Categories: Pekanbaru

Fungsikan Layaknya JPO, Bukan Tempat Iklan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) –  Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Roni Pasla merespon terkait adanya pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) di lintasan Jalan Tuanku Tambusai. Dicurigai jembatan ini adalah bagian dari bando iklan/reklame yang berkedok JPO.

Ditegaskan Roni, jika pembangunan itu untuk JPO pihaknya tidak akan mempersoalkan, namun jika untuk bando iklan/reklame, Satpol PP diminta mengambil langkah tegas untuk menghentikannya. Karena memang lintasan Tuanku Tambusai tidak ada yang diizinkan lagi untuk bando iklan.

"Jika fungsinya sebagai JPO, tentu tidak ada masalah. Tapi kita tidak akan setuju ketika JPO jadi tempat iklan atau reklame lagi, ini menyalahgunakan fungsi jadinya. Dan jangan coba-coba kangkangi aturan lagi," tegas Roni.

Disebutkannya, sebelumnya tepatnya 6 November 2020 lalu, di lintasan yang sama, Satpol PP sudah memotong bando iklan karena menyalahi izin, dan merusak tanaman kota yang ada di median jalan. "Ini harus menjadi perhatian," katanya politisi PAN ini.

Melihat pembangunannya, dari informasi warga sudah dilakukan sejak awal pekan lalu, Roni meragukan fungsinya dapat dijalankan sebagai JPO. Karena ketika JPO itu dibangun oleh pihak ketiga atau swasta, mustahil tidak ada embel-embel dijadikan bisnis, sehingga fungsi JPO jadi hilang.

"Jika ada pihak swasta ingin membantu pemerintah dengan membangun JPO, kita apresiasi. Akan tetapi kalau dibangun untuk bando lagi dengan berkedok JPO, ini sudah mengangkangi aturan Pemko sendiri. Dan harus ditindak tegas, jangan saling lempar tanggung jawab," paparnya.

Karena menurut Roni lagi, sekelas JPO dibangunkan swasta ini memalukan Pemko. Dan Pemko masih sanggup untuk membangun JPO. "Islamic Center yang berkelas saja terbangun di Tenayan Raya sana, Perkantoran Tenayan juga selesai. Artinya untuk JPO belum perlu dibangun oleh swasta," ungkapnya.

Oleh karena itu, jika konsen untuk JPO saran Roni, mesti dilihat dampak-dampaknya, karena dari keluhan masyarakat berdekatan dengan jaringan listrik, tangga dibuat jangan curam. Tidak hanya itu,setelah dibangun juga harus ada jaminan itu dapat maksimal digunakan, dan tidak hanya sesaat," Pastikan keamanan dan kenyamanan, jangan asal bangun," harapnya.

Ditegaskan Roni lagi, untuk kejelasan bangunan apa yang sedang berlangsung di Jalan Tuanku Tambusai itu, dia meminta pihak Pemko dapat memberikan keterangan. "Sama-sama kita mengawasinya, dan ini juga menjadi tupoksi Satpol PP," tuturnya.(lim)

Laporan AGUSTIAR, Pekanbaru

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Sopir Truk Pembawa Ratusan Karung Bawang Ilegal Diciduk di Teluk Meranti

Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.

2 jam ago

Miris, 3.011 Anak di Bengkalis Putus Sekolah, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama

Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…

2 jam ago

Proyek Drainase Mangkrak, Jalan di Perumahan Lumba-Lumba Digenangi Air Kotor

Proyek drainase di Jalan Merpati, Binawidya, terhenti hampir tiga pekan dan menyebabkan air kotor menggenangi…

2 jam ago

Kabel Semrawut di Pekanbaru Bakal Ditanam Bawah Tanah, Penataan Dilakukan Bertahap

Pemko Pekanbaru mulai menata kabel telekomunikasi semrawut menuju sistem bawah tanah demi estetika dan kenyamanan…

3 jam ago

Sejak Januari, Damkar Pekanbaru Sudah Evakuasi 214 Ular dari Permukiman Warga

Damkar Pekanbaru mencatat 214 evakuasi ular sejak Januari 2026. Ular piton hingga kobra ditemukan masuk…

3 jam ago

Rohul Perkuat Promosi Wisata Lewat Branding Wonderful Indonesia Berbasis Medsos

Pemkab Rohul memperkuat promosi wisata melalui branding Wonderful Indonesia berbasis media sosial untuk mengenalkan destinasi…

3 jam ago