Categories: Nasional

Masyarakat Sumbar Tolak Turis Cina

PADANG (RIAUPOS.CO) — Penolakan dari berbagai unsur masyarakat di sejumlah daerah di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terkait kunjungan ratusan wisatawan asal Kunming (Cina) di tengah-tengah kasus virus Corona, membuat beberapa jadwal perjalanan wisatawan tersebut terpaksa dibatalkan.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres (RPG), lokasi-lokasi wisata yang batal dikunjungi ratusan turis asal negeri Tirai Bambu seperti ke Kota Bukittinggi, Kabupaten Tanah Datar dan Istana Baso Pagaruyung. Namun dalam kunjungan ke kawasan Kampung Pondok Padang atau tepatnya ke Kelenteng See Hin Kiong, ratusan wisatawan tersebut disambut dengan penampilan barongsai oleh masyarakat sekitar.

Staf Lapangan Coco’s Tour Indonesia, Robin mengatakan pembatalan beberapa jadwal kunjungan wisatawan ke beberapa destinasi disebabkan salah satunya oleh penolakan yang dilakukan oleh sejumlah masyarakat di sekitar lokasi-lokasi destinasi wisata. Ia menambahkan, penolakan tersebut juga mengakibatkan lama waktu kunjungan dari wisatawan Kunming tersebut juga menjadi tidak menentu lantaran adanya berbagai pertimbangan dan koordinasi dari instansi-instansi terkait.

"Jadwal sebelumnya wisatawan tersebut akan ada di Sumbar selama 5 hari 4 malam. Namun karena ada hal yang semacamnya ini, kami belum tau durasi waktu para wisatawan tersebut di Sumbar," tukasnya.

Lebih lanjut Robin menyampaikan, untuk jadwal kunjungan ke destinasi selanjutnya, pihaknya masih berkoodinasi dengan instansi-instansi terkait.

"Jadi kami masih menunggu keputusan mau pergi atau berkunjung kemana nanti," ungkapnya.

Terpisah, Perwakilan Coco’s Tour Sumbar, Yunando mengatakan selama satu hari kemarin, wisatawan asal Kunming hanya melakukan perjalanan di Kota Padang saja. Mereka mengunjungi Kelenteng See Hin Kiong di Kampung Pondok Padang.

"Satu hari ini hanya di Kota Padang saja. Para wisatawan tersebut hanya jalan-jalan di Kota Padang yakni di Kawasan Kampung Pondok tepatnya di Kelenteng See Hin Kiong," jelasnya.

Ia menambahkan, dalam 150 wisatawan dari Kunming yang datang mengunjungi Sumbar terdapat sebanyak 15 orang.

"Ada sebanyak 15 wisatawan yang beragama Islam, karena seperti kita tahu Kunming berada di Provinsi Yunnnan yang merupakan salah satu daerah yang banyak beragama Islam," ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Sumbar, Novrial mengatakan terkait wacana pemulangan ratusan wisatawan Kunming, ia mengatakan setelah berkoordinasi dengan pihak travel maka akan secepatnya diproses pemulangan tersebut.

"Memang karena ada gejolak dan penolakan dari masyarakat, ada beberapa agenda jadwal yang dibatalkan seperti di Kabupaten Tanah Datar. Soal proses pemulangan, saya hanya bisa katakan secepatnya," jelasnya.(*1/wir/hsb/sol/esi/ali/rpg/ted)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Anak Kuansing Jago Bahasa Asing Bakal Punya Peran Khusus di Pacu Jalur 2026

Pacu Jalur Kuansing 2026 ditargetkan mendunia dengan melibatkan anak daerah penguasaan bahasa asing dan promosi…

13 jam ago

Kecelakaan di Kelok 17 Limapuluh Kota, Empat Warga Pekanbaru Jadi Korban

Kecelakaan truk dan SUV di Kelok 17 menewaskan satu warga Pekanbaru. Tiga korban selamat setelah…

13 jam ago

5.000 Mangrove Ditanam di Desa Penyengat Pesisir Siak, Warga Bergerak Sebelum Abrasi Makin Parah

Warga Penyengat, Siak, menanam 5.000 mangrove secara swadaya untuk melindungi pesisir dari abrasi dan menjaga…

1 hari ago

Pamit Keluar Rumah, Gadis 19 Tahun di Pekanbaru Tak Bisa Dihubungi

Tsabita Salsabila, 19 tahun, dilaporkan hilang di Pekanbaru. Ponselnya terakhir terdeteksi di Jalan Swakarya setelah…

1 hari ago

Gempa M7,7 Hantam NTT, 20 Orang Meninggal dan 2 Masih Tertimbun

Gempa M7,7 mengguncang NTT dan menewaskan 20 orang. Enam warga luka-luka dan dua lainnya masih…

1 hari ago

Mobil Konsumen Terbakar Saat di SPBU Pelalawan, Pertamina Amankan Lokasi dan Periksa CCTV

Kendaraan konsumen terbakar di SPBU Bandar Petalangan, Pelalawan. Pertamina menghentikan operasional sementara dan masih menyelidiki…

2 hari ago