Categories: Pekanbaru

DPRD Dinilai Gagal Kawal Persoalan Sampah

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau menilai gagalnya Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dalam mengatasi permasalahan sampah juga diikuti oleh kegagalan DPRD Kota Pekanbaru mengawasi masalah tersebut.

Direktur Eksekutif Walhi Riau Boy Even Sembiring mengatakan, kegagalan pengelolaan
sampah ini, juga terkait dengan DPRD. Dari catatan WALHI, DPRD harusnya lebih sigap menghadapi permasalahan penting seperti pengelolaan sampah. Karena menurutnya, ada peran kontrol, budgeting, dan pengawasan yang melekat di DPRD harusnya dimaksimalkan.

"Pengawasan itu tidak cukup dengan sekadar memanggil. Di samping memanggil bagian dari pemerintah kota dan pemerintah kota itu sendiri, tapi juga harus ada aksi, agar pemerintah kota berlaku lebih baik dalam memperbaiki skema pengelolaan sampah dan lain-lain," ungkap Even pada Kamis (19/5).

Dalam aksi-aksi tersebut menurut Even, harusnya DPRD Pekanbaru bisa gunakan hak-haknya sebagai wakil rakyat. Misalnya lewat sumbangan pokok-pokok pikiran untuk menyelesaikan permasalahan, seperti pengelolaan sampah itu.

Even menyebutkan, buruknya pengelolaan sampah tidak serta merta karena lemahnya perencanaan dan pengimplementasiannya. Tapi juga karena tidak maksimalnya fungsi pengawasan, penganggaran dan kontrol dari lembaga legislatif di Pekanbaru.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Nurul  Ikhsan menegaskan bahwa pihaknyua sudah memberikan rekomendasi agar Pemko Pekanbaru memberi penegasan kepada pihak ketiga soal pengakutan sampah.

"Tentunya melakukan evaluasi, khususnya kinerja pihak ketiga yang dipercayai dengan biaya APBD itu. Seharusnya putus kontrak, bukan malah dibiarkan tanpa tindakan, " ungkap Nurul, kemarin.

Begitu juga untuk DLHK, selalu leading sector kerja sama dengan pihak ketiga ini disampaikan politisi Gerindra ini, jika tidak mampu bekerja disarankan untuk mundur saja dan serahkan kepada sosok yang lebih cakap. "Kami sudah rekomendasikan untuk diganti Kepala DLHK ini sejak awal. Dan mestinya pemko yang menindaklanjuti. Karena memang DPRD hanya bisa merekomendasikan saja, selanjutnya tentu wali kota," tuturnya.

Makanya, seharusnya DLHK bisa memaksimalkan semua potensi agar menyelesaikan masalah sampah yang sangat meresahkan ini. "Ini tidak, dipanggil untuk hearing masalah sampah ini malah kabur. Padahal kita ingin sama-sama mencarikan solusi, " ungkapnya.

Untuk masyarakat tahu, ditegaskan Nurul, bahwasanya, DPRD tidak setuju pengelolaan sampah ini dipihakketigakan. Karena selain hanya membuang-buang anggaran, juga tidak ada jaminan Pekanbaru bersih dari sampah.

"Kami lebih setuju dengan swadaya masyarakat, atau di KSO kan saja bukan dengan APBD. Karena dengan dua metode ini jauh lebih untung dan tidak perlu hamburkan anggaran. Dijamin Pekanbaru bersih, " tuturnya lagi.

Ditegaskannya, pihaknya tetap berharap DLHK dapat mengambil sikap tegas saja terhadap pihak ketiga. "Kami tetap komit dengan fungsi kami," tutupnya.(end/gus)

 

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Bobol Toko HP di Pekanbaru, Terduga Pencuri 25 iPhone Ditangkap

Polsek Bukit Raya menangkap terduga pelaku pencurian 25 unit iPhone di Marpoyan Damai dengan kerugian…

2 hari ago

Empat Lagu Tradisional Rohul Resmi Kantongi Sertifikat Kekayaan Intelektual

Empat lagu daerah Rokan Hulu resmi mendapat sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal dari Kemenkum RI.

2 hari ago

Meski Langka, Harga Minyakita di Kepulauan Meranti Masih Dijual Sesuai HET

Harga Minyakita di Kepulauan Meranti masih sesuai HET meski stok terbatas dan belum memenuhi kebutuhan…

2 hari ago

Bahas Persiapan MTQ Riau, Bupati Kuansing Temui Sekdaprov

Bupati Kuansing bertemu Sekdaprov Riau membahas persiapan MTQ ke-44 tingkat Provinsi Riau yang digelar Juni…

2 hari ago

Kajati Riau Lantik Fredy Feronico Jadi Kajari Rohul

Kajati Riau melantik sejumlah pejabat struktural, termasuk Fredy Feronico Simanjuntak sebagai Kajari Rokan Hulu.

2 hari ago

Minyakita Mahal di Pekanbaru, Bapanas Minta Produsen Transparan soal Distribusi

Bapanas mempertanyakan distribusi Minyakita di Riau setelah menemukan harga minyak goreng tersebut tembus Rp20 ribu…

2 hari ago