Categories: Pekanbaru

Tampak Kumuh, Warga Keluhkan Sampah di Jalan Alternatif

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Jorok dan tampak kumuh. Begitulah kondisi Jalan Gulama atau Jalan Bakti IV Kelurahan Tangkerang Barat Kecamatan Marpoyan Damai.

Pantauan Riau Pos, Senin (27/1) jalan alternatif dari Jalan Arifin Achmad menujun Jalan Tuanku Tambusai tersebut tanpak dipenuhi dengan sampah plastik yang bertebaran dibahan hingga di pinggir jalan.

Belum lagi, meskipun telah sering dilakukan pengangkutan sampah oleh mobil Dinas Lingkungam Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru. Tumpukan sampah di sepanjang jalan tersebut membuat kawasan tersebut menjadi kotor dan beraroma tidak sedap bagi warga dan pengendara yang melintas.

Asri salah seorang warga mengatakan, keberadaan tempat pembuangan sampah ilegal dikasawan jalan alternatif tersebut baru muncul selama satu tahun belakangan terkahir. Awalnya keberadaan tps ilegal ini berada tidak jauh dari pintu masuk Jalan Gulama dibelakang salah satu ruko milik warga.

Namun, semenjak kawasan tersebut dibersihkan dan ditutup dengan pagar. Banyak pengendara serta oknum warga yang membuang sampah di badan jalan dekat tanah kosong milik warga yang tepatnya tidak jauh dari jembatan penghubung antara Jalan Gulama dan Jalan Bakti IV.

"Dulu cuma beberapa meter saja. Tapi sekarang sudah melebar kemana-mana. Kami yang mau menegur pun merasa takut kadang lebih galak pula mereka yang membuang sampah dari pada kami warga sekitar yang melarang mereka," ucapnya.

Ia berharap pihak kelurahan setempat dapat segera berkoordinasi kepada dinas terkait dan mencari lokasi pembuangan sampah legal yang jauh dari lahan warga. "Iya maunya ini dipindahkan lah. Ini sampah sarang penyakit. Kasihan anak-anak kami yang nantinya jadi korban," kata dia.

Sementara itu, hal yang sama juga dituturkan oleh Imelda salah seorang pengendara roda dua. Menurutnya, Pemerintah Kota Pekanbaru harus lebih serius menyikapi permasalahan sampah yang terjadi di Kota Bertuah.

Pasalnya, tak hanya jalan alternatif saja yang kini menjadi sasaran oknum yang tidak bertanggung jawab untuk membuang sampah, tetapi juga disejumlah ruas jalan protokol yang membuat kawasan Kota Peknabaru menjadi tampak jorok.

"Kalau terganggu sudah pastilah. Bauknya saja sudah buat mual diperut. Tapi mau gimana lagi ini satu-satunya jalan yang cepat menuju tempat tujuan saya. Ya saya hanya berharap pemerintah lebih serius dan tegas saja menangani masalah sampah ini," harapnya.(ayi)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Mandi di Danau Raja Rengat, Pelajar SMP Tewas Tenggelam

Seorang pelajar SMP tewas tenggelam saat mandi di Danau Raja Rengat, Inhu. Korban diduga kelelahan…

16 jam ago

Bayar Hingga Rp5,7 Juta, Puluhan WNI Gagal Diberangkatkan Ilegal ke Malaysia

Polisi Dumai menggagalkan pengiriman 26 calon PMI ilegal ke Malaysia. Para korban diminta membayar hingga…

16 jam ago

25 Dapur MBG Dibangun di Daerah 3T Inhu, Sekda Turun Langsung Meninjau

Pemkab Inhu membangun 25 dapur SPPG MBG di daerah 3T tahun 2026. Sekda Inhu meninjau…

3 hari ago

Bupati Kuansing Optimalkan Lahan Bekas Tambang untuk Ketahanan Pangan

Pemkab Kuansing berkomitmen mengubah bekas lahan tambang menjadi pertanian produktif demi mendukung IP 200 dan…

3 hari ago

Bupati Siak Teken Komitmen Manajemen Talenta ASN Bersama BKN

Pemkab Siak menandatangani komitmen manajemen talenta ASN bersama BKN untuk memperkuat sistem merit dan menempatkan…

3 hari ago

Tumpukan Limbah Kayu Ancam Sungai Bukit Batu Bengkalis

Tumpukan limbah kayu mencemari Sungai Bukit Batu Bengkalis. Warga khawatir dampak lingkungan dan mendorong penyelesaian…

3 hari ago