Categories: Nasional

Syamsurizal Minta Pemerintah Tegas ke CinaÂ

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kedaulatan dan keamanan penjagaan batas laut Indonesia kembali dipertanyakan. Setelah kapal nelayan berbendera Cina dipastikan Kemenlu melanggar kawasan zona ekonomi ekslusif (ZEE). Tepatnya di perairan Natuna, Kepulauan Riau. 

Tidak sampai di situ, kapal nelayan Cina yang di kawal kapal coast guard mengusir kapal nelayan Indonesia. Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi II DPR RI asal Riau, Syamsurizal meminta pemerintah Indonesia untuk lebih garang. Hingga benar-benar mengambil sikap dengan menindak tegas terhadap kapal nelayan milik Cina, yang telah melanggar zona dan melakukan pengusiran terhadap nelayan Indonesia. 

"Pemerintah perlu bersikap tegas terhadap kapal nelayan Cina, tidak hanya menunggu respon dari Kedutaan Cina di Jakarta, memang saat ini pemerintah sudah membuat laporan resmi ke kedutaan Cina, menempuh jalan diplomasi saja," ujarnya kepada Riau Pos, Kamis (2/1).(yus)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

3 hari ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

3 hari ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

4 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

4 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

4 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

4 hari ago