(RIAUPOS.CO) – Hari Raya Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban baik kambing maupun sapi. Lulu yang tinggal mengontrak di rumah petak sudah tak sabar untuk mengambil jatahnya bersama Nina.
Selepas Zuhur pengumuman untuk mengambil daging kurban pun disiarkan di masjid dekat rumahnya. Dengan cekatan dua gadis perantau itu pun menyalakan sepeda motornya menuju masjid dengan tetap mengantre dan menerapkan protokol kesehatan. Jatah daging pun akhirnya sampai di tangan dan siap untuk dimasak. Keduanya memutuskan untuk dijadikan sup dan tumis. Setelah penuh drama masak, sekitar satu jam makanan pun siap untuk dilahap.
Perut Lulu yang sembelit, membuat hidangannya di letak begitu saja di depan meja dekat televisi. Sementara, Nina mencuci piring karena gilirannya. ”Alamak! Makan siang aku,” teriak Lulu begitu keluar dari kamar mandi.
Nina pun terkaget dengan jeritan Lulu. “Ngapa sih Lu teriak-teriak macem ada maling aja?!”
“Iya emang ada maling. Kucing ni eh pakai dimakan pula ha. Kau pun ndak tengok-tengok makananku,” celetuknya. “Mana lah aku tau. Jelas lagi cuci piring. Tulah letak makan jangan sembarangan. Untung kucing mu yang berulah,” sindirnya.(sof)
Kejati Riau telah menggeledah 11 lokasi terkait dugaan korupsi jasa kapal di Dumai dan menyita…
Bupati Rohul melepas 56 JCH Korpri menuju Tanah Suci. Jemaah diingatkan menjaga kesehatan, sikap, dan…
Polres Siak menangkap dua pelaku penyalahgunaan biosolar subsidi dengan modus mobil tangki modifikasi dan barcode…
Sebanyak 422 calon siswa berebut 252 kursi di SKO Riau. Seleksi ketat digelar untuk menjaring…
Sebanyak 48,39 ton komoditas pangan ilegal dimusnahkan di Inhil. Barang tanpa dokumen ini dinilai berbahaya…
Pemko Pekanbaru prioritaskan penertiban PKL di Jalan HR Soebrantas dengan pendekatan humanis demi menjaga ketertiban…