Categories: Pekanbaru

DPRD Soroti Pengurangan Anggaran Jamkesmas

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Mengetahui ang­garan untuk jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) Kota Pekanbaru me­ngalami pengurangan yang signifikan, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Pekanbaru Aidil Amri pun meradang. Di mana, anggaran Jamkesmas hanya Rp5 miliar untuk 2022.

Ditegaskan Aidil, dengan pengurangan anggaran untuk jaminan kesehatan yang ditujukan untuk masyarakat miskin ini dinilai kurang tepat. Karena ini merupakan tanggungjawab pemerintah.

Seperti disampaikan Aidil, perhatian kepada Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) Pemko Pekanbaru. Ini preminya dibayar kan oleh Pemko Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan (Diskes).

"Inikan pesertanya masyarakat miskin yang belum mempunyai jaminan kesehatan dan tidak sanggup menjamin kesehatan sendiri melalui asuransi BPJS, ini mutlak menjadi tanggungjawab Pemerintah," tegas Aidil kepada wartawan, Ahad (21/11).

Alih-alih mendapatkan perhatian lebih pemerintah, justru Aidil mendapati bahwa anggaran untuk PBPU yang tahun sebelumnya itu sekitar Rp18,7 miliar, tahun 2022 hanya dianggarkan Rp5 miliar.

"Ini yang membuat kita berang, masa anggaran untuk jaminan kesehatan masyarakat miskin di luar BPJS itu hanya Rp5 miliar, harusnya sama dengan tahun sebelumnya Rp18 miliar atau lebih dari Rp18 miliar. Ada apa ini?" ungkap Aidil kesal saat perhatian anggaran untuk masyarakat miskin berkurang.

Digambarkan Aidil, ada sekitar  66.659 jiwa masyarakat miskin dari data yang disampaikannya di Pekanbaru, tentu ini tidak  bisa disepelekan. "Makanya dengan begitu kami minta ini menjadi prioritas pemko selain masalah pendidikan, dan juga infrastruktur. Jangan salah potong, baca aturannya, dan pahami soal ini, kasihan kita," ungkapnya lagi.

Untuk itu, masalah tanggungjawab kesehatan, apalagi ini berkaitan dengan masyarakat miskin yang betul-betul memerlukan kehadiran pemerintah, Aidil menyampaikan dirinya siap berada di garda terdepan untuk membelanya dan memperjuangkannya.

"Kepada Wali Kota, kami ingatkan soal perhatian terhadap masyarakat miskin khusus PBPU ini," sebutnya.

Dengan kondisi anggaran sangat minim, Aidil pun mengatakan, bagaimana pemko bisa memberikan layanan yang baik, dan bagaimana pula masyarakat miskin mendapatkan layanan yang prima, anggaran minim.

"Anggaran Rp5 miliar ini tidak akan cukup, harus dibesarkan, ini harus ada solusi," tuturnya.(gus)

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Bupati Rohul Bangga, Niken Persembahkan 4 Medali di ASEAN Para Games Thailand

Atlet difabel asal Rokan Hulu, Niken, sukses meraih empat medali di ASEAN Para Games 2025…

6 jam ago

Deteksi Dini Narkoba, Puluhan Anggota Satpol PP Inhu Dites Urine, Ini Hasilnya

Pemkab Inhu lakukan tes urine terhadap 29 anggota Satpol PP sebagai langkah deteksi dini narkoba…

7 jam ago

Jalan Lingkar Pasirpengaraian Rawan, Enam Pelaku Curas Berhasil Dibekuk Polisi

Enam pelaku pencurian dengan kekerasan di Jalan Lingkar Pasirpengaraian ditangkap polisi. Aksi mereka sempat meresahkan…

8 jam ago

Tersangka Kasus Ijazah, Oknum DPRD Pelalawan Jalani Pemeriksaan

Oknum anggota DPRD Pelalawan jalani pemeriksaan usai ditetapkan tersangka kasus dugaan penggunaan ijazah milik orang…

19 jam ago

Gasak 54 Tandan Sawit, Dua Warga Alam Panjang Diciduk

Dua warga Alam Panjang, Kampar, diamankan usai kepergok mencuri 54 tandan sawit. Pelaku diserahkan warga…

20 jam ago

Anggaran Bergeser, Belasan Ruas Jalan Meranti Diprioritaskan 2026

DPUPR Meranti menyusun prioritas peningkatan dan rekonstruksi jalan 2026 pascapergeseran anggaran, sejumlah ruas terpaksa ditunda.

20 jam ago