bkkbn-riau-perkuat-rumah-data-kependudukan
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sehubungan dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 52/2009 yang mengamanatkan pemerintah provinsi dan pemerintah daerah wajib mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan data dan informasi mengenai kependudukan dan keluarga sebagai bagian dari pengelolaan kependudukan dan pembangunan keluarga, maka BKKBN Riau menghadirkan Rumah Data Kependudukan (RDK) sebagai pusat data dan informasi kependudukan di level mikro.
Oleh karena itu BKKBN Riau mengadakan Kegiatan Penguatan Kapasitas dan Kapabilitas Pengelola Rumah Data Kependudukan Tingkat Provinsi Riau 2022 pada Jumat (3/6).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pengelola program tentang pengelolaan Rumah DataKu, tentang manajemen data Rumah DataKu, tentang penggunaan dan pemanfaatan aplikasi Rumah DataKu serta untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pengelola program tentang petunjuk pengisian K/0 Rumah DataKu di New SIGA.
Sebanyak 90 peserta menghadiri kegiatan yang diadakan di Ballroom Hotel Grand Central ini. Peserta yang datang berasal dari BKKBN Provinsi Riau, DP3AP2KB Provinsi Riau, Kasubbid Kab/Kota se-Provinsi Riau yang menangani RDK, PKB/PLKB yang membina RDK Lokus Pro PN 2022 serta ketua dan kader Pengelola Rumah Data Kependudukan Lokus Pro PN 2022.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau Dra Mardalena Wati Yulia MSi mengatakan, rumah data kependudukan penting untuk didirikan di kampung-kampung KB, karena tujuan pembentukan Rumah Data Kependudukan adalah untuk menyediakan data dan analisis kependudukan untuk Kampung KB dan lintas sektor dalam rangka meningkatkan sinergisitas pelaksanaan program Bangga Kencana dengan program pembangunan sektor lainnya di Kampung KB.
Dikatakan Mardalena, total rumah data kependudukan di Provinsi Riau berjumlah 184, di mana sebanyak 143 rumah data kependudukan sudah teregistrasi pada New SIGA BKKBN dan masih ada 41 Rumah Data Kependudukan yang belum teregistrasi di New SIGA BKKBN.
Mardalena juga menyampaikan harapannya terkait pelaksanaan kegiatan ini."Di Riau ada 310 Kampung KB namun hanya 184 Kampung KB memiliki Rumah Data Kependudukan. Harapannya setelah diadakannya kegiatan ini maka semua Kampung KB di Provinsi Riau bisa memiliki Rumah Data Kependudukan. karena Rumah Data Kependudukan ini merupakan salah satu keperluan pelaksanaan program BKKBB termasuk juga dalam rangka percepatan penurunan stunting" ujarnya.
Selain itu, kampung KB merupakan bentuk atau model miniatur pelaksanaan total Program Bangga Kencana secara utuh yang melibatkan seluruh bidang di lingkungan BKKBN dan bersinergi dengan kementerian/lembaga, mitra kerja, serta stakeholders instansi terkait.(eca)
Atlet difabel asal Rokan Hulu, Niken, sukses meraih empat medali di ASEAN Para Games 2025…
Pemkab Inhu lakukan tes urine terhadap 29 anggota Satpol PP sebagai langkah deteksi dini narkoba…
Enam pelaku pencurian dengan kekerasan di Jalan Lingkar Pasirpengaraian ditangkap polisi. Aksi mereka sempat meresahkan…
Oknum anggota DPRD Pelalawan jalani pemeriksaan usai ditetapkan tersangka kasus dugaan penggunaan ijazah milik orang…
Dua warga Alam Panjang, Kampar, diamankan usai kepergok mencuri 54 tandan sawit. Pelaku diserahkan warga…
DPUPR Meranti menyusun prioritas peningkatan dan rekonstruksi jalan 2026 pascapergeseran anggaran, sejumlah ruas terpaksa ditunda.