Categories: Pekanbaru

Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Disdik Tetapkan Siswa PAUD hingga SMP Belajar dari Rumah

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Memburuknya kualitas udara di Kota Pekanbaru membuat Dinas Pendidikan (Disdik) mengambil langkah khusus untuk melindungi peserta didik dari paparan kabut asap. Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar bagi siswa PAUD/TK, SD, dan SMP dialihkan dari sekolah ke rumah secara daring.

Kebijakan tersebut berlaku pada Senin (24/8/2026). Keputusan itu diambil setelah hasil pemantauan menunjukkan kondisi udara Pekanbaru berada pada tingkat yang mengkhawatirkan akibat tingginya konsentrasi partikulat halus atau PM2.5.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Ahad (23/8/2026) menunjukkan konsentrasi PM2.5 sejak pukul 17.00 WIB hingga 21.00 WIB berada pada kategori Tidak Sehat hingga Sangat Tidak Sehat.

Angka PM2.5 yang terpantau saat itu berada di kisaran 170,2 µg/m³ hingga 235,7 µg/m³. Kondisi tersebut kemudian menjadi pertimbangan Disdik Pekanbaru menerbitkan Surat Edaran mengenai penyesuaian kegiatan pembelajaran akibat penurunan kualitas udara.

Kepala Disdik Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan, seluruh peserta didik PAUD/TK, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta, mengikuti pembelajaran dari rumah pada Senin. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan anak.

Abdul Jamal menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan berarti siswa diliburkan. Pembelajaran tetap berlangsung, hanya tempat pelaksanaannya dipindahkan dari sekolah ke rumah.

“Anak-anak tidak diliburkan. Proses belajar tetap berjalan, tetapi dilaksanakan secara daring dari rumah. Kebijakan ini kita ambil untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik dari paparan kabut asap,” ujar Abdul Jamal.

Selama pembelajaran daring, siswa tidak diperkenankan datang ke sekolah ataupun mengikuti kegiatan yang mengharuskan kehadiran secara langsung. Sekolah juga diminta membuat pola belajar yang efektif, sederhana, serta tidak memberikan beban berlebihan kepada peserta didik.

Disdik turut meminta orang tua memastikan anak tetap berada di dalam rumah selama kualitas udara belum membaik. Anak diharapkan tidak menggunakan waktu belajar dari rumah untuk bermain atau melakukan aktivitas di luar.

“Jangan sampai karena tidak datang ke sekolah, anak-anak justru bermain di luar rumah. Kami minta orang tua menjaga anak-anak tetap di rumah. Kalau memang ada keperluan mendesak untuk keluar, gunakan masker,” katanya.

Imbauan tersebut juga ditujukan kepada satuan pendidikan di bawah Kementerian Agama maupun kementerian dan lembaga lainnya di Pekanbaru agar menyesuaikan kegiatan pembelajaran berdasarkan perkembangan kualitas udara.

MBG Tetap Berjalan

Meski kegiatan belajar dialihkan ke rumah, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik tetap disalurkan. Hak siswa untuk menerima makanan tersebut tetap diberikan meskipun mereka tidak datang ke sekolah.

Untuk menghindari anak keluar rumah, pihak sekolah diminta menghubungi orang tua atau wali agar mengambil MBG ke sekolah. Pengambilan makanan tidak diperbolehkan dilakukan oleh peserta didik.

“MBG tetap diberikan kepada anak-anak. Pihak sekolah agar menghubungi orang tua atau wali untuk mengambilnya ke sekolah. Jadi anak-anak tetap berada di rumah dan MBG tetap bisa mereka konsumsi,” jelasnya.

Pembelajaran dari rumah saat ini baru diberlakukan untuk Senin (24/8/2026). Keputusan mengenai kegiatan belajar pada hari berikutnya akan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara serta informasi dari BMKG dan instansi terkait.

Disdik berharap kondisi udara segera membaik sehingga kegiatan pendidikan dapat kembali berlangsung normal di sekolah dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik.(ali)

Redaksi

Recent Posts

Pacu Jalur Hari Keempat Memanas, 13 Jalur Berhasil Tembus Final

Pacu jalur hari keempat di Tepian Narosa berlangsung sengit. Sebanyak 13 jalur berhasil melaju ke…

1 hari ago

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

3 hari ago

Mandi di Sungai Kuantan Saat Pacu Jalur, Pasangan Suami Istri Terseret Arus

Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…

3 hari ago

SBK Apparel Siapkan Doorprize untuk Goweser Riau Pos

SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…

3 hari ago

PSPS Pekanbaru Sapu Bersih Tiga Laga Uji Coba, Modal Hadapi Championship 2026-2027

PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…

3 hari ago

Baru Dua Pekan Ditimbun, Jalan Sontang-Duri Rusak Lagi hingga Bus Nyaris Terguling

Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan, bahkan bus Pinem nyaris terguling. Warga meminta pemerintah segera…

3 hari ago