Categories: Pekanbaru

Disdalduk-KB Sosialisasikan Penggunaan Alat Kontrasepsi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kurangnya informasi yang diterima oleh masyarakat terkait penggunaan alat kontrasepsi, membuat Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk-KB) Kota Pekanbaru mengenalkan kembali penggunaan alat kontrasepsi kepada masyarakat, Ahad (23/2).

Kepala Bidang KB/KR Disdalduk Kota Pekanbaru, Dra Eni Nasreyeti mengatakan, kegiatan sosialisasi dan penyuluhan alata kontrasepsi Metode Kontrasepsi Jangka Panjang  (MKJP) tersebut belangsung di kawasan Kampung KB Berkah Bersama Kelurahan Air Dingin Kecamatan Bukit Raya, dalam rangka meningkatkan kesertaan ber KB.

Selain itu, metode KB jangka panjang (MKJP) adalah alat kontrasepsi yang digunakan untuk menunda kehamilan, serta menghentikan kesuburan yang digunakan dengan jangka panjang meliputi alat kontrasepsi dalam rahim IUD, Implan dan kontrasepsi mantap MOW dan MOP

"Alat kontrasepsi jangka panjang (MKJP) juga merupakan alat kontrasepsi yang digunakan untuk menunda, menjarangkan kehamilan, serta menghentikan kesuburan yang digunakan dengan jangka panjang, yang meliputi IUD (intra uterine device), implant (susuk KB) dan kontap (kontrasepsi mantap)," terangnya.

Selain itu, esensi tugas program Keluarga Berencana (KB) dalam untuk menurunkan total fertility rate (TFR) agar dapat mengurangi beban pembangunan demi terwujudnya kebahagian dan kesejahteraan bagi rakyat yang madani.

Apalagi, pelayanan program KB pelaksanaannya senantiasa terintergrasi dengan kegiatan kelangsungan hidup ibu, bayi dan anak serta penanggulangan masalah kesehatan dan kesetaraan gender sebagai salah satu upaya pemecahan hak-hak reproduksi kepada masyarakat.

Bahkan, wilayah kampung KB Berkah Bersama yang dilihat dari jumlah penduduknya, ikut berpartisipasi dalam kesertaan ber KB setelah ada nya evaluasi dari sebelum dan sesudah ada nya Kampung KB.

"Ini sangat luar biasa dari PA 40 persen tahun 2018 dan akhir 2019 pencapaian PA 61 persen, dengan laju pertambahan penduduk masih relatif tinggi. Melalui wadah Kelompok Kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) PIK Remaja jalur masyarakat dan pendidikan di kampung KB meningkatkan kesadaran masyarakat dalam penggunaan alat kontrasepsi," ujarnya.(ayi)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Menginap di Kamar Deluxe Cuma Rp455 Ribu, Hotel Mutiara Merdeka Hadirkan Paket “Koper”

Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru menghadirkan promo bulanan bertajuk Paket "Koper" dengan tarif Rp455 ribu per…

2 hari ago

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Mahasiswa Pascasarjana UNRI Dampingi Guru MTsN 1 Kampar Kembangkan AI

Mahasiswa Magister Pendidikan Matematika FKIP UNRI mendampingi 45 guru MTsN 1 Kampar dalam memanfaatkan ChatGPT…

2 hari ago

Sekda Inhu Zulfahmi Adrian Koordinasi dengan BKN Atasi Polemik SK 247 Kepala Sekolah

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu belum menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan bagi 247 kepala sekolah yang…

2 hari ago

Satu Tim dengan Sang Putra, Kebahagiaan Coach Suryo Dampingi Debut Alif di Firstman

Kepala pelatih MAN 1 Pekanbaru Suryo Pranoto merasakan kebahagiaan tersendiri saat mendampingi putra kandungnya, Muhammad…

2 hari ago

WNA Asal India Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Hotel Jalan Hang Tuah Duri

Seorang WNA asal India berinisial SR (61) ditemukan tidak bernyawa di kamar hotel kawasan Jalan…

3 hari ago

Polda Riau Libatkan Bhabinkamtibmas dalam Program Rehabilitasi Mangrove M4CR

Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Riau Kombes Pol Eko Budhi Purwono memperkuat komitmen menjaga ekosistem pesisir…

3 hari ago