(RIAUPOS.CO) – Hari Raya Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban baik kambing maupun sapi. Lulu yang tinggal mengontrak di rumah petak sudah tak sabar untuk mengambil jatahnya bersama Nina.
Selepas Zuhur pengumuman untuk mengambil daging kurban pun disiarkan di masjid dekat rumahnya. Dengan cekatan dua gadis perantau itu pun menyalakan sepeda motornya menuju masjid dengan tetap mengantre dan menerapkan protokol kesehatan. Jatah daging pun akhirnya sampai di tangan dan siap untuk dimasak. Keduanya memutuskan untuk dijadikan sup dan tumis. Setelah penuh drama masak, sekitar satu jam makanan pun siap untuk dilahap.
Perut Lulu yang sembelit, membuat hidangannya di letak begitu saja di depan meja dekat televisi. Sementara, Nina mencuci piring karena gilirannya. ”Alamak! Makan siang aku,” teriak Lulu begitu keluar dari kamar mandi.
Nina pun terkaget dengan jeritan Lulu. “Ngapa sih Lu teriak-teriak macem ada maling aja?!”
“Iya emang ada maling. Kucing ni eh pakai dimakan pula ha. Kau pun ndak tengok-tengok makananku,” celetuknya. “Mana lah aku tau. Jelas lagi cuci piring. Tulah letak makan jangan sembarangan. Untung kucing mu yang berulah,” sindirnya.(sof)
Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…
Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…
Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…
Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…
Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…
Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…