Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho didampingi Bunda PAUD Kota Pekanbaru Sulastri Agung, Ketua I TP PKK Pekanbaru Sari Rahmawati, dan bunda PAUD se-Pekanbaru foto bersama usai dilantik di Gedung Dang Merdu, Lantai 4 Menara Bank Riau Kepri Syariah Pekanbaru, Senin (15/9/2025).
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus berupaya menjadikan kota ini ramah anak dan berdaya saing. Salah satu langkahnya, Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM melantik sekaligus mengukuhkan Tim Kelompok Kerja (Pokja) dan Bunda PAUD tingkat kota, kecamatan, serta kelurahan se-Pekanbaru, Senin (15/9). Acara berlangsung di Gedung Dang Merdu, Menara Bank Riau Kepri Syariah, dan dirangkaikan dengan kegiatan peningkatan kapasitas PAUD.
Wako Agung menegaskan, pengukuhan ini bukan sekadar seremonial, melainkan amanah besar untuk memastikan semua anak di Pekanbaru mendapat pendidikan sejak dini. “Kita sudah menetapkan wajib belajar 13 tahun. Artinya tidak boleh ada lagi anak yang tidak melalui jenjang PAUD maupun TK,” tegasnya.
Menurut Agung, pendidikan anak usia dini kini terintegrasi dengan sektor lain, termasuk kesehatan. Pemko bahkan berencana mengembangkan PAUD di posyandu agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki akses belajar sekaligus layanan kesehatan.
Ia juga menekankan pentingnya pendataan dari bawah. Melalui kerja sama dengan kader posyandu, pemko berhasil menemukan 1.778 anak putus sekolah yang kini sudah kembali bersekolah. “Ada pula kasus sosial lain, mulai dari anak yatim piatu tanpa dokumen hingga anak yang terhambat layanan kesehatan karena tidak terdaftar di BPJS. Ini semua harus segera ditangani,” ujarnya.
Agung menyoroti pula persoalan gizi anak. Awalnya hanya terdata 226 anak stunting, namun setelah pengecekan ulang, jumlahnya mencapai lebih dari 2.000 anak. “Ini tanggung jawab bersama. Anak-anak harus mendapat asupan gizi cukup agar tumbuh sehat dan cerdas,” katanya.
Wako menekankan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ia mengajak masyarakat, kader posyandu, perangkat kelurahan, hingga organisasi sosial untuk bergotong royong mendukung pendidikan dan kesehatan anak.
Sementara itu, Bunda PAUD Kota Pekanbaru, Sulastri Agung, menyebut pengukuhan kali ini menjadi langkah penting memperkuat peran PAUD yang kini diatur secara holistik. “PAUD tidak hanya fokus pendidikan, tapi juga mencakup kesehatan, lingkungan, kebiasaan, dan gizi anak. Semua harus diperhatikan,” ujarnya.
Dengan kolaborasi ini, Pemko optimistis mampu melahirkan generasi Pekanbaru yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.(ali)
Justin Hubner dikabarkan terancam absen di Piala AFF 2026 karena Fortuna Sittard disebut tak memberi…
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melaju ke final China Open 2026 setelah mengalahkan Liang Wei Keng/Wang…
Bhabinkamtibmas Polsek Kuantan Mudik Bripka Asril ikut menjadi Timbo Ruang Jalur Endang Rumus dalam Pacu…
Pemko Pekanbaru telah mengaspal 19 ruas jalan sepanjang 23 kilometer hingga pertengahan 2026 dan terus…
Harimau sumatra muncul di Desa Danai, Inhil, dan dilaporkan memangsa sapi warga. Polisi meminta masyarakat…
Kapolda Riau memimpin penanaman kembali mangrove rusak seluas 118 hektare di Rohil sebagai tindak lanjut…