Categories: Pekanbaru

Diskriminasi terhadap Anak Akan Berujung Kekerasan

PEKANBARU(RIAUPOS.CO) — Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Pekanbaru melangsungkan Kegiatan Pelayanan Aktif Puspaga. Sekolah menjadi sasarannya. Kegiatan berlangsung di SDN 94 Pekanbaru, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kacamatan Marpoyan Damai, Jumat (6/3).

Koordinator Puspaga Kota Pekanbaru Herlia Santi mengatakan, kegiatan tersebut menyosialisasikan psikoedukasi hak anak.

"Pemenuhan hak anak itu dikaitkan dengan pola pengasuhan di keluarga. Keluarga atau anak di sekolah itu ada orang dewasanya, yaitu guru maupun sekuriti yang bertanggung jawab terhadap anak," jelasnya.

Dalam hal ini, seluruh majelis guru dan seluruh murid kelas I hingga kelas VI kecuali kelas IV dengan hikmat mendengarkan sosialisasi. Di tanah lapang itulah tempatnya. "Sebagai langkah awal mengenalkan Puspaga. Lalu mengedukasi anak tentang arti penting siapa anak, dasar-dasar hak anak, diskriminasi, kecukupan sandang papan pangan anak dan hal yang berkaitan dengan anak," terangnya.

Santi, sapaan akrabnya pun menambahkan, ketika terjadi permasalahan terhadap anak di sekolah pasti dilatarbelakangi oleh keluarga. Selain itu, salah satu dasar dari pelanggaran prinsip hak anak akan terjadi diskriminasi.

"Di sini lebih mengunci kepada diskriminasi. Karena dampak dari tindakan diskriminasi baik itu antar teman sebaya atau dengan teman yang lebih kecil, lebih dewasa, pasti ujungnya akan berakhir dengan kekerasan. Di mana terjadi relasi kuasa. Artinya relasi kuasa terhadap yang lebih besar, lebih berani dan lebih pintar," urainya.

Dengan demikian, kekerasan bisa terjadi di rumah, di sekolah dan tempat lainnya. Sehingga kedatangannya ke sekolah untuk mengedukasi anak-anak, bilamana terjadi kekerasan dapat menceritakan ke keluarga, orang dewasa dan pihak sekolah.

"Pihak sekolah kami beri edukasi. Bahwa, orang tanggung jawab penuh di sekolah adalah orang dewasa yang berada di lingkungan sekolah," ujarnya.

Dikatakannya, kegiatan rutin bulanan akan terus berlanjut. Jika dulunya pihak wali murid di undang ke sekolah. Kini bergantian. Sekali lagi Santi sebut dalam upaya pemenuhan hak anak.

"Selain ke sekolah, ke komunitas juga. Tergetnya adalah pola pengasuhan yang berbasis hak anak di lingkup keluarga, sekolah dan lingkungan," ucapnya.(s)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Kabut Asap Karhutla Memburuk, 2.394 Warga Indragiri Hulu Terserang Penyakit ISPA

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu mencatat sebanyak 2.394 warga terserang ISPA akibat kabut asap karhutla…

1 jam ago

Tembus 1.687 Pelamar di Hari Pertama, Job Fair Perdana Rohul Dibanjiri Pencari Kerja

Sebanyak 1.687 pencari kerja memadati halaman Kantor Bupati Rokan Hulu pada hari pertama Job Fair…

1 jam ago

Tim Putra SMA Darma Yudha Pertahankan Gelar Juara Honda DBL 2026 Riau

Tim basket putra SMA Darma Yudha Pekanbaru sukses mempertahankan gelar juara Honda DBL with Kopi…

3 jam ago

Menginap di Kamar Deluxe Cuma Rp455 Ribu, Hotel Mutiara Merdeka Hadirkan Paket “Koper”

Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru menghadirkan promo bulanan bertajuk Paket "Koper" dengan tarif Rp455 ribu per…

2 hari ago

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Mahasiswa Pascasarjana UNRI Dampingi Guru MTsN 1 Kampar Kembangkan AI

Mahasiswa Magister Pendidikan Matematika FKIP UNRI mendampingi 45 guru MTsN 1 Kampar dalam memanfaatkan ChatGPT…

2 hari ago

Sekda Inhu Zulfahmi Adrian Koordinasi dengan BKN Atasi Polemik SK 247 Kepala Sekolah

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu belum menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan bagi 247 kepala sekolah yang…

2 hari ago