Categories: Pekanbaru

Pecahkan Rekor MURI, Kue Ketan Talam Durian 1,1 Km Jadi Hadiah HUT ke-242 Pekanbaru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota Pekanbaru menerima kado istimewa menjelang peringatan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru. Festival Kue Ketan Talam Durian yang digelar sepanjang sekitar 1,1 kilometer di kawasan Car Free Day Jalan Jenderal Sudirman, Ahad (21/6), berhasil mencatatkan namanya di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Kue Ketan Talam Durian Terpanjang di Dunia.

Kegiatan yang dipusatkan di depan Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru itu tidak hanya berorientasi pada pemecahan rekor. Festival tersebut juga menjadi upaya besar Pemko Pekanbaru untuk memperkenalkan kue ketan talam durian sebagai identitas kuliner khas daerah yang diharapkan semakin dikenal hingga tingkat nasional maupun internasional.

Pemko Pekanbaru menargetkan kue ketan talam durian dapat menjadi ikon kuliner yang melekat dengan nama kota ini. Harapannya, kuliner khas tersebut memiliki posisi yang sama seperti pempek yang identik dengan Palembang, bakpia dengan Yogyakarta, maupun bika ambon dengan Medan.

Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi sejak pagi hari. Puluhan ribu warga memadati sepanjang Jalan Jenderal Sudirman untuk menyaksikan langsung proses pencatatan rekor sekaligus menikmati sajian khas Melayu tersebut.

Tidak hanya warga Pekanbaru, pengunjung juga datang dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Bahkan, sejumlah masyarakat dari berbagai daerah di Pulau Sumatera hingga Jakarta turut hadir meramaikan festival.

Sejumlah tokoh nasional dan daerah tampak menghadiri kegiatan tersebut. Di antaranya Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, Ketua TP PKK Pekanbaru Sulastri Agung, unsur Forkopimda serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Pekanbaru.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyebut keberhasilan itu sebagai hadiah spesial bagi masyarakat menjelang Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru.

“Alhamdulillah, Pekanbaru kembali mencatat rekor MURI. Tahun lalu kita mencatat rekor MURI pernikahan massal terbanyak. Hari ini (kemarin, red) kita mencatat rekor MURI terpanjang di dunia. Terima kasih untuk Rekor MURI Indonesia dan seluruh masyarakat Pekanbaru,” ujarnya yang disambut tepuk tangan ribuan warga.

Menurut Agung, tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan warga dalam mendukung berbagai program pemerintah maupun kegiatan yang diselenggarakan di Kota Pekanbaru.

“Saya jujur, ini di luar ekspektasi. Saya pikir masyarakat Pekanbaru tidak hadir sebanyak ini, tapi luar biasa. Pekanbaru hari ini (kemarin, red) macet. Ini membuktikan bahwa masyarakat Pekanbaru semuanya kompak, semuanya bekerja sama dan hadir di acara ini,” katanya.

Ia mengaku bangga sekaligus terharu melihat jumlah pengunjung yang jauh melebihi perkiraan panitia. Awalnya, panitia hanya memperkirakan kehadiran sekitar 5.000 hingga 10.000 orang. Namun, kenyataannya lebih dari 80.000 warga memadati pusat kota untuk menyaksikan festival tersebut.

“Awalnya kami memperkirakan beberapa ribu orang saja yang hadir. Ternyata masyarakat yang datang membludak hingga puluhan ribu orang. Ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat mencintai kuliner tradisional dan bangga terhadap identitas daerahnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Agung menjelaskan bahwa panjang sajian kue ketan talam durian yang dipersiapkan mencapai sekitar 1,1 kilometer. Kepadatan pengunjung bahkan membuat tim MURI kesulitan mencapai titik akhir lokasi sajian untuk melakukan pengukuran secara menyeluruh.

Meski demikian, MURI tetap menetapkan sajian tersebut sebagai Kue Ketan Talam Durian Terpanjang di Dunia.

“Hari ini (kemarin, red) ada 1,1 kilometer kue talam yang sudah kita pajang di Jalan Sudirman. Karena saking ramainya, kawan-kawan Rekor MURI tidak bisa sampai ke ujung sehingga tidak bisa dinilai berapa panjangnya secara keseluruhan, tetapi dicatat sebagai yang terpanjang di dunia. Ini hadiah untuk Kota Pekanbaru,” ungkapnya.

