Basarnas Kota Pekanbaru lakukan penelusuran pencarian korban jiwa. Senin (27/8/2019). Foto: Humas Basarnas Kota Pekanbaru for Riau Pos. (*3/MIRSHAL/RIAUPOS)
KOTA (RIAUPOS.CO) — Jelang sehari ditemukannya mayat perempuan di Sungai Siak pada Senin (26/8), Basarnas kota Pekanbaru kembali mendapat aduan warga bahwa adanya seorang anak di bawah umur tenggelam. Dugaan kuat karena mandi sungai.
Kenzi (12), namanya. Siswa SD yang beralamat di Jalan Sembilang, Gg. Sawit, Kecamatan Rumbai Pesisir di nyatakan hilang tenggelam. Selasa (27/8) pukul 18.25 WIB. Basarnas Kota Pekanbaru terus melakukan pencarian hingga hari ini.
Kepala Basarnas Amirudin melalui Humas Kukuh Widodo mengatakan, berdasarkan saksi mata warga setempat Ema, mulanya korban bermaim sungai bersama dengan dua temannya. Sungai Siak saat itu masih surut.
"Dua temannya sudah selesai mandi dan hendak pulang. Sementara korban masih menepi untuk mandi sungai," jelasnya.
Lebih lanjut, sungai yang kemudian pasang membuat korban terseret arus.
Pukul 18.30 WIB Kepala Basarnas Pekanbaru Amirudin.A.S.,S.Sos memberangkatkan satu Team Rescuer untuk melakukan pencarian di lokasi kejadian. Setelah tiba di lokasi Tim Rescuer Basarnas Pekanbaru melakukan Koordinasi dengan Dinas Sosial, Babinsa Rumbai Pesisir Serma Defrizal dan masyarakat setempat.
Tim SAR Gabungan mencoba untuk menyisir di area kejadian. Namun masih nihil. Hari yang semakin gelap tim gabungan memutuskan untuk malakukan pencarian pagi Rabu.
"Pagi ini pukul 06.00 WIB tim sudah kembali melakukan pencarian dengan sistem track spacing ke hulu 1 km dan ke hilir 1 km," sebutnya.
Menurutnya, karena Sungai Siak sifat nya pasang surut, maka pencarian di lakukan ke arah Hulu dan Hilir. (*3)
Editor: Arif
Jalur Gadis Manja menjadi juara Pacu Jalur Mini 2026 di Tepian Narosa setelah mengalahkan 65…
PSPS Pekanbaru merekrut Dimas Wicaksono, eks Persebaya yang punya pengalaman Liga 1, untuk memperkuat skuad…
Mantan PNS Dumai Tengku Muhammad Nasir ditangkap di Aceh setelah belasan tahun menjadi buronan dalam…
Pemko Pekanbaru membuka pengaduan bagi warga yang ijazah anaknya masih tertahan karena tunggakan biaya pendidikan.
Sengketa lahan sawit 2.000 hektare di Rohul kembali memanas. Warga membantah klaim mediasi Agrinas dan…
Sebanyak 81 siswa SMK 1 Tapung Hulu diduga keracunan usai menyantap makanan MBG. Sampel makanan…