FAJAR ALFIAN (PBSI)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pebulutangkis ganda putra Indonesia Fajar Alfian mencemaskan satu hal jelang Olimpiade Paris 2024. Hal yang dicemaskan itu terkait cedera dan sakit, karena bagi Fajar hal tersebut merupakan musuh utama atlet.
Fajar, bersama duetnya, Muhammad Rian Ardianto, saat ini menjadi salah satu wakil Indonesia yang berpeluang mentas di Olimpiade Paris 2024. Mereka duduk di peringkat delapan klasemen Race to Olympic alias kualifikasi Olimpiade 2024 dengan raihan 74.199 poin.
Dengan begitu, Fajar/Rian sejauh ini berada di zona aman untuk meraih tiket ke pesta olahraga terakbar di dunia tersebut karena delapan peringkat kualifikasi teratas otomatis lolos.
Namun, mereka masih bisa terkejar oleh para duet lainnya karena babak kualifikasinya masih berjalan hingga akhir April mendatang.
Rentetan turnamen di Eropa pun telah menanti pasangan ranking tujuh dunia itu dalam waktu dekat. Setidaknya, ada dua turnamen besar yang bakal mereka ikuti di Benua Biru, yakni Prancis Open (5-10 Maret) dan All England (12-17 Maret), yang tentunya bakal sangat mempengaruhi perolehan poin mereka di babak kualifikasi Paris 2024 karena merupakan turnamen level tinggi.
Karena itu, Fajar menilai hal yang paling krusial menjelang Paris 2024 adalah menjaga kondisi tubuh agar tidak cedera dan terserang penyakit sehingga dirinya dan Rian bisa terus mengumpulkan poin untuk mengamankan tiket ke ajang empat tahunan tersebut. Selain itu, suasana hati alias mood menurutnya juga perlu diperhatikan agar selalu dalam kondisi yang apik.
“Jangan sampai cedera yang pasti karena cedera itu musuh para atlet, itu yang harus dijaga. Dan satu lagi, jangan sampai sakit,” kata Fajar, Ahad (25/2).
“Kan sekarang juga banyak (penyakit), ada flu dan lain-lain lah, jangan sampai itu, dijaga imunnya juga, jaga semangatnya juga, mood juga karena kadang-kadang mood kita naik, kadang turun, itu yang benar-benar harus dijaga bagaimana mood kita tetap bagus,” tambahnya.
Fajar sendiri punya Riwayat cedera pinggang yang membuat performanya menurun tahun lalu. Beruntung, cedera tersebut kini sudah tak dirasakannya lagi sejak tampil di BWF World Tour Finals (WTF) 2023 pada Desember tahun lalu.
“Untuk sampai sekarang dari WTF Alhamdulillah sudah tidak terasa, sudah lebih baik lagi (cedera pinggangnya). Semoga ya ke depannya terus membaik dan bisa menampilkan yang terbaik di setiap iven,” jelas pemain asal Bandung itu.
“Saya terus terapi dari pelatih fisik dan fisioterapi juga. Fokus buat saya yang cedera juga banyak yang terapi di kolam renang ada program tambahan,” pungkasnya.(jpg)
Pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kepulauan Meranti untuk April 2026 dipastikan hampir…
Polisi ungkap pembunuhan di Rumbai, menantu jadi otak perampokan. Empat pelaku ditangkap setelah kabur ke…
Disbunnakkan Inhu siapkan 28 petugas awasi hewan kurban jelang Iduladha. Langkah ini untuk cegah penyebaran…
Sebanyak 182 JCH Rohul Kloter 12 diberangkatkan ke Batam. Wabup Syafaruddin Poti melepas langsung dan…
SMAN 2 Singingi raih banyak juara di FLS3N 2026. Cabang tari kreasi mengantar wakil Kuansing…
Ratusan warga Rimbopanjang bongkar median jalan karena akses U-turn terlalu jauh. Aksi ini dipicu keluhan…