Categories: Pekanbaru

Pemprov Tanggung 55 Persen Dana Kesehatan Masyarakat Miskin

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Peme­rintah Provinsi (Pemprov) Riau, tahun 2020 meningkatkan tanggungan biaya kesehatan untuk masyarakat miskin. Yang mana, pada  2019, biaya kesehatan untuk masyarakat miskin di Riau sebesar 50 persen, tahun ini ditingkatkan menjadi 55 persen.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSi saat menghadiri peresmian Puskesmas di Kota Dumai, Rabu (15/1). Dengan adanya tambahan tanggungan biaya tersebut, pihak kabupaten/kota di Riau bisa lebih diringankan yakni hanya tinggal menyediakan 45 persen dana kesehatan untuk masyarakat miskin.

"Pemprov Riau tahun ini sudah meningkatkan bantuan dana kesehatan untuk masyarakat miskin jadi 55 persen. Untuk itu, saat ini tinggal pemerintah kabupaten/kota yang bertugas menyediakan data masyarakat miskin yang berhak mendapatkan bantuan dana tersebut," katanya.

Dengan adanya bantuan dana tersebut,   pihaknya berharap tidak ada lagi masyarakat di Riau yang kesulitan dalam mengakses sarana kesehatan. Karena bagi yang tidak mampu, akan ditanggung biayanya oleh pemerintah.

"Bentuk keseriusan pemerintah dalam bidang kesehatan juga dibuktikan dengan mengalokasikan dana 10 persen dari total APBD tahun 2020. Hal jni juga sudah sesuai dengan mandatori," sebutnya.

Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan, total ada empat Puskesmas yang diresmikan yakni Puskesmas Bukit Kapur, Bukit Timah, Purnama dan Bumi Ayu. Pembangunan Puskesmas tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tahun 2018 dan 2019. Di mana, total dana yang digunakan berjumlah Rp17,7 miliar lebih.

"Setiap kabupaten/kota di Riau mendapatkan bantuan DAK untuk pembangunan Puskesmas. Puskesmasnya ini statusnya di bawah kabupaten/kota," katanya.

Untuk tahun 2020, lanjut Mimi, pemerintah pusat masih menyediakan alokasi DAK fisik untuk pembangunan Puskesmas. Namun, daerah yang membutuhkan Puskesmas harus terlebih dahulu membuat pengajuan ke Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Riau.

"Alokasi DAK fisik  2020 tetap ada, hanya tinggal kabupaten/kota saja yang tinggal mengajukan. Kami dari Dinas Kesehatan  Riau siap melakukan pendampingan," sebutnya.

Dijelaskan Mimi, pada puskesmas-puskesmas tersebut, sudah dilengkapi dengan fasilitas seperti poli lansia, poli gigi, poli umum, poli anak, rawat inap, persalinan 24 jam serta Unit Gawat Darurat (UGD).

"Masyarakat yang berobat di Puskesmas ini juga tidak akan dikenakan biaya. Untuk Puskesmas di Kabupaten Kampar, rencananya akan diresmikan langsung oleh Menteri Kesehatan pada Februari nanti," ujarnya.(sol)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Ketua DPRD Kuansing Diperiksa KPK Selama 12 Jam, Kuasa Hukum Beberkan Materi Pemeriksaan

Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…

1 hari ago

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Uraikan Dugaan Aliran Uang Rp2,4 Miliar

Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…

1 hari ago

Bupati Meranti Ingatkan Pilkades 2026 Jangan Sampai Picu Perpecahan

Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…

1 hari ago

Nelayan Korban Serangan Buaya di Rokan Hilir Meninggal Setelah Dirawat Intensif

Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…

1 hari ago

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

2 hari ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

2 hari ago