Categories: Pekanbaru

Jelang Berakhir Masa Jabatan, Edy Natar Nasution Mulai Pamitan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Masa jabatan Edy Natar Nasution sebagai Gubernur Riau akan berakhir pada 20 Februari mendatang. Edy Natar Nasution pun mulai berpamitan kepada masyarakat Riau lewat baliho yang dipasang di beberapa ruas jalan yang ada di kota Pekanbaru.

Di baliho tersebut, Gubri menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Riau. Selain pamit dan menyampaikan permohonan maaf, Gubri juga menitip pesan ke masyarakat Riau, khususnya umat Islam agar jangan meninggalkan salat berjemaah.

“Gubri Edy Natar Nasution Pamit, maaf atas kekurangan selama saya memimpin Riau. Jangan tinggalkan salat berjemaah”, demikian tulisan yang terpampang di baliho tersebut.

“Iya saya pesan kepada masyarakat program Gerakan Salat Subuh Berjemaah (GSSB) jangan sampai putus dan terus salat 5 waktu berjemaah di masjid. Percayalah dengan kita salat berjemaah, khususnya subuh berjemaah maka apapun urusan kita akan dimudahkan Allah SWT,” ungkap Gubri, Kamis (15/2).

Selama ini Edy Natar Nasution memang menggalakan salat berjemaah melalui Gerakan Salat Subuh Berjemaah (GSSB). Setidaknya sampai saat ini GSSB sudah 181 kali dilakukan masjid-masjid 12 kabupaten kota se-Riau. Tak hanya itu, Gubri juga sempat mengeluarkan surat imbauan salat berjemaah 5 waktu di masjid.

Surat imbauan tersebut tak hanya ditujukan kepada aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga harian lepas (THL) di lingkungan Pemprov Riau, namun juga ditujukan kepada TNI/Polri dan jajaran. Selain itu, surat imbauan Nomor 450/Kesra/14357 tersebut juga ditujukan kepada pimpinan instansi vertikal, BUMN, BUMD, pimpinan perusahaan-perusahaan swasta, lembaga/organisasi masyarakat.

Surat imbauan itu juga berlaku untuk kepala sekolah, madrasah, pondok pesantren, berbagai kalangan komunitas, profesi, serta umat Islam. Surat imbauan tersebut dibuat untuk meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan kepada Allah SWT dan juga mendukung Visi Pemerintah Provinsi Riau 2019-2024 yakni Terwujud Riau yang Berdaya Saing, Sejahtera, Bermartabat, dan Unggul di Indonesia (Riau Bersatu).

Untuk mendukung itu, ASN, intansi, lembaga/organisasi serta umat Islam di Riau diminta untuk menghentikan seluruh aktivitas saat azan berkumandang dan segera melaksanakan salat fardu berjemaah di masjid/musala terdekat (Gerakan Salat Berjemaah di awal waktu).(sol)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Tragedi Pagi di Pekanbaru, Rosdiana Tewas Bersimbah Darah Diduga Dibacok Mantan Suami

IRT di Pekanbaru tewas diduga dibacok mantan suami. Polisi mengamankan pelaku dan sebilah parang dari…

7 jam ago

Terjebak Perangkap, Monyet Liar yang Diduga Serang 18 Warga Masih Diperiksa

Monyet liar tertangkap setelah diduga menyerang 18 warga Tembilahan. BBKSDA masih memastikan apakah satwa itu…

13 jam ago

Kasus Korupsi Dana PI 10 Persen PHR Bergulir, Kejati Riau Tetapkan 9 Tersangka Baru

Kejati Riau menetapkan 9 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi dana PI 10 persen PHR…

14 jam ago

Teror Monyet Berakhir, Dokter Hewan Ungkap Dugaan Alasan Satwa Ini Menyerang Warga

Monyet penyerang 18 warga di Tembilahan akhirnya ditangkap. Dokter hewan mengungkap sejumlah dugaan penyebab satwa…

15 jam ago

Makam Remaja Korban Dugaan Perundungan Dibongkar, Polisi Cari Fakta Baru

Polda Riau membongkar makam remaja yang diduga menjadi korban perundungan. Hasil autopsi akan menjadi bukti…

1 hari ago

Mobil Ayah Sendiri Digondol Anak Kandung, Polisi Bergerak Cepat Tangkap Pelaku

Pria di Kampar ditangkap usai diduga mencuri mobil dan ponsel milik ayah kandungnya. Pelaku juga…

1 hari ago