Categories: Pekanbaru

Pasien Membeludak, Posko PKS Pindahkan Pasien ke Posko Pemerintah

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Posko pelayanan kesehatan dan pengungsian Dewan Pengurus Wilayah Pekanbaru (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus kedatangan pasien (19/09). Ini karena kondisi udara yang semakin buruk dan kabut asap tak kunjung hilang.

Posko yang terletak di Jalan Soekarno – Hatta, Pekanbaru ini telah menampung banyak warga yang mulai terkena penyakit dampak kondisi udara yang tidak sehat dan berbahaya.

Dari data terakhir yang di input, jumlah pasien yang berkunjung ke posko tersebut sebanyak 876 Kartu Keluarga (KK), dimana jumlah pasien yang berobat sebanyak 706 orang.  Untuk jumlah korban yang menginap berjumlah 204 pengungsi, 3 lansia, 15 ibu hamil, 91 orang dewasa, 70 anak-anak dan 25 balita.

"Untuk pasien yang parah langsung kami rujuk ke rumah sakit dan kemudian kami bantu pengurusan pembiayaan BPJS jika tidak ada" Kata Indra Sekretaris Humas PKS Riau.

Karena jumlah pasien yang membludak, membuat pihak posko DWP PKS memindahkan pasien yang datang ke posko yang dibuat oleh pemerintah.''Pasien yang paling jauh datang dari Duri, Siak Hulu, Rimbo Panjang, Rumbai dan Pekanbaru sekitarnya,'' kata Indra.

Banyak pasien yang datang sangat terbantu dengan adanya posko pelayanan kesehatan dan pengungsian ini.  Sebab posko tersebut menyediakan obat-obatan dan juga makanan yang cukup untuk mereka.

Dari penuturan Lidia, ibu dari pasien yang bayinya terkena diare dan telah di inapkan kurang lebih seminggu lamanya.''Awalnya anak yang sakit, tetapi setelah beberapa hari dan di periksa ternyata terkena ISPA dan kami ikut melakukan perawatan di posko ini,'' tutupnya.(ali)

Laporan : M Ali Nurman
Editor     : Eko Faizin

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Ketua DPRD Kuansing Diperiksa KPK Selama 12 Jam, Kuasa Hukum Beberkan Materi Pemeriksaan

Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…

1 hari ago

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Uraikan Dugaan Aliran Uang Rp2,4 Miliar

Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…

1 hari ago

Bupati Meranti Ingatkan Pilkades 2026 Jangan Sampai Picu Perpecahan

Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…

1 hari ago

Nelayan Korban Serangan Buaya di Rokan Hilir Meninggal Setelah Dirawat Intensif

Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…

1 hari ago

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

2 hari ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

2 hari ago