Categories: Pekanbaru

Ceceran Tanah Timbun Kembali Kotori Jalan Sudirman

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Setelah beberapa pekan tidak ada aktivitas penimbunan di lahan kosong di Jalan Jenderal Sudirman, kali ini proses penimbunan tanah di lokasi yang sama kembali dilakukan. Masalah yang sama pun kembali muncul. Jalan Jenderal Sudirman kembali dikotori oleh ceceran sisa tanah timbun.

Pantauan Riau Pos, Ahad (14/1), dampak penimbunan lokasi tanah kosong di samping Kantor Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru itu menyebabkan tanah kuning berserakan di badan jalan. Ini akibat truk pengangkut tanah timbun yang keluar dari lokasi membawa sisa material tanah timbun yang lengket di ban sehingga membuat ceceran tanah timbun dengan ukuran yang cukup besar di jalan.

Para pekerja proyek yang memang melakukan pembersihan terhadap badan jalan. Tetapi hanya fokus pada ceceran tanah timbun yang berserak di depan lokasi proyek saja. Sedangkan sisa tanah yang berceceran di ruas jalan setelahnya dibiarkan saja.

Salah seorang pengendara Rahmad mengaku  aktivitas penimbunan yang tidak selesai dilakukan oleh para pekerja menyebabkan ruas Jalan Jenderal Sudirman kotor. Apalagi ceceran tanah timbun di Jalan Jenderal Sudirman tersebut mencapai puluhan meter, bahkan ketika hujan mengguyur Kota Pekanbaru menyebabkan ceceran tanah timbun menjadi licin saat dilintasi pengendara.

Hal inilah yang dapat menyebabkan kecelakaan lalulintas serta membahayakan keselamatan pengendara dan masyarakat sekitar yang beraktivitas di sekitar lokasi.

”Ini maunya apa coba? Kami kira sudah selesai proses penimbunannya tapi malah bersambung, kamarin saja sudah banyak pengendara yang protes karena ceceran tanah timbun yang dibersihkan tidak secara menyeluruh, sekarang sudah timbul pula lagi.

Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang pejalan kaki Elisa. Dirinya mempertanyakan pengawasan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru terhadap banyaknya aktivitas penimbunan tanah kosong yang kerap dilakukan secara sembarangan.

”Mungkin pengawasannya lebih diperketat, biar tidak ada yang sembarangan dalam melakukan pengerjaan penimbunan, karena ini bukan hanya soal jalan yang licin tapi juga penyumbatan terhadap drainase yang sering membuat genangan air di jalan protokol,” tuturnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait keberadaan ceceran tanah di Jalan Jenderal Sudirman Kasatpol PP Kota Pekanbaru Zulfahmi Adrian mengaku pihaknya sudah sering melakukan peneguran terhadap para pekerja proyek yang melakukan penimbunan tanah di lahan kosong tersebut. Apalagi keberadaan ceceran tanah yang berserakan di jalan dapat membahayakan keselamatan pengendara.

”Tim kita sudah turun kelokasi melakukan melakukan peneguran dan meminta para pekerja untuk membersihkan ceceran tanah timbun yang berserakan di badan jalan,” ujarnya.(ayi)

Redaksi

Recent Posts

Pemko Pekanbaru Tegaskan Komitmen Berantas LGBT, Satpol PP Diminta Perketat Pengawasan

Pemko Pekanbaru menyiapkan pembinaan, penyuluhan, dan penindakan untuk mencegah LGBT dengan melibatkan Satpol PP, mubalig,…

2 menit ago

UPTJJ Wilayah VI Tuntaskan Sejumlah Ruas Jalan Rusak di Rohul

Pemprov Riau mempercepat perbaikan jalan provinsi di Rokan Hulu. Sejumlah ruas telah kembali fungsional, sementara…

11 menit ago

Junaidi Resmi Jadi Tersangka OTT di Siak, Polisi Dalami Dugaan Kasus Kapal Gratis

Polres Siak menetapkan Kadishub Junaidi sebagai tersangka OTT terkait program kapal gratis. Penyidik masih mendalami…

2 jam ago

Inhu Bergerak! Usai Roadshow ke 10 Kementerian, Kini Adopsi Pengelolaan Sampah Terbaik Nasional

Pemkab Inhu mengunjungi 10 kementerian dan belajar pengelolaan sampah di Jakarta Utara sebagai langkah membangun…

2 jam ago

Kane vs Haaland Jadi Sorotan, Striker Inggris: Kami Punya Gaya Bermain Berbeda

Harry Kane menolak dibandingkan dengan Erling Haaland jelang laga Inggris vs Norwegia dan optimistis The…

13 jam ago

Polsek Mandau Bongkar Peredaran Sabu, Pria 32 Tahun Ditangkap dengan 32 Paket Barang Bukti

Polsek Mandau menangkap pria berinisial MR dalam kasus dugaan peredaran sabu. Polisi menyita 32 paket…

19 jam ago