walikota-depok-ungkap-kronologi-penularan-virus-corona
JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Wali Kota Depok Mohammad Idris memastikan dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang disebut Presiden Joko Widodo tertular virus corona jenis baru adalah warganya. Keduanya adalah warga perumahan Studio Alam Sukmajaya Depok.
Idris menjelaskan kronologi penularan kedua warganya itu. Diduga sang ibu, adalah pendamping atau pelatih dansa. Dan dia sempat mendampingi orang Jepang berdansa.
“Tanggal 14 Februari warga Depok itu terima tamu orang Jepang dari Malaysia, memang pekerjaannya pendamping dansa,” kata Idris dalam konferensi pers di Depok, Senin (2/3).
“Awalnya mengeluhkan sesak napas. Dikira hanya bronkitis biasa. Lalu si ibu ini mendengar orang Jepang itu terserang Korona. Di sana gimana kami juga enggak tahu penularannya bagaimana, masih simpang siur,” jelas Idris.
Sempat Berobat ke RS Mitra Keluarga
Kemudian keduanya berobat ke RS Mitra Keluarga Depok. Tapi ternyata, harus dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso dan positif virus Korona.
“Sampai pada tanggal 27 Februari kemarin kami dapat informasi dari RS Mitra Keluarga Depok ada pasien yang keluhkan flu sesak napas dan sebagainya. Diagnosa RS waktu itu hanya sekadar bronkitis,” jelas Idris.
“Keduanya adalah warga Depok dan ber-KTP Depok,” tuturnya.
Idris mengaku akan bersama Dinas kesehatan mengecek bagaimana alur penularannya dengan menyambangi runah pasien. Namun saat ini rumah pasien dalam keadaan kosong.
“Rumahnya kosong. Semuanya masih di rumah sakit. Tentu akan kami cek semua tetangga yang kontak dengan mereka,” ujarnya lagi.
Laporan: Deslina
Sumber: Jawapos.com
Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…
Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…
Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…
Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…