Categories: Pekanbaru

Anak Leopard Seharga Rp450 Juta Mati

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kendati berhasil diselamatkan dari aksi penyeludupan, nyawa seekor anak leopard tak bertahan lama. Satwa liar dilindungi asal Afrika akhirnya mati, setelah 1,5 bulan dirawat di Kebun Binatang Kasang Kulim. 

Hewan bernama latin panthera pardus ini merupakan barang bukti dari pengungkapan perdagangan satwa secara ilegal oleh Kepolisian Daerah (Polda) Riau di Kota Pekanbaru, Sabtu (14/12) lalu. Dalam penangkapan itu, turut diamankan empat ekor anak singa dan 58 ekor kura-kura indian star dari tangan Yat dan Is, yang masing-masing berperan kurir dan pengendali. 

Terhadap satwa ini, kemudian dititipkan di lembaga konservasi atau Kebun Binatang Kasang Kulim. Kasang Kulim merupakan kebun binatang yang pembinaannya di bawah naungan Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Akan tetapi, belum lama di sana seekor leopard itu telah dinyatakan mati. 

Kepala BBKSDA Riau, Suharyono dikonfirmasi membenarkannya. Namun, Suharyono belum bersedia menjelaskan penyebab kematian satwa liar dilindungi yang masuk dalam kategori appendix 1 itu.

"Kami dari BBKSDA Riau Senin pagi (hari ini , red) akan melapor resmi ke kapolda. Karena kejadian Jumat (31/1) petang. Nekropsi selesai Sabtu dini hari," ungkap Suharyono.

Ditambahkan dia, pihaknya berjanji akan menyampaikan tentang kematian loepard setelah berkoordinasi dengan Korps Bhyangkara Riau. Untuk itu, kata Suharyono, dirinya meminta kepada awak media agar bersabar.

"Mohon teman-teman bersabar untuk memberi waktu ke kami melakukan koordinasi ke Polda esok pagi. Setelah itu kami akan bagikan info lengkapnya," ujarnya.

Humas BBKSD Riau, Dian Indriarti menambahkan, seekor leopard jantan yang berusia sekitar lima bulan telah mati sejak beberapa hari yang lalu. Leopard itu, sebut dia, mati di Kebun Binatang Kasang Kulim. "Iya, (leopard mati) pada Jumat petang di Kasang Kulim," sebut Dian.

Ketika ditanya mengenai apa penyebab mati satwa seharga Rp450 juta, Dian mengaku belum bersedia menyebutkannya. Dia menyampaikan, pihaknya  terlebih dahulu berkoordinasi dengan polda mengingat leopard tersebut barang bukti yang dititipkan BBKSDA Riau. "Apa penyebabnya, saya belum bisa sampaikan. Kita koordinasi dulu dengan Polda Riau," kata Dian.

 Dirreskrimsus Polda Riau, Kombes Pol Andri Sudarmadi mengakui, pihaknya telah menerima informasi kematian leopard tersebut. Bahkan, dia sangat menyayangkan atas kematian satwa yang dititipkan ke BBKSDA Riau. "Iya, kita sudah dapat informasinya," kata Andri. 

Mengenai apa penyebab matinya leopard itu, Andri menyebutkan, belum mengetahuinya. Mengingat sejauh ini, BBKSD Riau belum memberikan keterangan secara resmi kepada pihaknya.(gem)

Laporan RIRI RADAM, Pekanbaru

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Resahkan Warga, Dua Warung Remang-remang di Kuantan Mudik Ditertibkan Polisi

Polsek Kuantan Mudik menertibkan dua warung remang-remang di Bukit Betabuh setelah menerima keluhan warga. Lima…

2 jam ago

PETI di Kampar Kiri Digerebek, Satu Operator Ekskavator Diamankan Polisi

Polisi membongkar aktivitas PETI di Kampar Kiri Hulu dan mengamankan operator ekskavator. Sejumlah peralatan tambang…

9 jam ago

Warga Rambah Sempat Krisis Air Bersih, Ternyata Kabel Pompa Dicuri

Warga Rambah sempat kesulitan air bersih setelah kabel pompa distribusi di Desa Pawan dicuri. Aliran…

9 jam ago

Dosen Unilak Bekali Siswa SMKN 1 Kandis Jurus Branding Digital dan Hitung Harga Jual

Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…

1 hari ago

Air Sungai Singingi Kembali Keruh, PETI Diduga Jadi Penyebab

Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…

1 hari ago

Tempuh 192 Km Selama 22 Jam, Goweser Paliko Siap Meriahkan Gowes Merdeka 2026

Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…

1 hari ago