Categories: Pekanbaru

8.133 Calon Pelajar SMP Diterima

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Seluruh murid Sekolah Dasar (SD) dan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Pekanbaru, mulai Senin (pagi ini) akan kembali sekolah dalam tahun ajaran baru 2022/2023. Hal ini karena akhir pekan kemarin libur panjang sekolah dan libur Iduladha 1443 Hijriah berakhir.

 

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pekanbaru Ismardi Ilyas kepada Riau Pos, Ahad (10/7) melalui Sekretaris Dinas Muzailis. "Besok (hari ini, red) semua mulai sekolah," kata dia.

Sekolah hari pertama bukan hanya akan dijalani oleh siswa yang naik kelas. Tapi juga oleh siswa yang baru saja usai menjalani Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). "Yang PPDB juga (masuk, red). Karena daftar ulang sudah selesai," imbuh Muzailis.

Sebanyak 8.133 calon pelajar SMP negeri di Kota Pekanbaru dinyatakan memenuhi syarat pada pendaftaran PPDB yang diselenggarakan secara online.

Untuk tahun ini kuota atau daya tampung SMP negeri Pekanbaru jumlahnya 9.079 orang. "Untuk daya tampung di SMP negeri itu jumlahnya 9.079 orang. Yang mendaftar dan persyaratannya cukup sebanyak 9.619 orang. Kemudian dari jumlah tersebut yang diterima dan memenuhi sebanyak 8.133 calon pelajar," paparnya.

Dia mengatakan, untuk tahun ini PPDB SMP online dibuka melalui empat jalur. Yaitu zonasi, afirmasi, perpindahan orang tua, dan juga prestasi. Dari jumlah tersebut, yang over kuota adalah jalur zonasi. Namun untuk tiga jalur lainnya masih belum memenuhi kuota yang telah disediakan.

"Memang ada yang tidak terpenuhi. Karena kadang-kadang pendaftar tidak mencukupi. Ada beberapa jalur di sekolah tertentu, itu kadang tidak mencukupi pendaftarnya. Itu biasanya sekolah yang berada di pinggiran," sebutnya.

Untuk kuota yang masing kosong ini, lanjut Muzailis, pihaknya masih akan meminta izin ke wali kota, diusulkan dulu permohonan izin untuk mengisi kekosongan itu. Kalau memang mendapat izin, pihaknya akan segera mengisi kekosongan itu.

"Jadi kekurangan kuota yang di jalur lain, itu diisi dari yang zonasi. Karena kebanyakan memang dari jalur zonasi memang berlebih. Melebihi kuota. Namun di sekolah tertentu yang pendaftarnya kurang, itu tak bisa ditutupi dari jalur zonasi karena tidak banyak yang mendaftar zonasi. Ada sekolah tertentu seperti itu, seperti sekolah pinggiran. Jadi itu yang kita isi nanti dengan warga atau masyarakat yang belum terakomodir, itupun harus persetujuan kepala daerah," paparnya.(yls)

Laporan M ALI NURMAN, Kota

 

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tak Sekadar Touring, Capella Honda Hadirkan Premium Movie Ride untuk Bikers PCX

Capella Honda Riau menggelar Premium Movie Ride bersama komunitas PCX Pekanbaru dengan kegiatan rolling city,…

10 jam ago

Intip Dapur MBG di Tenayan Raya, Relawan Masak Sejak Subuh untuk Ribuan Porsi

Aktivitas dapur MBG di SPPG Bencahlesung Tenayan Raya sudah dimulai pukul 02.00 WIB. Puluhan relawan…

10 jam ago

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polres Siak-RAPP Garap 40 Hektare Jagung

Polres Siak bersama RAPP menanam jagung pipil di lahan 40 hektare di Kampung Lubuk Jering…

12 jam ago

Kunjungi Riau Pos, Aulia Hospital Bahas Peluang Kolaborasi Informasi Kesehatan

Manajemen Aulia Hospital melakukan kunjungan silaturahmi ke Riau Pos di Pekanbaru untuk mempererat kemitraan dan…

12 jam ago

Semarak Ramadan, Pemuda Pangkalan Batang Barat Siapkan Menara Lampu Colok Raksasa

Pemuda Pangkalan Batang Barat Bengkalis menyiapkan menara lampu colok dengan 10 ribu botol untuk memeriahkan…

2 hari ago

Tas Berisi Emas Rp48 Juta Dijambret, Dua Pelaku Diamankan Warga di Pangkalankuras

Dua penjambret tas berisi emas senilai Rp48 juta di Pangkalankuras, Pelalawan ditangkap warga setelah merampas…

2 hari ago