Selain menghadirkan kue ketan talam durian sepanjang 1 kilometer lebih, panitia juga membagikan 3.000 buah durian secara gratis kepada masyarakat. Dengan demikian, warga dapat menikmati langsung cita rasa durian yang menjadi bahan utama kuliner khas tersebut.

“Saya atas nama Pemerintah Kota Pekanbaru mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Pekanbaru. In sya Allah terus bersama-sama mendukung program-program Pemerintah Kota Pekanbaru, Pemerintah Provinsi Riau maupun program Presiden Republik Indonesia,” katanya.

Di tengah tingginya antusiasme masyarakat, Agung juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai ketidaknyamanan yang mungkin terjadi selama kegiatan berlangsung, termasuk kemacetan dan keterbatasan jumlah sajian yang tersedia.

“Mohon maaf kepada masyarakat Pekanbaru yang terdampak kemacetan sejak pagi hari dan yang mungkin belum sempat mendapatkan kue ketan talam durian maupun durian yang dibagikan. Antusiasme masyarakat benar-benar di luar perkiraan kami,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama festival tersebut bukan hanya untuk memecahkan rekor dunia ataupun membagikan makanan kepada masyarakat.

“Tujuan terbesar kegiatan ini adalah memperkenalkan kue ketan talam durian sebagai ikon kuliner Pekanbaru. Kami ingin ketika orang mendengar nama Pekanbaru, mereka langsung teringat pada kue ketan talam durian, sebagaimana orang mengingat Palembang dengan pempek atau Jogja dengan bakpia,” ungkapnya.

Agung menambahkan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, sponsor, relawan hingga berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara.

“Rekor dunia ini bukan milik pemerintah, tetapi milik seluruh masyarakat Pekanbaru. Ini adalah hadiah Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-242 untuk masyarakat. Semoga kue ketan talam durian semakin dikenal, dicintai, dan menjadi kebanggaan bersama yang mampu mengangkat UMKM, pariwisata serta ekonomi kreatif Kota Pekanbaru hingga tingkat nasional dan dunia,” tegasnya.

Festival tersebut juga dirangkai dengan sejumlah kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat. Salah satunya program khitanan massal yang diikuti sebanyak 1.200 anak.

Melihat tingginya minat masyarakat, Agung langsung mengumumkan penambahan kuota peserta sebanyak 1.000 anak lagi.

“Saya ingin mengumumkan di dalam ada sunatan massal sebanyak 1.200 anak. Tapi ini tidak berhenti di situ. Setelah 1.200 anak selesai, saya buka lagi satu slot tambahan untuk 1.000 anak lagi. Silakan masyarakat mendaftar ke panitia,” katanya.

Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru memang dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Karena itu, Pemko Pekanbaru menghadirkan sejumlah program khusus selama masa perayaan. Mulai hari ini hingga 24 Juni 2026, masyarakat dapat menikmati fasilitas parkir gratis di pusat perbelanjaan dan lokasi jajanan yang bekerja sama dengan pemerintah.

Selain itu, hotel-hotel di Pekanbaru juga memberikan potongan harga sebesar 24 persen selama periode 19 hingga 26 Juni 2026.

“Bapak Ibu sudah bisa mulai besok (hari ini, red) selama tiga hari parkir di semua mal dan jajanan di Kota Pekanbaru gratis. Kemudian boleh menginap di hotel mana pun di Kota Pekanbaru dengan diskon 24 persen dari tanggal 19 sampai 26 Juni,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Agung juga mengungkapkan rencana Pemko Pekanbaru untuk terus mengangkat kuliner khas daerah melalui berbagai agenda berskala besar. Setelah sukses menghadirkan Kue Ketan Talam Durian Terpanjang di Dunia, Pemko berencana mengajukan rekor dunia berikutnya melalui sajian pisang goreng kipas terbesar di dunia pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia mendatang.

“Kue Talam Durian dari mana? Dari Pekanbaru. In sya Allah nanti pada 17 Agustus kita akan tampilkan pisang goreng kipas terbesar di dunia. Kenapa? Karena pisang goreng kipas juga terkenal di Kota Pekanbaru,” ujarnya.

Ia menilai kesuksesan festival tersebut menjadi bukti bahwa Pekanbaru memiliki potensi besar dalam sektor kuliner, pariwisata dan ekonomi kreatif yang dapat menarik kunjungan wisatawan dari berbagai daerah.

