Kondisi kabel telekomunikasi atau fiber optik (FO) yang semrawut di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru, Selasa (16/6/2026). Kalangan DPRD Pekanbaru meminta Pemko Pekanbaru untuk segera menerapkan kebijakan menanam kabel FO di bawah tanah. EVAN GUNANZAR/RIAU POS
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Penataan jaringan kabel fiber optik (FO) di Kota Pekanbaru dinilai perlu diarahkan menuju sistem kabel bawah tanah. Selain mengatasi persoalan kabel yang semrawut di berbagai ruas jalan, langkah tersebut juga diyakini mampu meningkatkan estetika kota agar lebih tertata dan modern.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Azwendi Fajri menyusul dimulainya penertiban kabel fiber optik oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Azwendi, kabel-kabel yang saat ini masih bergantungan di udara sebaiknya secara bertahap dipindahkan ke bawah tanah melalui sistem ducting, terutama pada ruas jalan utama dan jalan protokol.
“Kabel-kabel yang sekarang bergantungan di udara tidak karuan itu, sebaiknya secara bertahap diturunkan ke bawah tanah melalui sistem ducting. Ini bukan hanya soal penataan saja, tapi harapan kita adalah estetika kota,” ujar Azwendi, Selasa (16/6).
Politisi Partai Demokrat tersebut mengakui proses pemindahan jaringan kabel bukan pekerjaan yang mudah karena jumlah kabel yang terpasang sangat banyak. Meski demikian, menurutnya langkah tersebut harus segera dimulai secara bertahap.
“Bisa mulai diprioritaskan di jalan-jalan protokol. Turunkan dulu ke bawah dengan pola ducting ini di jalan-jalan utama,” katanya.
Azwendi optimistis penataan kabel bawah tanah dapat direalisasikan secara perlahan di bawah kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Ia menilai keberhasilan menertibkan reklame di Jalan Jenderal Sudirman menjadi bukti bahwa penataan kota dapat dilakukan apabila dijalankan secara konsisten.
“Buktinya, Jalan Jenderal Sudirman bisa steril dari reklame, mengapa beberapa ruas jalan tidak bisa steril dari kabel?” ujarnya.
Meski mendukung penuh program penertiban yang sedang berjalan, Azwendi berharap Pemko Pekanbaru tetap konsisten melakukan penataan hingga menjangkau seluruh jalan protokol dan tidak hanya terfokus pada beberapa titik tertentu.
“Kita harap untuk awal ini adalah konsistensi, jangan wali kota yang semangat. Tapi harus didukung seluruh stakeholder. Kalau tidak serius, makin lama kita akan makin repot,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, penyedia layanan internet, serta pihak swasta agar proses penataan kabel dapat berjalan lebih cepat dan optimal.
“Kami mendukung penuh. Harapannya seluruh provider, pemerintah maupun swasta bisa berkolaborasi menciptakan keindahan kota dengan kabel-kabel yang diturunkan ke bawah,” jelasnya.
Selain itu, Azwendi mendorong Pemko Pekanbaru untuk menyiapkan infrastruktur pendukung guna memperlancar pelaksanaan program tersebut. Ia juga mengingatkan para pelaku usaha penyedia jaringan agar lebih memperhatikan aspek keindahan kota dan keselamatan masyarakat dalam setiap pemasangan kabel di masa mendatang. (end)
Pemkab Bengkalis membuka seleksi Komisaris PT BLJ. Empat peserta mengikuti serangkaian uji kelayakan dan kepatutan…
Abrasi yang melanda Kuala Enok selama tiga hari merusak 20 bangunan dan fasilitas umum. Kerugian…
Kesaksian UAS di sidang Abdul Wahid mengungkap perjalanan politik, dukungan Pilgub Riau, hingga konflik kepemimpinan…
Pameran Khat Melayu dan Re-Imaji Lancang Kuning di Galeri Hang Nadim hadirkan karya seni yang…
PLN UIP Sumbagteng menggelar Fun Walk dalam Wellbeing Day di Bukittinggi untuk memperkuat kesehatan, sinergi,…
Senat Universitas Riau menetapkan delapan bakal calon rektor periode 2026-2030. Tahap penyaringan dan penetapan tiga…