Categories: Pekanbaru

Klaim Para Imigran Sudah Dapat Fasilitas Pemerintah

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Unjuk rasa yang dilakukan para imigran yang tinggal di Kota Pekanbaru di depan Kantor Gubernur Riau, Selasa (12/10) disayangkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.

Pasalnya selama ini Pemko mengklaim para imigran telah mendapatkan fasilitas dan layanan terbaik dari pemerintah daerah. Sehingga apa yang diungkapkan oleh pendemo tidaklah benar.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pekanbaru Zulfahmi Adrian kepada Riau Pos, Rabu (13/10), Ia mengaku sangat me­nyayangkan aksi demo yang terjadi tersebut. Ia juga mengaku sudah memberikan penjelasan kepada para imigran, namun hingga kini mereka belum mendapatkan kepuasan.

Apalagi, yang para imigran tuntut dari pemerintah daerah adalah memindahkan mereka  ke negara ketiga.

Namun keputusan untuk memindahkan mereka tersebut bukanlah hak para pengungsi, melainkan hadiah atau bonus yang diberikan negara ketiga kepada pengungsi jika mereka menyetujui.

"Jadi pindah ke negara ketiga tidak bisa kita paksakan sendiri. Dan penjelasan ini sudah berulang kali kami sampaikan kepada mereka namun mereka tetap tidak terima,"ujarnya.

Lanjut Zulfahmi, para pengungsi ini juga sudah berulangkali diingatkan, bahwa saat ini Indonesia sedang pandemi Covid-19 agar tidak ada kerumunan dalam bentuk apa pun.

"Semua tidak boleh membuat kerumunan. Itu kan dilarang. Tapi mereka tidak mempedulikan ini. Artinya mereka tidak menghargai kedaulatan pemerintah kita, tidak menghargai sistem pemerintahan kita, perundang-undangan kita. Ini sudah salah besar mereka,"kata Zulfahmi.

Ditambahkannya, selama para Imigran berada di Kota Pekanbaru, tidak pernah ada yang mengganggu kehidupan mereka, malah sebaliknya mereka bisa hidup nyaman dan diberi pelayanan kesehatan oleh Pemko Pekanbaru.

"Persoalan jaminan hidup, pelayanan kesehatan, kemudian keselamatan, mereka tidak pernah diusik atau diganggu. Mereka mau ke pasar, mau ke mana, olahraga, tidak pernah ada orang Indonesia yang menggangu mereka. Artinya mereka hidup dengan aman dan nyaman di sini,"tegasnya.

Saat unjuk rasa beberapa hari lalu, para imigran ini menyatakan tersiksa di Indonesia, serta perlakuan di Indonesia buruk. Ia menganggap pernyataan itu salah kaprah.

"Itu yang ndak boleh mereka lakukan. Itu sudah menghina atau merendahkan martabat kita selaku negara yang berdaulat. Itu yang tidak boleh. Itu yang harus kita tegakkan,"tegasnya.(ayi)

 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

BRK Syariah Resmikan Rahn Gadai Emas di Bintan, Solusi Pembiayaan Kini Makin Mudah

BRK Syariah resmi meluncurkan layanan Rahn Gadai Emas di Bintan untuk memperluas akses pembiayaan syariah…

20 jam ago

Menjangkau Pelosok, PLN Gencarkan Literasi Digital Kelistrikan di Tapung Hilir

PLN UIP Sumbagteng menggelar sosialisasi PLN Mobile di Tapung Hilir untuk memperluas literasi digital kelistrikan…

23 jam ago

Harga Karet Kuansing Makin Nanjak, Pekan Ini Tembus Rp20.125 per Kg

Harga karet petani Kuansing kembali naik menjadi Rp20.125 per kilogram. Produksi meningkat seiring membaiknya harga…

1 hari ago

Sidak Kecamatan Marpoyan Damai, Wako Pekanbaru Minta Pelayanan Lebih Cepat

Wali Kota Pekanbaru sidak Kecamatan Marpoyan Damai dan menekankan pelayanan cepat serta kenyamanan warga.

2 hari ago

Distankan Pekanbaru Periksa 3.754 Hewan Kurban, Belum Temukan Kasus Penyakit

Distankan Pekanbaru telah memeriksa 3.754 hewan kurban dan memastikan belum ditemukan kasus penyakit.

2 hari ago

Tiga Wakil Rektor Umri Dilantik, Siap Perkuat Tata Kelola Berstandar Internasional

Umri melantik wakil rektor baru dan menargetkan penguatan tata kelola kampus menuju standar internasional.

2 hari ago