Agung juga kembali menegaskan komitmen Pemko Pekanbaru dalam menjalankan berbagai program prioritas yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, penanganan banjir hingga program sosial lainnya. Ia secara khusus menyoroti program Zero Anak Putus Sekolah dan Zero Stunting.

“Kalau ada anak putus sekolah silakan lapor ke posyandu, kantor lurah atau kantor camat. Saya jamin tidak ada anak Pekanbaru yang harus putus sekolah. Begitu juga dengan stunting. Tidak boleh ada anak Pekanbaru yang gizinya kurang. Ini menjadi amanah bagi kami,” tegasnya.

Ia berharap momentum Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru dapat menjadi penyemangat baru dalam mewujudkan kota yang semakin maju, sejahtera dan membanggakan.

Agung juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh sponsor, panitia, Forkopimda dan masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan festival tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh sponsor dan semua pihak yang ikut menata Kota Pekanbaru serta menyukseskan acara ini. Semoga seluruh masyarakat Kota Pekanbaru diberikan kesehatan, kesuksesan dan keberkahan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade memberikan apresiasi kepada Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Wakil Wali Kota Markarius Anwar, jajaran Pemko Pekanbaru dan Forkopimda yang dinilainya sukses menghadirkan perayaan Hari Jadi Kota Pekanbaru yang inovatif, meriah dan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat.

“Menurut saya perlu diapresiasi kerja keras pemerintah kota, Pak Wali Kota, Pak Wakil Wali Kota, seluruh perangkat Pemko dan juga dukungan Forkopimda. Acara hari ini sukses luar biasa. Pemerintah kota membuat terobosan melalui rekor MURI yang menghibur masyarakat dan tentu diharapkan mampu meningkatkan ekonomi UMKM,” kata Andre.

Menurut Andre, keberhasilan tersebut tidak hanya sebatas pencapaian rekor, tetapi juga menunjukkan kehadiran pemerintah dalam membangun optimisme dan kebersamaan masyarakat.

Ia juga menyoroti sejumlah inovasi yang ditampilkan Pemko Pekanbaru, mulai dari pelayanan kesehatan hingga program pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat melalui waste station.

“Saya melihat ada pelayanan kesehatan yang menunjukkan bagaimana pemko meningkatkan layanan kepada masyarakat. Kemudian terobosan waste station ini juga cara cerdas pemerintah kota menyelesaikan persoalan sampah dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Sekali lagi, apresiasi kami terhadap kerja keras luar biasa Pemerintah Kota Pekanbaru,” ujarnya. (ali)

Redaksi

Recent Posts

Tak Lolos SMAN/SMKN? Disdik Riau Siapkan 2.179 Kursi Gratis Lewat Jalur BOSDA Afirmasi

Disdik Riau mengumumkan 70.616 peserta lulus SPMB 2026. Bagi yang belum diterima, tersedia 2.179 kursi…

17 menit ago

Pemko Pekanbaru Kejar Target, Perbaikan Jalan Rusak Tahun Ini Ditargetkan Tembus Lebih dari 42 Km

Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 km pada 2026, disertai pembangunan drainase…

32 menit ago

Buron 3 Tahun, DPO Kasus 15 Kg Sabu di Bengkalis Akhirnya Ditangkap Polisi

Buron 3 tahun kasus 15 kg sabu di Bengkalis berinisial A (48) akhirnya ditangkap Polres…

4 jam ago

Idris Resmi Dilantik Jadi Anggota PAW DPRD Kampar, Gantikan Irwan Saputra

DPRD Kampar melantik Idris sebagai anggota PAW Fraksi PAN untuk sisa masa jabatan 2024–2029 dalam…

5 jam ago

Buron Dua Bulan, Pelaku Pembacokan di Kempas Ditangkap Saat Bersembunyi di Bali

Pelaku pengeroyokan dan pembacokan di Desa Sungai Gantang, Inhil, ditangkap di Bali setelah buron hampir…

6 jam ago

Jalan Sudirman Teluk Kuantan Ditutup, Persiapan MTQ Riau ke-44 Dipercepat

Jalan Jenderal Sudirman Teluk Kuantan mulai ditutup sementara oleh Dishub Kuansing jelang pelaksanaan MTQ Riau…

10 jam ago