Categories: Pekanbaru

DAK Rp9,1 M Gagal Terserap, Wako Beri Sanksi Tegas

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pihak yang dinilai bertanggung jawab, hingga menyebabkan sekitar Rp9,1 miliar Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kota Pekanbaru gagal diserap diklaim sudah diberi teguran. Teguran disebut akan memberikan dampak pada pihak yang bertanggung jawab itu.

Pekanbaru jadi satu dari tiga kabupaten dan kota di Riau yang menyisakan DAK, karena tak terserap. Kondisi ini terjadi mulai akibat dari kelalaian hingga tender yang sepi peminat.

Batas pencairan DAK fisik tahap I tahun 2019 jatuh tempo pada 22 Juli lalu. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk tahun anggaran 2019 mendapatkan bagian DAK baik fisik maupun non fisik sebesar Rp267 miliar lebih. Hingga lima hari jelang jatuh tempo tersebut, Rp38,2 miliar lebih belum terealisasi. Jika dirincikan, untuk Kota Pekanbaru DAK non fisik berada di angka Rp178 miliar lebih. Sementara DAK fisik sebesar Rp89,2 miliar lebih. Setelah jatuh tempo lewat, sisanya Rp15,7 miliar lebih tidak ada daftar kontraknya.

Terhadap kegagalan ini, Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT dalam beberapa kesempatan menyampaikan, akan memberi sanksi pada bawahannya yang dianggap bertanggung jawab atas gagalnya DAK diserap. Pihak yang bertanggung jawab ini bisa berada di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Pekanbaru bisa pula ada di organisasi perangkat daerah (OPD) tempat DAK ditujukan.

Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru HM Noer MBS, Jumat (6/9) menyebut, sanksi itu sudah diberikan.’’Pak Wali sudah melakukan, sudah menegur kemarin yang tidak sesuai. Mempertanyakan alasannya, akan ada dampaknya (bagi yang bertanggung jawab. Red),’’ ucap dia. Dari Rp15 miliar dana yang tidak ada daftar kontraknya, hanya Rp9,1 miliar di antaranya yang masuk kategori betul-betul gagal terealisasi. ‘’Ada dua macam kelompoknya. Satu yang betul-betul terlambat atau tidak diambil. Dan satu lagi sisa dari anggaran yang sudah lelang. Dari Rp15 miliar itu,  Rp9,1 miliar yang betul-betul tidak terealisasi. Sisanya Rp5,9 miliar adalah sisa dari anggaran yang sudah dilelang,’’ jelas dia.(ksm)

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos

Laporan M ALI NURMAN

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Disdik Tetapkan Siswa PAUD hingga SMP Belajar dari Rumah

Kualitas udara Pekanbaru memburuk, siswa PAUD hingga SMP belajar daring dari rumah. MBG tetap disalurkan…

2 hari ago

Pacu Jalur Hari Keempat Memanas, 13 Jalur Berhasil Tembus Final

Pacu jalur hari keempat di Tepian Narosa berlangsung sengit. Sebanyak 13 jalur berhasil melaju ke…

3 hari ago

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

5 hari ago

Mandi di Sungai Kuantan Saat Pacu Jalur, Pasangan Suami Istri Terseret Arus

Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…

5 hari ago

SBK Apparel Siapkan Doorprize untuk Goweser Riau Pos

SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…

5 hari ago

PSPS Pekanbaru Sapu Bersih Tiga Laga Uji Coba, Modal Hadapi Championship 2026-2027

PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…

5 hari ago