Categories: Kuantan Singingi

Mandi di Sungai Kuantan Saat Pacu Jalur, Pasangan Suami Istri Terseret Arus

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Di tengah ramainya pelaksanaan pacu jalur di Tepian Narosa Teluk Kuantan, musibah menimpa sepasang suami istri yang sedang mandi di Sungai Kuantan. Keduanya terseret arus deras di Desa Sawah, Kecamatan Kuantan Tengah, Kamis (20/8/2026) sore.

Pasangan suami istri tersebut sebelumnya ikut menyaksikan kemeriahan pacu jalur dari kejauhan. Mereka kemudian mandi di bagian hilir arena perlombaan tanpa menyangka arus sungai di lokasi tersebut cukup deras.

Saat sedang mandi, keduanya tiba-tiba terseret arus. Warga yang melihat kejadian tersebut langsung berusaha memberikan pertolongan kepada pasangan tersebut.

Upaya warga berhasil menyelamatkan sang istri. Namun, sang suami tidak berhasil ditolong setelah pegangan tangannya terlepas dan tubuhnya kembali terbawa arus hingga tenggelam.

“Warga mencoba menolong keduanya. Tapi hanya sang istri yang berhasil diselamatkan. Sedangkan sang suami yang sempat dipegang tangannya terlepas, hanyut dan lalu tenggelam,” ujar Kalaksa BPBD Kuansing, H Yulizar, Jumat (21/8/2026) pagi.

Yulizar mengatakan, kondisi arus Sungai Kuantan di lokasi kejadian memang cukup deras. Selain adanya pendangkalan akibat aktivitas PETI, terdapat pula sejumlah titik sungai yang cukup dalam yang diduga merupakan bekas sedotan PETI.

Sang suami diketahui bernama Adam Firmansyah, 17 tahun, asal Kecamatan Peranap dan berdomisili di Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah.

Menurut keterangan warga, Adam sempat berusaha berenang ketika terseret arus. Namun, pakaian yang dikenakannya berupa celana jeans dan baju membuat tubuhnya menjadi lebih berat sehingga menyulitkan upaya penyelamatan.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Mendapat informasi mengenai kejadian itu, personel BPBD Kabupaten Kuansing yang sedang berada di Tepian Narosa langsung bergerak menuju lokasi.

Pencarian kemudian dilakukan bersama personel Damkar, TNI, Polri, Basarnas Pekanbaru, perangkat desa dan masyarakat. Tim gabungan menggunakan satu perahu karet, satu mesin tempel 40 PK, satu life jacket dan satu ring boy.

Hingga Kamis malam sekitar pukul 23.00 WIB, korban belum berhasil ditemukan. Pencarian kemudian akan dilanjutkan kembali pada Jumat pagi.

“Pagi ini pencarian akan kita lanjutkan,” ujar Yulizar.

Redaksi

Recent Posts

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

1 menit ago

SBK Apparel Siapkan Doorprize untuk Goweser Riau Pos

SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…

30 menit ago

PSPS Pekanbaru Sapu Bersih Tiga Laga Uji Coba, Modal Hadapi Championship 2026-2027

PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…

52 menit ago

Baru Dua Pekan Ditimbun, Jalan Sontang-Duri Rusak Lagi hingga Bus Nyaris Terguling

Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan, bahkan bus Pinem nyaris terguling. Warga meminta pemerintah segera…

1 jam ago

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Dikebut, Ditargetkan Dibuka Akhir 2026

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Pekanbaru sudah mencapai 30 persen dan ditargetkan rampung serta dibuka pada…

1 jam ago

Briptu YW Ditahan Propam, Dugaan Persetubuhan dan Aborsi Masuk Ranah Pidana

Briptu YW menjalani proses hukum pidana dan kode etik terkait dugaan persetubuhan serta aborsi. Polres…

1 jam ago