ptm-ditunda-orang-tua-harus-awasi-anak
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Rencana Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk bisa memulai pembelajaran tatap mukan (PTM) dalam waktu dekat kandas. Pasalnya, hingga kini Kota Pekanbaru masih memperpanjang PPKM level 4 guna menekan penyebaran Covid-19 di Kota Bertuah.
Hal ini membuat Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru Ismardi Ilyas mengimbau kepada para orang tua untuk me ningkatkan pengawasan terhadap anak selama proses belajar daring. Karena pembelajaran daring masih terus dilakukan hingga 14 hari ke depan.
Ia menjelaskan, penggunaan gadget pada anak saat belajar daring juga memiliki dampak buruk bagi kesehatan dan perkembangan siswa. "Kami minta bantu kepada orang tua meningkatkan pengawasan. Jangan nanti gadget itu disalahgunakan oleh anak. Jadi pengawasan lebih diketatkan lagi," terangnya,
Lanjut Ismardi, pengawasan di rumah harus dilakukan oleh orang tua agar proses belajar daring dapat berjalan maksimal dan sesuai sasaran. Jika pengawasan orang tua dalam memantau anak belajar lemah, dikhawatirkan penggunaan gadget dapat disalahgunakan ke hal-hal yang negatif.
"Maka pengawasan sangat diperlukan. Karena kan penggunaan gadget ini juga ren tan disalahgunakan. Apalagi kami tidak bisa memastikan kapan sekolah tatap muka dapat berlangsung. Karena Kota Pekanbaru masih terus berjuang untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19. Orang tua juga kami minta lebih ketat lagi dalam penerapan prokes di rumah agar kesehatan siswa dapat terus terjaga," tegasnya.(ayi)
Atlet difabel asal Rokan Hulu, Niken, sukses meraih empat medali di ASEAN Para Games 2025…
Pemkab Inhu lakukan tes urine terhadap 29 anggota Satpol PP sebagai langkah deteksi dini narkoba…
Enam pelaku pencurian dengan kekerasan di Jalan Lingkar Pasirpengaraian ditangkap polisi. Aksi mereka sempat meresahkan…
Oknum anggota DPRD Pelalawan jalani pemeriksaan usai ditetapkan tersangka kasus dugaan penggunaan ijazah milik orang…
Dua warga Alam Panjang, Kampar, diamankan usai kepergok mencuri 54 tandan sawit. Pelaku diserahkan warga…
DPUPR Meranti menyusun prioritas peningkatan dan rekonstruksi jalan 2026 pascapergeseran anggaran, sejumlah ruas terpaksa ditunda.