Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan menerapkan sistem nontunai (non cash) untuk penarikan retribusi sampah. Masyarakat bisa langsung menyetorkan retribusi sampah ke kas daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut menyebutkan bahwa pembayaran retribusi non cash itu, merupakan atensi sejak beberapa tahun sebelumnya Kemudian, yang terpenting adalah bagaimana meningkatkan pendapatan daerah.
”Dalam rangka optimalisasi potensi pendapatan daerah, kita sudah lakukan evaluasi, dan retribusi non cash ini sudah jadi atensi beberapa tahun belakangan,” ujar Ingot, Ahad (25/2).
Tujuannya bagaimana penerimaan daerah dari retribusi persampahan ini bisa terealisasi secara optimal. ”Selama ini kan masih kita lakukan pemungutan secara manual, dan tentu harus ada perbaikan. Dalam rangka perbaikan ini kita sedang memulai penarikan retribusi secara non cash,” tambahnya.
Terkait penarikan retribusi sampah dengan sistem non cash itu, pihaknya akan menerbitkan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) kepada wajib retribusi. Melalui SKRD tersebut akan ditetapkan besaran retribusi yang harus dibayar wajib retribusi. ”Kita akan menerbitkan SKRD surat ketetapan retribusi daerah kepada wajib retribusi, objek retribusi berdasarkan SKRD nanti, itu akan ditetapkan besarannya, mengacu kepada perda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD),” jelasnya.
Lanjutnya, masyarakat bisa membayarkan retribusi tersebut melalui rekening kas daerah, baik melalui transfer, QRIS dan aplikasi. Untuk metode pembayaran juga akan terus dikembangkan seiring dengan berjalannya penarikan retribusi sampah nontunai.(ilo)
Pacu Jalur Kuansing 2026 ditargetkan mendunia dengan melibatkan anak daerah penguasaan bahasa asing dan promosi…
Kecelakaan truk dan SUV di Kelok 17 menewaskan satu warga Pekanbaru. Tiga korban selamat setelah…
Warga Penyengat, Siak, menanam 5.000 mangrove secara swadaya untuk melindungi pesisir dari abrasi dan menjaga…
Tsabita Salsabila, 19 tahun, dilaporkan hilang di Pekanbaru. Ponselnya terakhir terdeteksi di Jalan Swakarya setelah…
Gempa M7,7 mengguncang NTT dan menewaskan 20 orang. Enam warga luka-luka dan dua lainnya masih…
Kendaraan konsumen terbakar di SPBU Bandar Petalangan, Pelalawan. Pertamina menghentikan operasional sementara dan masih menyelidiki…