Categories: Pekanbaru

Tiap Kecamatan Perlu Pos dan Dua Armada Pemadam

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Pekanbaru mengakui saat ini pihaknya kekurangan armada dan juga pos pemadam kebakaran (damkar) di masing-masing Kecamatan di Kota Bertuah Pekanbaru.

Kepala DPKP Kota Pekanbaru Burhan Gurning mengatakan, saat ini pihaknya masih memerlukan armada dan pos untuk pemadam kebakaran di setiap kecamatan.

”Pasalnya, saat ini dari 15 kecamatan yang ada di Pekanbaru, belum semuanya memiliki pos pemadam dan armada. Dari 15 kecamatan saat ini, baru ada sembilan pos pemadam di Kota Pekanbaru,” ujar Burhan Gurning, Rabu (10/7).

Menurutnya, setiap kecamatan seharusnya memiliki satu pos pemadam kebakaran (damkar). ”Idealnya, di tiap kecamatan itu memiliki satu pos dengan dua unit mobil damkar. Sementara saat ini baru ada sembilan pos dari 15 kecamatan,” jelas Burhan Gurning, Rabu (10/7).

Ia menyebut, saat ini mobil damkar yang tersedia juga ada yang sudah berusia puluhan tahun. Tidak hanya kekurangan pos dan armada damkar, DPKP Pekanbaru juga masih kekurangan personel. Saat ini, jumlah personel damkar ada sebanyak 287 orang.

Lanjutnya lagi, seharusnya DPKP Kota Pekanbaru memerlukan sekitar 600 orang agar bisa bekerja lebih maksimal.

Ia berharap, Pemko Pekanbaru memerhatikan kekurangan-kekurangan tersebut. Mulai dari penambahan armada, kemudian pos damkar di setiap kecamatan serta personel.

Semua kecamatan itu harus memiliki pos damkar sesuai dengan standar pelayanan minimal yang harus diberikan oleh pemerintah kepada masyarakatnya.

”Untuk pos damkar mungkin kalau tidak ada halangan tahun depan kami bisa bangun dua pos damkar, dan sudah kami coba anggarkan. Mudah-mudahan tahun depan kami bisa bangun dua pos yakni di wilayah Kecamatan Tuah Madani dan Kecamatan Limapuluh,” katanya.

Dengan ada tambahan dua pos damkar, nantinya diharapkan standar pelayanan kepada masyarakat dapat diberikan.

Kemudian, untuk mobil damkar tersebut seharusnya masing-masing pos yang ada itu dua unit tetapi saat ini hanya satu unit.

”Kenapa pembangunan dua pos damkar itu saya prioritaskan di Kecamatan Tuah Madani dan Limapuluh, karena melihat jumlah penduduknya. Kita harapkan ke depannya berjalan dengan baik, sehingga bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” pungkasnya.(yls)

Laporan DOFI ISKANDAR, Kota

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Kasus Suap Jabatan Kuansing Naik ke Penuntutan, Dua Tersangka Segera Disidang

KPK menyerahkan Zulkarnain dan Ardiles ke jaksa dalam kasus suap jabatan Kuansing. Penyidikan masih dikembangkan…

2 hari ago

Dihadiri 5.133 Mahasiswa Baru, PBAK UIN Suska Riau Tekankan Kepemimpinan Muda

Sebanyak 5.133 mahasiswa baru UIN Suska Riau mengikuti PBAK 2026 dengan pembekalan kepemimpinan, karakter, integritas…

2 hari ago

Bakar Ranting Pakai Mancis, Warga Kampar Jadi Tersangka Karhutla 15 Hektare

Polsek Tambang menetapkan NU sebagai tersangka karhutla 15 hektare di Rimbo Panjang setelah penyidik menemukan…

2 hari ago

Pengendara Wajib Tahu! Akses Masuk Tol Pekanbaru-Dumai Resmi Berubah

Akses masuk Tol Pekanbaru-Dumai dialihkan ke Pintu Tol Bypass Pekanbaru mulai 28 Agustus 2026 karena…

2 hari ago

Bukan Sekadar Lomba, Pacu Sampan 17 Agustus di Sungai Apit Punya Cerita Sendiri

Pacu sampan Sungai Apit menjadi tradisi kemerdekaan yang menyatukan warga, menggerakkan UMKM, dan terus dijaga…

3 hari ago

Pemerintah Buka Peluang PPPK Guru Jadi ASN, Rohil Masih Tunggu Regulasi

Peluang PPPK guru menjadi ASN mendapat respons BKPSDM Rohil. Pemkab masih menunggu regulasi resmi sebelum…

3 hari ago