Categories: Nasional

Dukung Ekosistem Ekonomi Digital

(RIAUPOS.CO) – Penanganan Covid dan pemulihan ekonomi nasional yang dilakukan pemerintah mulai membuahkan hasil baik seiring program vaksinasi, 3T dan 3M. Di sisi ekonomi, upaya memulihkan ekonomi yang terus dilakukan pemerintah juga menguatkan optimisme usai berhasil menahan kontraksi ekonomi lebih dalam dengan mendorong konsumsi domestik yang otomatis mendorong produsen untuk berproduksi.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto pada  acara Seminar Tahunan Standard Chartered Wealth on Wealth (WOW) 2021, Rabu (3/3). “Pandemi Covid-19 juga merupakan momentum dalam mengakselerasi ekonomi melalui transformasi digital. Pemerintah juga akan terus mendukung ekosistem ekonomi digital melalui penyiapan infrastruktur, regulasi, SDM, dan penguatan UMKM,” kata Menko Airlangga dalam rilis, Kamis (4/3).

Airlangga mengatakan ekspor  mulai meningkat terdorong oleh kenaikan harga komoditas utama seperti batu bara dan sawit. Sentimen positif investor asing mendorong aliran modal masuk kembali ke Indonesia sehingga IHSG dan nilai tukar rupiah perlahan menguat dan kembali ke level pra-covid.

Untuk mendukung perekonomian Indonesia yang diyakini akan rebound tahun ini pada kisaran 4,5 hingga 5,3 persen, Pemerintah telah menyiapkan beberapa “game changer”. Pertama, pemerintah fokus terhadap program vaksinasi untuk mempercepat pemulihan kesehatan dan menciptakan herd imunity.

Kedua, pemerintah akan melanjutkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2021 dengan anggaran mencapai Rp699,4 triliun atau naik 21 persen dari realisasi PEN 2020. Ketiga, reformasi struktural melalui UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. UU Cipta Kerja yang diharapkan menjadi terobosan reformasi di bidang investasi dan perdagangan untuk mendorong penciptaan lapangan kerja.

Selain itu, pemerintah juga telah membentuk Indonesia Investment Authority (INA) sebagai alternatif pembiayaan untuk mendorong pembangunan infrastruktur yang saat ini, semua instrumen sudah lengkap baik modal awal, regulasi serta dewan pengawas dan direksi.

Pemerintah Indonesia telah berkonsultasi dengan lebih dari 50 perusahaan dan calon mitra strategis. Tahun 2020, sudah dialokasikan modal awal sebesar Rp15 triliun dan tahun 2021 berupa PMN non tunai sebesar Rp60 triliun. INA akan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2021.

“Berbagai upaya dan strategi yang telah dilakukan pemerintah tentunya akan berhasil jika mendapat dukungan dan sinergi dari berbagai pihak. Saya yakin kita dapat melalui tahun 2021 ini dengan optimisme yang kuat agar dapat mendukung pemulihan ekonomi ke depan,” ujar Airlangga dalam keterangan resmi yang diterima dari Kepala Biro Komunikasi, Layananan Informasi, dan Persidangan Kemenko Bidang Perekonomian Haryo Limanseto.(ifr)

Laporan EKA GUSMADI PUTRA, Pekanbaru

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

OJK Bebaskan UMKM dari Agunan Pembiayaan hingga Rp100 Juta

OJK membebaskan UMKM dari kewajiban agunan pembiayaan modal kerja hingga Rp100 juta melalui aturan baru…

16 jam ago

Pelayanan Publik Kuansing Raih Nilai A dalam Evaluasi Nasional

Pelayanan publik Pemkab Kuansing meraih nilai 4,47 dengan kategori A dalam evaluasi nasional PEKPPP 2025…

17 jam ago

Ratusan Batang Kayu Ilegal Disita, Dua Terduga Pelaku Diamankan

Polisi menangkap dua terduga pelaku ilegal logging di Langgam, Pelalawan, serta menyita ratusan batang kayu…

17 jam ago

Hari Ketiga Pencarian, Bocah Tenggelam di Sungai Ngaso Ditemukan Meninggal

Bocah 8 tahun yang hanyut di Sungai Ngaso, Rohul, akhirnya ditemukan meninggal dunia pada hari…

17 jam ago

Propemperda 2026, DPRD Pekanbaru Bahas 17 Ranperda

DPRD Pekanbaru menetapkan 17 Ranperda dalam Propemperda 2026, terdiri dari usulan DPRD dan Pemko untuk…

18 jam ago

Urai Kemacetan, Traffic Light Simpang Paus–Nangka Resmi Difungsikan

Pemko Pekanbaru mulai mengoperasikan traffic light di Simpang Jalan Paus–Tuanku Tambusai untuk mengurai kemacetan dan…

19 jam ago