Presiden AS, Donald Trump, tolak hadir dalam proses dengar pendapat pemakzulan dirinya yang digelar pada Rabu (4/12) (NICHOLAS KAMM / AFP/jawapos.com)
RIAUPOS.CO– Presiden AS Donald Trump tak akan datang. Kepastian untuk tak menghadiri proses dengar pendapat pemakzulannya itu diungkapkan Pat Cipollone, penasihat Gedung Putih, Minggu (1/12). Komite Yudisial House of Representative mengundang Trump atau perwakilannya untuk hadir dan melihat langsung pada Rabu (27/11).
’’Penyelidikan yang tidak berdasar dan sangat partisan ini melanggar semua preseden sejarah pada masa lalu, hak mendasar proses hukum, dan keadilan mendasar,’’ bunyi surat penolakan yang dikirim Cipollone sebagaimana dikutip Agence France-Presse.
Dengar pendapat itu berlangsung pada Rabu (4/12) sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Rencananya, sidang yang dipimpin Kepala Komite Yudisial House of Representative Jerry Nadler tersebut disiarkan secara langsung. Selama ini Nadler yang merupakan legislator Demokrat adalah musuh bebuyutan Trump.
Cipollone menyatakan, tim Trump tak bisa berpartisipasi karena nama saksi-saksi tak diungkap. Gedung Putih juga butuh persiapan untuk ikut dalam proses tersebut. Mereka mempertimbangkan untuk mengirim perwakilan di hearing selanjutnya.
Komite Yudisial akan mulai menentukan bukti-bukti yang mereka miliki dalam proses investigasi sudah memenuhi standar konstitusional pemakzulan atau belum. Yaitu, pengkhianatan, penyuapan, penyalahgunaan kekuasaan, menghalangi penyelidikan, penghinaan kongres atau kejahatan tingkat tinggi, dan pelanggaran ringan lainnya.
Hingga saat ini, Gedung Putih melarang ajudan-ajudan Trump untuk memberikan kesaksian. Mereka juga tak menyerahkan dokumen yang diminta penyidik. Meski begitu, Komite Yudisial yakin telah memiliki bukti kuat bahwa Trump telah melakukan pelanggaran yang bisa berujung pemakzulan. Demokrat dikabarkan ingin mempercepat proses sehingga voting bisa dilaksanakan sebelum tahun baru.
Pemakzulan itu bermula dari bocornya pembicaraan telepon antara Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Trump dituding sengaja menahan bantuan militer untuk Ukraina sebagai ancaman agar negara itu mau menuruti permintaannya. Yakni, mencari-cari kesalahan Joe Biden dan putranya, Hunter.
Editor :Deslina
Sumber: Jawapos.com
Tiga anak di Siak tak lagi sekolah dan setiap hari mengemis di jalan. Dinsos turun…
Muhammad Fazya Kurniawan dan Halda Mirsyanda terpilih sebagai Bujang Dara Meranti 2026 dan akan mewakili…
MUI mengingatkan masyarakat soal ketentuan agama dalam karnaval dan lomba Agustusan, termasuk busana serta penggunaan…
Wali Kota Pekanbaru mendorong Pramuka menjadi pelopor green city dengan target setiap gudep menanam dan…
Perbaikan jalan di Pekanbaru terus dikebut. Dari target lebih dari 42 kilometer, sebanyak 23,6 kilometer…
Karhutla di Sungai Guntung Hilir, Inhu, meluas hingga 50 hektare dan sulit dipadamkan karena asap…