Kapolsek Binawidya Kompol Ihut Manjalo Tua memperlihatkan para tersangka dan barang bukti kasus begal saat ekspose di Mapolsek Binawidya, Selasa (5/8/2025).
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kamis (17/7) sekitar pukul 00.30 WIB, Nabil Pratama (17) menjadi korban kebengisan komplotan begal. Waktu itu ia hendak pulang ke rumah usai berkumpul dengan teman-temannya.
Sesampai di Jalan Sultan Syarif Kasim, tepatnya di depan SDN 30, Kelurahan Rintis, Kecamatan Limapuluh.
Saat itu, ia didekati para pelaku, yang awalnya berpura-pura menanyakan alamat. Tak lama kemudian, pelaku langsung memukul korban hingga terjatuh dan membawa kabur sepeda motor korban.
Kapolsek Binawidya Kompol Ihut Manjalo Tua, Selasa (5/8) menjelaskan, akibat aksi kejam tersebut, korban mengalami kerugian hingga Rp21,4 juta. Tak terima, ibu korban, Susanti (36) melaporkan kejadian itu ke Polsek Binawidya. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim opsnal langsung melakukan penyelidikan intensif. Dalam waktu singkat, keberadaan para pelaku berhasil dilacak.
”Lima tersangka kami tangkap di lokasi berbeda pada pagi harinya (Jumat, 18/7). Mereka adalah NA alias Dika (30), RK alias Nanda (27), RA alias Rhafi (21), KDA alias Dadang (22), dan RG (35),” ujar Kapolsek Binawidya, Kompol Ihut.
Dua pelaku lainnya, Aji dan Fahrel, saat ini masih buron dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Dari hasil penangkapan tersangka, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan pelaku, termasuk sepeda motor Honda Beat milik korban, jaket hitam bergambar tengkorak, pisau lipat jenis carambit, serta pemantik berbentuk pistol.
”Para pelaku kami dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, yang ancamannya mencapai 12 tahun penjara. Saat ini tim kami masih terus memburu dua pelaku lainnya. Kami minta kerja sama masyarakat untuk melaporkan bila mengetahui keberadaan keduanya,” pungkasnya.***
Laporan DOFI ISKANDAR, Binawidya
Polsek Kuantan Mudik menertibkan dua warung remang-remang di Bukit Betabuh setelah menerima keluhan warga. Lima…
Polisi membongkar aktivitas PETI di Kampar Kiri Hulu dan mengamankan operator ekskavator. Sejumlah peralatan tambang…
Warga Rambah sempat kesulitan air bersih setelah kabel pompa distribusi di Desa Pawan dicuri. Aliran…
Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…
Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…
Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…