Categories: Pekanbaru

Sosok Pendiam yang Rajin Bekerja

Keluarga besar Riau Pos Group (RPG) berduka. Ini setelah Pemimpin Redaksi (Pemred) Riau Televisi (RTV) Peramasdino Syafri meninggal dunia di usia yang terbilang muda.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — DINO begitu dia biasa disapa menghembuskan napas terakhirnya Selasa (12/11) pu­kul 11.30 WIB di usia 47 tahun. Semasa hidupnya sehari-hari, almarhum dikenal sebagai so­sok yang pendiam yang rajin bekerja. Bahkan hingga waktu-waktu akhir dalam hidupnya. Rumah almarhum di Perumahan Karya Yepupa Indah, Kecamatan Tampan Selasa siang dipenuhi kerabat serta sanak saudara. Karangan bunga sebagai ucapan duka cita berjejer di sepanjang jalan menuju rumah duka.

Di ruang depan rumah, terbaring jasad almarhum yang terus didampingi sang istri Wirdaningsih dan anak semata wayangnya Anjeli Raudatul Fasly.

Silih berganti, para pelayat yang datang membacakan ayat-ayat suci Alquran. Tak terkecuali rekan kerja almarhum yang juga mantan Pemred RTV, Bambang. Di mata Bambang, sosok almarhum adalah orang yang sangat teliti dalam bekerja. Semua pekerjaan yang diberikan pimpinan selalu dapat diselesaikan dengan baik.

"Beban dan tanggung jawab yang diberikan selalu bisa diselesaikan almarhum dengan detail," katanya.

Meskipun selalu bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik, namun menurut Bambang, sosok almarhum adalah orang yang pendiam. Hal ini yang menurutnya juga banyak rekan kerjanya yang tidak percaya bahwa ia sedang sakit.

"Karena dia jarang bercerita," sebutnya.

Di mata Bambang dan rekan-rekannya, almarhum juga terkenal dengan sikap idealismenya. Dalam menjalani pekerjaan ia selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kode etik jurnalistik.

"Orangnya sangat idealis. Sikapnya itu juga banyak menjadi panutan bagi rekan-rekan di RTV. Selain jadi Pemred RTV, dia juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Riau," kenangnya.

Adik ipar almarhum Doni kepada Riau Pos mengatakan, almarhum menderita penyakit pengecilan hati sudah sejak tujuh bulan lalu. Meskipun sedang sakit, namun almarhum tetap bekerja dan tidak pernah mengeluhkan sakitnya.

"Kalau sakitnya sudah tujuh bulan lalu, tapi baru masuk rumah sakit Senin (11/11) sore," katanya.

Diceritakan Doni, pada Senin malam sewaktu masih di rumah sakit, dia dan almarhum masih sempat bercerita. Ceritanya malam itu tidak jauh-jauh dari seputar urusan pekerjaan di RTV.

"Malam sebelum meninggal, di rumah sakit Abang juga masih membahas pekerjaan. Ia memang sosok yang rajin bekerja dan jadi panutan kami," sebutnya.***

Laporan SOLEH SAPUTRA, Pekanbaru

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Daftar Calon Rektor Unri, Mexsasai Indra Usung Visi Kampus Berdaya Saing Global

Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…

11 jam ago

Penampilan Dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat Meriahkan HSBL

Penampilan tim dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat sukses memeriahkan suasana Riau Pos-HSBL dan…

18 jam ago

Sopir Truk Pembawa Ratusan Karung Bawang Ilegal Diciduk di Teluk Meranti

Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.

22 jam ago

Miris, 3.011 Anak di Bengkalis Putus Sekolah, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama

Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…

22 jam ago

Proyek Drainase Mangkrak, Jalan di Perumahan Lumba-Lumba Digenangi Air Kotor

Proyek drainase di Jalan Merpati, Binawidya, terhenti hampir tiga pekan dan menyebabkan air kotor menggenangi…

23 jam ago

Kabel Semrawut di Pekanbaru Bakal Ditanam Bawah Tanah, Penataan Dilakukan Bertahap

Pemko Pekanbaru mulai menata kabel telekomunikasi semrawut menuju sistem bawah tanah demi estetika dan kenyamanan…

23 jam ago