Warga tetap beraktivitas di tengah banjir yang merendam permukiman di Perumahan Witayu, Rumbai, Ahad (21/1/2024). Meski banjir sudah mulai surut, permukaan air masih cukup tinggi. (EVAN GUNANZAR/RIAU POS.CO)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru diminta memanfaatkan peluang bantuan anggaran bencana alam dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan BNPB ini dikucurkan ke daerah yang berstatus darurat bencana. Salah satunya bencana banjir.
”Kita pemerintah daerah sangat mungkin mendapat bantuan dari BNPB terkait bencana alam, salah satunya banjir. Kami sudah mendapatkan pencerahan dari kepala BNPB,” ungkap Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kota (Sekko) Pekanbaru, Masykur Tarmizi, Ahad (21/1).
Masykur Tarmizi mengatakan, Pemko Pekanbaru turut hadir pada rapat koordinasi bersama BNPB, terkait penanganan darurat bencana banjir di Balai Serindit, Gedung Daerah Riau akhir pekan lalu. Kota Pekanbaru termasuk daerah yang terdampak banjir. Ada enam kecamatan di Kota Bertuah ini yang dilanda bencana banjir.
”Banjir terus berulang setiap tahunnya, tergantung dengan cuaca, saya kira ini perlu strategi yang tepat dalam penangannya,” tambahnya.
Bantuan yang ada di BNPB tentunya tidak akan dibiarkan berlalu begitu saja. Pemko Pekanbaru akan menindaklanjuti peluang bantuan tersebut. Bantuan tersebut diperuntukan bagi daerah yang berstatus darurat bencana.
Disebutkan dia, BNPB punya program bantuan untuk jangka pendek. Seperti memberikan saranan dan prasarana serta logistik lainnya. Serta memberikan dana hingga sebeaar Rp250 juta yang siap pakai kepada kabupaten/kota di daerah yang terdampak banjir.
”Untuk Pekanbaru perlu pompa penyedot air yang bisa dipindahkan. Kami sudah sampaikan hal itu saat kunjungan kepala BNPB kemarin di Rumbai,” terangnya.
Sementara dana rekonstruksi rehabilitasi dari BNPB yang ditawarkan tersebut, mendapatkan sambutan positif Pemko Pekanbaru. Selanjutnya, akan dipelajari terlebih dahulu daerah mana saja yang terdampak infrastrukturnya.
”Kami pelajari dulu wilayah terdampak pada infrastruktur salah satunya seperti disebabkan longsor. Memang kami diminta memanfaatkan dana rekonstruksi dan rehabilitasi dari BNPB,” imbuhnya.
Pemko Pekanbaru juga segera melakukan rapat koordinasi bersama dengan internal Pemko Pekanbaru, seperti melibatkan OPD pemko, forkopimda dan toko masyarakat. ”Kami berencana menggelar rapat koordinasi di internal Pemko Pekanbaru agar bisa satu persepsi dalam menyikapi persoalan penanganan banjir,” tutupnya.(yls)
Laporan JOKO SUSILO, PEKANBARU
Satpol PP-PKP Kabupaten Kuansing menjaring enam wanita penghibur (LC) dan menyita miras dalam razia pekat…
Kabupaten Kepulauan Meranti menghadapi tantangan besar pengelolaan sampah, di mana dari 85 ton timbulan sampah…
Sebanyak enam bakal calon penghulu yang sempat gagal pada tahap pertama mengikuti tes mengaji susulan…
Pengecoran jalan akses Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang selesai 100 persen dan kini memasuki…
Sebanyak tujuh unit gudang di Kawasan Pergudangan Avian Jalan Siak II Pekanbaru ludes terbakar pada…
Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara penyaluran program Makan Bergizi Gratis bagi 39 ribu penerima…