Categories: Pekanbaru

Semangat Wirausaha Tekan Angka Pengangguran

PEKANBARU(RIAUPOS.CO) — Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution menaruh harapan besar terhadap perguruan-perguruan tinggi di Riau, untuk dapat mencetak lulusan-lulusan yang memiliki jiwa wirausaha sehinggga mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja yang luas.

Edy menyebutkan angka pengangguran di Indonesia mencapai 7 juta orang, dan 8,8 persen di antarany adalah lulusan perguruan tinggi atau sarjana. Ia mengungkapkan keprihatinannya terkait hal tersebut. Dari persentasi tersebut menunjukkan sekitar 600 ribu lebih sarjana menganggur.

“Dari data Kemenristekdikti tercatat 8,8 persen dari 7 juta pengangguran itu adalah sarjana. Ini sangat mengkhawatirkan,” katanya, Selasa (6/8).

Edy Natar Nasution menyampaikan, perguruan tinggi sebagai pencetak sumber daya manusia (SDM) harus memberikan kontribusi besar terhadap kualitas lulusannya. Indonesia memiliki banyak potensi yang dapat dijadikan sumber ekonomi nasional, sehingga diperlukan SDM yang berkualitas untuk dapat mengelolanya.

“Perguruan tinggi dituntut untuk menghasilkan lulusan sarjana yang dapat berwirausaha berbasis inovasi. Sehingga mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja,”tutur Edy.

Selain itu, Edy juga mengatakan inovasi adalah kunci majunya sebuah negara. Dengan inovasi berbasis penelitian dan pengembangan akan memberikan dampak yang signifikan dalam mempercepat eknomi bangsa. “Inovasi menjadi kunci, ini terlihat dari pengalaman negara-negara maju,” jelasnya.

Edy berharap, ke depannya lulusan perguruan tinggi aalah sarjana-sarjana yang berkualitas, sehingga dapat membangun Riau menjadi lebih baik lagi.

“Untuk hal itu tidak bisa kita ucapkan saja, tapi harus disertai upaya,” tutupnya.

Tingginya angka pengangguran sekolah menengah atas (SMA) dan sarjana di Kota Pekanbaru sendiri mencapai 8,42 persen dari jumlah angkatan kerja. Hal ini diungkapkan Kabid Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Abdul Rahim beberapa waktu yang lalu. “Jumlah pengangguran lulusan SMA dan sarjana itu mencapai 8,42 persen dari angkatan kerja. Ini termasuk tinggi,” pungkas Abdul.(*2)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Ketua DPRD Kuansing Diperiksa KPK Selama 12 Jam, Kuasa Hukum Beberkan Materi Pemeriksaan

Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…

8 jam ago

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Uraikan Dugaan Aliran Uang Rp2,4 Miliar

Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…

8 jam ago

Bupati Meranti Ingatkan Pilkades 2026 Jangan Sampai Picu Perpecahan

Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…

8 jam ago

Nelayan Korban Serangan Buaya di Rokan Hilir Meninggal Setelah Dirawat Intensif

Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…

8 jam ago

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

1 hari ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

1 hari ago