CEO KPJ Ampang Puteri Specialist Hospital Faizuddin Yusof (empat kiri) didampingi perwakilan BRK Syariah dari Divisi Dana dan Jasa bagian Funding Retail Muhammad Soha (tiga kiri), dan dokter spesialis General Surgeon dan Hepatobiliary Surgeon Ahmad Ramzi Yusoff (tengah) foto bersama para nasabah prioritas dan umum BRK Syariah di Ballroom Hotel Pangeran Pekanbaru, Sabtu (26/9/2026). (Prapti Dwi Lestari/Riau Pos)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Penyakit batu empedu berpotensi menimbulkan bahaya hingga berakibat fatal apabila memicu penyumbatan, infeksi, serta komplikasi serius pada organ pencernaan.
Guna meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai risiko tersebut, KPJ Healthcare Malaysia melalui Ampang Puteri Specialist Hospital bekerja sama dengan PT Bank Riau Kepri (BRK) Syariah menggelar health talk edukasi kesehatan di Ballroom Hotel Pangeran, Sabtu (25/9/2026).
Agenda tersebut menghadirkan langsung pakar dari Malaysia, dr Ahmad Ramzi Yusoff, yang merupakan General Surgeon and Hepatobiliary Surgeon.
Turut hadir dalam acara ini CEO KPJ Ampang Puteri Specialist Hospital Faizuddin Yusof, jajaran manajemen KPJ Healthcare Berhad, serta perwakilan BRK Syariah Divisi Dana dan Jasa bagian Funding Retail, Muhammad Soha, beserta para nasabah prioritas dan umum.
Dalam pemaparannya, dr Ahmad Ramzi Yusoff menjelaskan bahwa penyakit batu empedu dapat menyerang pria maupun wanita, dengan tingkat risiko yang meningkat seiring bertambahnya usia, meski kini kasus pada usia muda juga makin marak ditemukan.
Ia menyoroti banyaknya penderita yang kurang memahami indikasi awal batu empedu dan kerap menganggap gejalanya sekadar angin duduk atau rasa lelah akibat beraktivitas.
Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh (medical check-up/MCU) secara berkala sangat dianjurkan untuk mendeteksi penyakit lebih awal sebelum terjadi komplikasi.
Terkait skema pengobatan, dr Ahmad Ramzi menyebut tindakan medis disesuaikan dengan skala ukuran, jumlah batu, serta keluhan yang dirasakan pasien.
‘’Kalau masih kecil batunya dan cuma satu, itu tidak perlu dilakukan tindakan pembedahan. Masih bisa dengan minum obat. Tetapi kalau sudah besar di atas satu sentimeter dan lebih dari satu, kemungkinan tindakan yang harus dilakukan adalah operasi,’’ paparnya.(ayi)
BKPSDM Kabupaten Rokan Hilir menyerahkan SK Pelaksana Tugas (Plt) untuk mengisi kekosongan posisi pimpinan di…
Satu korban hilang akibat galodo Solok ditemukan meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026). Total korban jiwa…
Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Bengkalis menggagalkan penyelundupan 28,3 kg sabu jaringan internasional dan menangkap…
Ditreskrimsus Polda Riau menetapkan anggota DPRD Kampar berinisial F (Fahmil) sebagai tersangka kasus dugaan penguasaan…
Seorang pemuda asal Dairi berusia 21 tahun ditemukan meninggal tergantung di Ruko Apotek Rama Farma,…
DPRD Provinsi Riau mengusulkan pembentukan Satgas Solar terpadu untuk memberantas dugaan mafia, penyelewengan, dan antrean…