Categories: Pekanbaru

Saatnya Pekanbaru Tinggalkan Kabel Bergelantungan, DPRD Dorong Jaringan Bawah Tanah

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Penataan jaringan kabel fiber optik (FO) di Kota Pekanbaru dinilai perlu diarahkan menuju sistem kabel bawah tanah. Selain mengatasi persoalan kabel yang semrawut di berbagai ruas jalan, langkah tersebut juga diyakini mampu meningkatkan estetika kota agar lebih tertata dan modern.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Azwendi Fajri menyusul dimulainya penertiban kabel fiber optik oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Azwendi, kabel-kabel yang saat ini masih bergantungan di udara sebaiknya secara bertahap dipindahkan ke bawah tanah melalui sistem ducting, terutama pada ruas jalan utama dan jalan protokol.

“Kabel-kabel yang sekarang bergantungan di udara tidak karuan itu, sebaiknya secara bertahap diturunkan ke bawah tanah melalui sistem ducting. Ini bukan hanya soal penataan saja, tapi harapan kita adalah estetika kota,” ujar Azwendi, Selasa (16/6).

Politisi Partai Demokrat tersebut mengakui proses pemindahan jaringan kabel bukan pekerjaan yang mudah karena jumlah kabel yang terpasang sangat banyak. Meski demikian, menurutnya langkah tersebut harus segera dimulai secara bertahap.

“Bisa mulai diprioritaskan di jalan-jalan protokol. Turunkan dulu ke bawah dengan pola ducting ini di jalan-jalan utama,” katanya.

Azwendi optimistis penataan kabel bawah tanah dapat direalisasikan secara perlahan di bawah kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Ia menilai keberhasilan menertibkan reklame di Jalan Jenderal Sudirman menjadi bukti bahwa penataan kota dapat dilakukan apabila dijalankan secara konsisten.

“Buktinya, Jalan Jenderal Sudirman bisa steril dari reklame, mengapa beberapa ruas jalan tidak bisa steril dari kabel?” ujarnya.

Meski mendukung penuh program penertiban yang sedang berjalan, Azwendi berharap Pemko Pekanbaru tetap konsisten melakukan penataan hingga menjangkau seluruh jalan protokol dan tidak hanya terfokus pada beberapa titik tertentu.

“Kita harap untuk awal ini adalah konsistensi, jangan wali kota yang semangat. Tapi harus didukung seluruh stakeholder. Kalau tidak serius, makin lama kita akan makin repot,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, penyedia layanan internet, serta pihak swasta agar proses penataan kabel dapat berjalan lebih cepat dan optimal.

“Kami mendukung penuh. Harapannya seluruh provider, pemerintah maupun swasta bisa berkolaborasi menciptakan keindahan kota dengan kabel-kabel yang diturunkan ke bawah,” jelasnya.

Selain itu, Azwendi mendorong Pemko Pekanbaru untuk menyiapkan infrastruktur pendukung guna memperlancar pelaksanaan program tersebut. Ia juga mengingatkan para pelaku usaha penyedia jaringan agar lebih memperhatikan aspek keindahan kota dan keselamatan masyarakat dalam setiap pemasangan kabel di masa mendatang. (end)

Redaksi

Recent Posts

Miris! Tiga Anak di Siak Setiap Hari Mengemis, Orang Tua Diberi Ultimatum

Tiga anak di Siak tak lagi sekolah dan setiap hari mengemis di jalan. Dinsos turun…

10 jam ago

Fazya-Halda Dinobatkan sebagai Bujang Dara Meranti 2026, Siap Melangkah ke Tingkat Riau

Muhammad Fazya Kurniawan dan Halda Mirsyanda terpilih sebagai Bujang Dara Meranti 2026 dan akan mewakili…

11 jam ago

MUI Ingatkan Warga Jelang Agustusan: Soal Pakaian Karnaval hingga Hadiah Lomba

MUI mengingatkan masyarakat soal ketentuan agama dalam karnaval dan lomba Agustusan, termasuk busana serta penggunaan…

11 jam ago

Target 100 Pohon per Gudep, Wali Kota Pekanbaru Libatkan Pramuka dalam Green City

Wali Kota Pekanbaru mendorong Pramuka menjadi pelopor green city dengan target setiap gudep menanam dan…

11 jam ago

23,6 Kilometer Jalan Rusak di Pekanbaru Sudah Diperbaiki, Ini Ruas yang Masih Digarap

Perbaikan jalan di Pekanbaru terus dikebut. Dari target lebih dari 42 kilometer, sebanyak 23,6 kilometer…

11 jam ago

Karhutla di Inhu Meluas hingga 50 Hektare, Api Mulai Merangsek ke Hutan Primer

Karhutla di Sungai Guntung Hilir, Inhu, meluas hingga 50 hektare dan sulit dipadamkan karena asap…

15 jam ago