Categories: Pekanbaru

Koperasi DMDI Launching Produk Serai Wangi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Potensi tanaman serai wangi di Indonesia mulai dilirik  petani. Karena nilai jual serai wangi yang sudah disuling menjadi minyak serai wangi cukup tinggi. Melihat itu, Koperasi Melayu Serumpun Abadi (Mesra) Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Provinsi Riau sudah mengembangkan usaha tersebut dan saat ini sudah menanam seluas 64 hektare dari target yang akan ditaman sebanyak 1.000 hektare di Riau.

"Melalui Koperasi Mesra DMDI Riau sudah melakukan kerjasama dengan sejumlah desa di Riau dan saat ini yang sudah berjalan lebih kurang 64 hektare. Dan rencananya pada saat pelantikan pengurus DMDI Riau pada awal Februari nanti kami akan me-launching produk dari serai wangi," ujar Ketua DMDI Riau Ir Ajis kepada Riau Pos, Kamis (2/1) di Pekanbaru.

Dikatakan Ajis, dari 64 hektare yang sudah produksi dan akan ditanam diantaranya di Kabupaten Bengkalis di Desa Tanjung Belit seluas  5 Ha, Desa Jangkang 6 Ha, Desa Sekodi 3 Ha, Desa Bantan Tengah 3 Ha. Di Kabupaten Siak, di Kecamatan Sabak Auh 3 Ha, persiapan menanam  4 Ha. Di Pasir Pengaraian 3 Ha dan persiapan tanam 5 Ha di Kabupaten Kampar 4 Ha dan persiapan tanam 24 Ha. Di Langgam, Pelalawan 2 Ha dan lahan persiapan menanam 2 Ha.

Ajis menjelaskan, potensi perkebunan serai wangi ini cukup besar, jiak dibandaingkan perkebunan lain, seperti kelapa sawit dan karet, karenaa untuk pengelolaannya cukup mudah dan murah.  Karena untuk 1 Ha kebun serai wangi  hanya dibutuhkan  10.000 batang, dengan kalkulasi 1 rumpun serai wangi dapat menghasilkan 2 kilogram dan untuk 1 Ha menghasilkan 20 ton daun serai wangi atau menghasilnya 200 Kg minyak serai wangi.

"Jadi kalau dihitung dengan harga pasaran minyak serai yang mencapai Rp150 ribu dikalikan 200 Kg, maka akan mendapatkan keuntungan mencapai Rp30 juta. Sedangkan proses taman dari 0 taman sampai 8 bulan sudah bisa dipanen.  Setelah 8 bulan dipanen pertama dan setelah 3 bukan dipanen kembali," terangnya.

Makanya kata Ajis, produk serai wangi ini, selain minyaknya dijual dengan harga tinggi, limbahnya juga bisa dimanfaatkan  untuk pembuatan sabun dan juga deterjen. Jadi yang akan di-launching nanti ada 5 jenis sabun multo,  sabun cuci piring, pembersih lantai dan karbol. Juga ada sabun mandi cair, sabun mandi beku. Sedangkan minyak serai wangi yang memiliki kualitas tingga akan dieskpor keluar negeri.

"Kita sudah melakukan kerjasama dengan perusahaan di Malaysia dan mereka sanggup menampung berapapun jumlah minyak serai wangi yang kita hasilkan nanti. Mudah-mudahan usaha kita ini lancar dan bisa membantu petani yang ada di Riau dan Koperasi Mesra DMDI Riau siap bekerjasama dengan kelompok tani maupun pihak desa," ujranya.(ksm)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Bobol Toko HP di Pekanbaru, Terduga Pencuri 25 iPhone Ditangkap

Polsek Bukit Raya menangkap terduga pelaku pencurian 25 unit iPhone di Marpoyan Damai dengan kerugian…

2 hari ago

Empat Lagu Tradisional Rohul Resmi Kantongi Sertifikat Kekayaan Intelektual

Empat lagu daerah Rokan Hulu resmi mendapat sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal dari Kemenkum RI.

2 hari ago

Meski Langka, Harga Minyakita di Kepulauan Meranti Masih Dijual Sesuai HET

Harga Minyakita di Kepulauan Meranti masih sesuai HET meski stok terbatas dan belum memenuhi kebutuhan…

2 hari ago

Bahas Persiapan MTQ Riau, Bupati Kuansing Temui Sekdaprov

Bupati Kuansing bertemu Sekdaprov Riau membahas persiapan MTQ ke-44 tingkat Provinsi Riau yang digelar Juni…

2 hari ago

Kajati Riau Lantik Fredy Feronico Jadi Kajari Rohul

Kajati Riau melantik sejumlah pejabat struktural, termasuk Fredy Feronico Simanjuntak sebagai Kajari Rokan Hulu.

2 hari ago

Minyakita Mahal di Pekanbaru, Bapanas Minta Produsen Transparan soal Distribusi

Bapanas mempertanyakan distribusi Minyakita di Riau setelah menemukan harga minyak goreng tersebut tembus Rp20 ribu…

2 hari ago