Categories: Nasional

Saya Bayari Apa Bayar Dewe-Dewe, Bu?

Tak biasanya istri Presiden Joko Widodo, Iriana dan istri Wakil Presiden Jusuf Kala, Mufidah, berbelanja di Pasar Beringharjo, Kota Jogja bersama-sama. Keduanya memborong kerajinan batik yang dijual para pedagang di kawasan Malioboro.

RIAUPOS.CO — Sekitar pukul 08.45, Iriana Jokowi dan Mufidah Jusuf Kalla beserta rombongan keluar dari Gedung Agung. Sebelum memasuki bangunan Pasar Beringharjo, keduanya berbelanja terlebih dahulu di lapak pedagang kaki lima yang ada di Jalan Margomulyo.

Salah satu lapak yang dikunjungi milik Maryono (53). Di sana Iriana membeli kaos dengan motif wayang. Sementara Mufidah membeli dua buah kaos dengan motif andong.

Tampak Iriana mengelurkan amplop berwarna putih berisi sejumlah uang. Kepada Mufidah, dia pun sempat menawarkan membayari belajaannya. “Saya bayari apa yarwe bu? Tahu yarwe kan? Bayar dewe-dewe,” kata Iriana kepada Mufidah lantas tersenyum.

Mufidah pun tampaknya menolak untuk dibayari istri Jokowi. Dia pun mengeluarkan uang selembar ratusan ribu dari dompetnya untuk membayar barang belanjaannya.

Maryono mengungkapkan, Ibu Negara Iriana Jokowi membeli kaos bermotif wayang untuk cucu pertamanya, Jan Ethes. “Ngomongnya biar Jan Ethes mengenal wayang,” kata Maryono.  Sedangkan istri Jusuf Kalla memilih kaos bermotif batik.

Dikatakan, satu setel kaos itu dijual seharga Rp 35 ribu. Namun, kedua perempuan itu tampaknya memberi uang lebih. Iriana memberikan selembar uang Rp50 ribu, dan Mufidah memberikan Rp100 ribu kepadanya. “Tidak mau ambil kembaliannya,” ungkap Maryono.

Pria yang juga ketua Koperasi PKL Unit 37 ini mengaku cukup bangga apa yang dilakukan oleh istri para petinggi negara ini. Menurutnya, hal itu bisa menjadi contoh bagi masyarakat untuk membeli produk dalam negeri. “Dengan begini PKL yang ada di Malioboro bisa terangkat, karena barang yang kami jual dipercaya dan dibeli oleh ibu negara,” ujarnya.

Setelah berbelanja di lapak  PKL, keduanya memasuki Pasar Beringharjo. Di pasar tersebut, mereka mengunjungi sejumlah los dan kios untuk membeli barang dagangan. Mulai dari kemeja batik, gamis hingga tas.

Di lapak milik Tutik, Iriana membeli dua buah gamis berwarna cokelat dan biru. Dua gamis tersebut dijual dengan harga Rp 200 ribu. Gamis bermotif batik itu merupakan batik dari Pekalongan. “Tadi ibu sempat menawar, namun saya bilang itu harga pas,” kata pemilik Batik dan Konveksi Tutik Dendy.

Setelah berkeliling dan berbelanja, keduanya keluar Pasar Beringharjo melalui pintu barat sekitar pukul 09.38. Rombongan kemudian berjalan ke arah Malioboro untuk menaiki bus. Di pintu masuk bus Iriana melambaikan tangan kepada warga yang mengikuti. “Tadi beli kaos dan baju batik,” ujarnya singkat lalu menuju kursi bus.(bhn/laz/jpg)

Laporan JPG, Jogjakarta

 

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Belanda Vs Jepang: Duel Panas Grup F, Samurai Biru Hadapi Ujian Berat

Belanda menghadapi Jepang pada laga perdana Grup F Piala Dunia 2026. Samurai Biru kehilangan tiga…

13 jam ago

Jerman Vs Curacao: Der Panzer Bidik Awal Sempurna di Piala Dunia 2026

Jerman mengawali Piala Dunia 2026 menghadapi debutan Curacao. Die Mannschaft diunggulkan meraih kemenangan pada laga…

16 jam ago

Cegah Kecelakaan Maut, Hutama Karya Rutin Gelar Operasi Microsleep di Tol Permai

Hutama Karya dan kepolisian rutin menggelar operasi microsleep di Tol Pekanbaru-Dumai untuk mencegah kecelakaan akibat…

17 jam ago

Tiket Pesawat Domestik Bebas PPN, Harga Berpotensi Lebih Murah

Pembebasan PPN tiket pesawat domestik dinilai dapat menurunkan harga tiket, meningkatkan mobilitas masyarakat, dan mendorong…

17 jam ago

Pasang Listrik Baru Kini Lebih Mudah, PLN Teluk Kuantan Andalkan PLN Mobile

PLN ULP Teluk Kuantan mempermudah pengajuan pemasangan listrik baru melalui PLN Mobile. Layanan dapat diakses…

17 jam ago

HUT ke-242 Pekanbaru, Ribuan Anak Ikut Khitanan Massal Gratis

Peserta khitanan massal HUT ke-242 Kota Pekanbaru mencapai 1.207 anak, melampaui target 1.100 peserta yang…

17 jam ago