Cina seperti United Airlines dan Delta Air Lines.

United Airlines dan Delta Air Lines mengajukan aplikasi izin penerbangan pada awal Mei untuk melanjutkan operasional. Namun, Departemen Transportasi AS (DOT) menuturkan kedua maskapai itu tak kunjung menerima izin dari Otoritas Penerbangan Sipil Cina (CAAC).

"Maskapai penerbangan AS telah meminta izin untuk memulai kembali layanan penumpang mulai 1 Juni. Kegagalan pemerintah Cina untuk menyetujui permintaan perusahaan merupakan pelanggaran terhadap Perjanjian Transportasi Udara kedua belah pihak," ucap DOT melalui pernyataannya.

Penangguhan ini berlaku untuk tujuh maskapai penerbangan Cina, meski selama ini hanya empat perusahaan yang membuka layanan penerbangan ke kota-kota di AS. DOT menuturkan maskapai-maskapai itu termasuk Air China dan China Eastern Airlines.

Dilansir AFP, DOT mengatakan penangguhan itu berlaku mulai 16 Juni namun bisa dipercepat jika Trump memerintahkannya. CAAC sebelumnya telah memutuskan batas penerbangan bagi maskapai asing berdasarkan aktivitas perusahaan pada 12 Maret.

Namun, maskpai AS telah menangguhkan seluruh penerbangan sebelum 12 Maret karena pandemi virus corona. Hal itu menjadikan penilaian CAAC terhadap operasional penerbangan AS di Cina nihil.

"Tanggal dasar sewenang-wenang ini secara efektif menghalangi operator penerbangan AS memulihkan kembali penerbangan penumpang yang dijadwalkan dari dan menuju Cina," ucap DOT.

Departemen itu mengatakan ada indikasi maskapai Cina memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan keunggulan mereka atas maskapai AS.

"Tujuan utama kami bukan untuk mempertahankan situasi seperti ini, tetapi lebih kepada perbaikan lingkungan di mana maskapai kedua belah pihak bisa memaksimalkan hak-hak mereka," ujar DOT.

Sekitar awal Januari 2020 sebelum pandemi corona menyebar luas, maskapai AS dan Cina mengoperasikan sekitar 325 penerbangan mingguan antara kedua negara.

Penangguhan operasional maskapai kedua negara ini semakin memantik perselisihan antara Cina dan AS yang memanas akibat pandemi virus corona, isu Taiwan, dan kerusuhan di Hongkong. 

Sumber: AFP/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun
 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Dibuntuti dari Pekanbaru, Komplotan Jambret Gelang Emas Rp33 Juta Diringkus Polres Siak

Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Siak meringkus dua dari empat pelaku jambret asal Pekanbaru yang…

1 hari ago

Tembus 2.976 Kasus Malaria dan 1.227 DBD, Pemkab Rohil Galakkan Gerakan Kamis Bersih

Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir mencatat lonjakan kasus DBD dan malaria hingga September 2026, serta…

1 hari ago

Health Talk BRK Syariah dan KPJ Malaysia: Kenali Gejala Awal dan Penanganan Batu Empedu

KPJ Healthcare Malaysia dan BRK Syariah menggelar health talk di Pekanbaru untuk mengedukasi masyarakat mengenai…

2 hari ago

BKPSDM Rohil Tunjuk Plt untuk Disdikbud, Dinkes, dan Diskominfotiks

BKPSDM Kabupaten Rokan Hilir menyerahkan SK Pelaksana Tugas (Plt) untuk mengisi kekosongan posisi pimpinan di…

2 hari ago

Tim SAR Temukan Korban Kedua Bencana Galodo Solok, Operasi Pencarian Resmi Ditutup

Satu korban hilang akibat galodo Solok ditemukan meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026). Total korban jiwa…

3 hari ago

Bareskrim Polri dan Bea Cukai Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 28,3 Kg Sabu Malaysia

Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Bengkalis menggagalkan penyelundupan 28,3 kg sabu jaringan internasional dan menangkap…

5 hari ago