Categories: Pekanbaru

Anggaran Internet Melonjak 3 Kali Lipat

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Alokasi anggaran penga­daan jaringan internet di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, melonjak secara signifikan di tahun 2020 mendatang. Tak tanggung-tanggung, besaran kenaikan anggarannya mencapai tiga kali lipat dari tahun sebelumnya.

Pada tahun ini, Dinas Ko­munikasi Informasi dan Sta­tistik (Diskominfotik) Provinsi Riau menggelontorkan dana untuk memenuhi kebutuhan internet sebesar Rp1,2 miliar dan dinilai belum mencukupi. Hal ini, menjadi alasan untuk dilakukan penambahan anggaran.

Kepala Diskominfotik Pro­vinsi Riau, Yogi Getri mengatakan, jaringan internet setiap tahun dianggaran dan pembiayaannya dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Selain itu, sambung dia, jaringan internet tidak hanya digunakan Diskominfotik melainkan seluruh Organisasi Perangkat Derah (OPD) di Sekretariat Pemprov Riau.

"Jadi, internet itu tidak hanya kita yang memakai. Kita di sini (Diskominfo) membaginya ke semua OPD di Sekretariat," ungkap Yogi Getri kepada Riau Pos, Selasa (5/11) kemarin.

Terhadap anggaran Rp1,2 miliar itu, diakui Yogi, belum mencukupi memenuhi kebutuhan internet. Karena menurut dia, ada pegawai yang menggunakan internet tidak untuk kepentingan pekerjaan. Akan tetapi diperuntukan bagi kepentingan pribadi mencari hiburan dengan menonton di Youtube.

"Anggaran segitu belum mencukupi. Karena, ada pegawai yang buka Youtube atau buka lainnya. Apalagi pegawai kita mencapai puluhan ribu dengan tenaga honorer, jadi mana kan cukup," jelasnya.

Atas kondisi ini, lanjut Kepala Diskomifotik Provinsi Riau, pihaknya menambah anggaran jaringan internet tahun depan menjadi Rp4 miliar. Kemudian, juga menambah kecepatan internet guna menunjang kinerja aparatur sipil negara (ASN).

"Kecepatannya kita tambah sedikit, biar tidak lelet karena banyak yang makai. Tahun depan mungkin ada Rp4 miliar kami anggarkan," sebut Yogi.

Masih, kata Yogi, pihaknya bakal melakukan pengaturan manajemen  penggunaan internet atau bandwidth agar pemanfaatannya tepat sasaran. Selain itu mengantispasi pemborosan dalam penggunaan jaringan internet.

"Kita akan batasi penggunaan internet untuk kebutuhan pribadi, tapi penggunaan harus kebutuhan kantor. Jadi nanti kalau ASN dan THL buka Youtube atau nonton film ter-blok dengan sendirinya," ujar Yogi.(gem)

Laporan RIRI RADAM, Pekanbaru

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

19 Pesepeda Rumbai Gowes Club Siap Taklukkan Riau Pos Gowes Merdeka 2026

Rumbai Gowes Club membawa 19 peserta dalam Riau Pos Gowes Merdeka 2026 pada 30 Agustus.…

13 menit ago

IPDN Buka Seleksi Calon Praja 2026, Anak Meranti Diminta Siapkan Dokumen dari Sekarang

SPCP IPDN 2026 dibuka 18-30 Agustus. Putra-putri Meranti bisa mendaftar dengan memenuhi syarat usia, pendidikan,…

35 menit ago

10.987 Napi di Riau Dapat Remisi Kemerdekaan, 185 Langsung Bebas

Sebanyak 10.987 napi di Riau mendapat remisi Kemerdekaan. Dari jumlah itu, 185 napi menerima Remisi…

60 menit ago

DPR RI Minta Agrinas Selektif Pilih Mitra, Jangan Sampai Konflik Perkebunan Terulang

DPR RI meminta Agrinas selektif memilih mitra KSO agar konflik perkebunan tak berulang dan masyarakat…

1 jam ago

Tim Pengabdian Universitas Riau Gelar Pelatihan Digital, Pengikut Instagram Sanggar Teater Anak Pekanbaru Melonjak 262,9 Persen

Sanggar Keletah Budak Pekanbaru memperkuat promosi digital. Pengikut Instagram naik 262,9 persen dan konten ditonton…

2 jam ago

Tak Berizin dan Membahayakan, Kabel FO Semrawut di Pekanbaru Segera Ditertibkan

Pemko Pekanbaru segera menertibkan kabel fiber optik semrawut, terutama yang tak berizin dan menjuntai karena…

2 jam ago