Categories: Pekanbaru

Dua Bulan Tak Gajian, Karyawan Bus TMP Mogok KerjaÂ

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sudah dua hari terakhir bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) tak beroperasi. Ini disebabkan, karyawan transportasi publik milik Pemerintah Kota Pekanbaru itu mogok bekerja akibat sudah dua bulan gaji tak dibayarkan. 

Karyawan yang menggelar mogok kerja ini adalah pramudi dan pramugara. Mereka menuntut gaji yang berada di kisaran Rp3 jutaan per bulan itu dibayarkan. 

Direktur PT Transportasi Pekanbaru Madani (TPM) Azmi sebagai pengelola bus TMP di Pekanbaru saat dikonfirmasi mengatakan, pemogokan kerja saat ini masih  berlangsung dan bukan kali ini saja terjadi. "Iya. Berulang terus. Sudah sering begitu. Situasinya sama saja. Mereka ngotot harus dua bulan dapat gaji, kalau  tidaklangsung mogok," jelasnya, Selasa (21/12). 

Lebih lanjut dia menjelaskan, biasanya hitungan gaji karyawan baik itu pramudi dan pramugara nya usai dihitung per tgl 21 dan paling lama dibayar tanggal 5 di bulan selanjutnya. 

Namun, masalah muncul ketika setelah bulan baru tiba, uang yang akan dibayarkan anak perusahaan PT Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu tak ada.

"Tentu dua bulan (belum gajian, red). Tidak mau lagi (bekerja) dia," imbuh mantan Kepala Inspektorat Kota Pekanbaru ini. 

Manajemen, kata Azmi sulit untuk memaksa karyawan bekerja dalam kondisi gaji belum dibayarkan. Dia khawatir situasi malah jadi memanas. "Kami sulit maksa-maksa, nanti anarkis lagi. Tapi anggota tetap berupaya (membujuk, red)," imbuhnya. 

Diakuinya, saat ini uang yang akan digunakan untuk membayar gaji memang tak tersedia di kas PT TPM. Sementara, untuk operasional TMP masih mengandalkan subsidi dari Pemko Pekanbaru.

"Karena itu (uang, red) tidak ada. Kami diaudit dulu baru bisa mengajukan. Dari Pemko (uang, red) belum masuk ke PT SPP," ungkapnya. 

Pihaknya, sambung Azmi berada dalam posisi yang sulit. Karena, jika memang uang di kas ada, maka gaji akan langsung dibayarkan. "Memang sulit juga saya mengatakan kondisi seperti apa. Kalau ada di kas kami langsung bayar," imbuhnya. 

Saat ini, kewajiban per bulan yang harus dikeluarkan PT TPM untuk gaji adalah Rp800 juta. Ini untuk membayar gaji bagi 90 orang pramudi dan 80 orang pramugara. Termasuk juga di dalamnya gaji karyawan bagian lainnya. Tiap harinya, ada 40 bisa TMP yang dioperasikan. 

Dari operasional TMP, setiap harinya terkumpul pendapatan Rp16 juta per hari. Jika ditotal, dalam sebulan atau 30 hari, dihimpun pendapatan dari tiket sekitar Rp480 juta per bulan. "Pendapatan dari tiket itu hanya cukup untuk beli minyak saja," jelas Azmi. 

Ketika ditanya upaya apa yang akan dilakukan manajemen TMP untuk memenuhi gaji bagi karyawan  mengingat tak beroperasinya bus TMP akan mengganggu mobilitas warga Kota Pekanbaru, Azmi menjawab, "Kami sudah koordinasi dengan BPKAD. Verifikasi pengajuan sudah oke dari Dishub, " katanya. 

Yang ditunggu PT TPM untuk operasional TMP adalah subsidi bukan Juli-Agustus yang susah diajukan namun belum dicairkan. Itu berjumlah sekitar Rp1,8 miliar. Subsidi sendiri baru dibayarkan hanya sampai Juni kemarin. 

Terpisah Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Pekanbaru Yulianis dikonfirmasi belum menjelaskan secara detail tentang pengajuan subsidi untuk TMP yang disebut sudah diajukan ke BPKAD. Meski begitu, menurutnya, ajuan itu sudah diproses. "Itu sedang kami proses," jawabnya singkat.

DPRD Minta  Cari Solusi

Terkait tidak beroperasinya bus TMP karena para karyawannya belum gajian, Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Sigit Yuwono menyebutkan, hal tersebut tidak seharusnya terjadi apabila pimpinan perusahaan bus TMP bisa secepatnya mencari solusi.

"Karena masalah karyawan bus TMP adalah tanggung jawab pimpinannya. Tidak bisa pimpinannya pasrah tanpa ada upaya untuk menyelesaikan segera masalah gaji karyawan ini," tegas Sigit kepada wartawan, kemarin. 

Disebutkannya, perusahaan pengelola TMP Pekanbaru dalam hal ini, PT Trans Pekanbaru Madani (TPM) harus dapat memberikan kepastian kapan gaji yang menunggak itu akan dibayarkan. 

Diakui politisi Demokrat ini, banyak keluhan dan persoalan karyawan bus TMP yang sampai ke Komisi IV. Mulai dari seringnya pembayaran gaji terlambat sampai kepada tidak ada kejelasan kapan gaji dibayarkan. (ali/gus)

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Agung Nugroho Wajibkan Seluruh Provider Ikut Bereskan Kabel FO Semrawut di Pekanbaru

Pemko Pekanbaru mewajibkan seluruh provider internet ikut menata kabel fiber optic ilegal. Penertiban dilakukan bertahap…

5 jam ago

Diduga Kompresor Mati Saat Menyelam, Pria di Sungai Indragiri Masih Hilang

Seorang penyelam di Inhil diduga tenggelam setelah kompresor udara mati saat evakuasi kapal. Tim gabungan…

5 jam ago

Lima Tahun Direstorasi, Mangrove Teluk Pambang Bengkalis Kini Jadi Sorotan Dunia

Restorasi mangrove Teluk Pambang di Bengkalis selama lima tahun membuahkan hasil. Kawasan kini pulih, menarik…

5 jam ago

Pemko Pekanbaru Tegaskan Komitmen Berantas LGBT, Satpol PP Diminta Perketat Pengawasan

Pemko Pekanbaru menyiapkan pembinaan, penyuluhan, dan penindakan untuk mencegah LGBT dengan melibatkan Satpol PP, mubalig,…

6 jam ago

UPTJJ Wilayah VI Tuntaskan Sejumlah Ruas Jalan Rusak di Rohul

Pemprov Riau mempercepat perbaikan jalan provinsi di Rokan Hulu. Sejumlah ruas telah kembali fungsional, sementara…

6 jam ago

Junaidi Resmi Jadi Tersangka OTT di Siak, Polisi Dalami Dugaan Kasus Kapal Gratis

Polres Siak menetapkan Kadishub Junaidi sebagai tersangka OTT terkait program kapal gratis. Penyidik masih mendalami…

7 jam ago