Categories: Nasional

Proses Dengar Pendapat Pemakzulan, Donald Trump Tolak Hadir

RIAUPOS.CO– Presiden AS Donald Trump tak akan datang. Kepastian untuk tak menghadiri proses dengar pendapat pemakzulannya itu diungkapkan Pat Cipollone, penasihat Gedung Putih, Minggu (1/12). Komite Yudisial House of Representative mengundang Trump atau perwakilannya untuk hadir dan melihat langsung pada Rabu (27/11).

’’Penyelidikan yang tidak berdasar dan sangat partisan ini melanggar semua preseden sejarah pada masa lalu, hak mendasar proses hukum, dan keadilan mendasar,’’ bunyi surat penolakan yang dikirim Cipollone sebagaimana dikutip Agence France-Presse.

Dengar pendapat itu berlangsung pada Rabu (4/12) sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Rencananya, sidang yang dipimpin Kepala Komite Yudisial House of Representative Jerry Nadler tersebut disiarkan secara langsung. Selama ini Nadler yang merupakan legislator Demokrat adalah musuh bebuyutan Trump.

Cipollone menyatakan, tim Trump tak bisa berpartisipasi karena nama saksi-saksi tak diungkap. Gedung Putih juga butuh persiapan untuk ikut dalam proses tersebut. Mereka mempertimbangkan untuk mengirim perwakilan di hearing selanjutnya.

Komite Yudisial akan mulai menentukan bukti-bukti yang mereka miliki dalam proses investigasi sudah memenuhi standar konstitusional pemakzulan atau belum. Yaitu, pengkhianatan, penyuapan, penyalahgunaan kekuasaan, menghalangi penyelidikan, penghinaan kongres atau kejahatan tingkat tinggi, dan pelanggaran ringan lainnya.

Hingga saat ini, Gedung Putih melarang ajudan-ajudan Trump untuk memberikan kesaksian. Mereka juga tak menyerahkan dokumen yang diminta penyidik. Meski begitu, Komite Yudisial yakin telah memiliki bukti kuat bahwa Trump telah melakukan pelanggaran yang bisa berujung pemakzulan. Demokrat dikabarkan ingin mempercepat proses sehingga voting bisa dilaksanakan sebelum tahun baru.

Pemakzulan itu bermula dari bocornya pembicaraan telepon antara Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Trump dituding sengaja menahan bantuan militer untuk Ukraina sebagai ancaman agar negara itu mau menuruti permintaannya. Yakni, mencari-cari kesalahan Joe Biden dan putranya, Hunter.

Editor :Deslina
Sumber: Jawapos.com

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Kasus Perampokan Maut di Rumbai, Polisi Kantongi Petunjuk Pelaku

Polisi dalami kasus lansia tewas di Rumbai, Pekanbaru. Olah TKP kedua dilakukan, empat saksi diperiksa,…

23 jam ago

Antrean BBM Mengular di Pekanbaru, Warga Rela Tunggu Hingga Tengah Malam

Antrean panjang BBM terjadi di Pekanbaru. Warga rela antre hingga satu jam, bahkan membeli eceran…

1 hari ago

Jalan Mulus, Warga Lubuk Betung Ramai-ramai Ucapkan Terima Kasih ke Pemkab Rohul

Jalan di Lubuk Betung Rohul kini mulus usai diaspal. Warga rasakan manfaatnya dan ucapkan terima…

1 hari ago

Cegah Kelangkaan Pertalite, SPBU Bangkinang Tambah Pasokan hingga 16 Ton

SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…

3 hari ago

Jemaah Calon Haji Kuansing Meninggal Saat Momen Pelepasan, Jenazah Dimakamkan di Kampung Halaman

Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…

4 hari ago

Fakta Baru Kasus Korupsi Riau, Satpam Ngaku Antar Duit Rp300 Juta

Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…

4 hari ago