Tim Gabungan BBKSDA Riau bersama masyarakat Pasir Putih, Siak Hulu, Kampar, turun ke lokasi yang sempat disebut menjadi tempat kemunculan harimau. (Ft BBKSDA Riau)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Warga Pasir Putih, Desa Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, sempat dibuat resah oleh beredarnya foto yang dinarasikan sebagai kemunculan Harimau Sumatera di sekitar perkebunan kawasan Torganda. Informasi tersebut menyebar melalui sejumlah grup WhatsApp warga.
Foto yang beredar diperkirakan mulai ramai dibagikan pada 11 Agustus 2026. Narasi yang menyertainya menyebutkan harimau terlihat di kawasan perkebunan atau area milik Torganda.
Informasi itu semakin membuat warga khawatir karena lokasi yang disebut berada relatif dekat dengan perbatasan Kota Pekanbaru, yakni kurang dari 10 kilometer.
Merespons kabar tersebut, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa dan masyarakat melakukan penelusuran langsung ke lokasi yang dimaksud.
Hasil pemeriksaan lapangan justru menunjukkan fakta berbeda. BBKSDA Riau memastikan tidak ada tanda-tanda keberadaan Harimau Sumatera di kawasan Desa Baru yang selama ini kerap dikaitkan dengan wilayah Pasir Putih di Jalan Lintas Pekanbaru-Pangkalan Baru.
Kepala Bidang Teknis KSDA BBKSDA Riau, Ujang Holisidin, mengatakan tim tidak menemukan jejak harimau maupun tanda lain yang dapat menguatkan informasi tersebut.
“Tidak ditemukan jejak Harimau Sumatera di lokasi. Tidak ditemukan kotoran, sisa mangsa atau makanan, maupun tanda goresan kuku yang mengindikasikan keberadaan harimau,” kata Ujang, Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, foto tersebut awalnya beredar melalui pesan yang kemudian diteruskan dari satu grup WhatsApp ke grup lainnya hingga menjadi viral di tengah masyarakat.
Setelah dilakukan pemeriksaan lokasi, koordinasi dengan berbagai pihak terkait, serta analisis terhadap foto yang beredar, BBKSDA Riau menyatakan informasi mengenai kemunculan harimau tersebut tidak benar atau hoaks.
Meski demikian, Ujang mengingatkan masyarakat agar tidak lengah ketika beraktivitas di sekitar kawasan yang berpotensi menjadi habitat satwa liar.
Ia meminta warga tidak mengambil tindakan sendiri apabila menemukan jejak atau tanda keberadaan hewan liar. Temuan sebaiknya didokumentasikan dengan jelas, termasuk mengukur jejak jika kondisi memungkinkan dan aman.
Masyarakat juga diminta mencatat titik koordinat atau lokasi temuan dan segera melaporkannya kepada BBKSDA Riau.
“Mari kita bersama-sama menjadi masyarakat yang bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Jangan langsung percaya atau menyebarkan foto atau informasi yang belum terverifikasi. Bijak bermedia, tetap waspada, dan bersama menjaga kelestarian satwa liar,” tutup Ujang.
Sebanyak 52 jalur telah mendaftar Pacu Jalur Mini 2026 di Tepian Narosa Teluk Kuantan. Total…
Hotel Dafam Pekanbaru menghadirkan promo Merdeka Staycation Rp545.081 per malam. Tamu juga mendapat Es Merah…
DPRD Pekanbaru mengapresiasi perbaikan jalan yang dikebut Pemko, namun meminta kualitas dijaga setelah ditemukan sejumlah…
Pacu jalur Kuansing 2026 diprediksi menarik puluhan ribu pengunjung. Pemkab memastikan pasokan Pertalite dan solar…
Ketua Kwarcab Pekanbaru Sulastri meraih Lencana Darma Bakti dari Kwarnas. Penghargaan diberikan atas dedikasinya membina…
Rumah warga di Jalan Tanjung Harapan, Tembilahan, terbakar Kamis sore. Api berhasil dipadamkan sebelum merembet…