pengendara-keluhkan-progres-pengaspalan-jalan
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sejumlah pengendara roda dua dan empat di Jalan Melati, Kecamatan Sukajadi mengeluhkan dengan progres pengaspalan yang dilakukan oleh pekerjaan Proyek Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALDT).
Pasalnya pangaspalan yang dilakukan dalam proyek SPALDT dirasa asal-asalan dan membuat badan jalan yang terimbas dari proyek tersebut kini kembali rusak dan bergelombang.
Pantauan Riau Pos di Jalan Melati dan Jalan Teratai, Kecamatan Sukajadi, hampir seluruh badan jalan yang kini telah diaspal akibat pembangunan proyek ipal mengalami kerusakan, mulai dari berlubang, dan bergelombang.
Bahkan sebagai langkah antisipasi terjadinya kecelakaan, warga sekitar sengaja meletakan keranjang buah dari kayu di badan jalan yang berlobang agar pengedara yang melintas tak terperosok ke dalam lubang.
Angga salah seorang warga mengaku keranjang tersebut sengaja diletakan di tengah jalan sebagai antisipasi terjadinya kecelakaan lalu-lintas. Apalagi, lokasi tersebut berada di dekat kawasan rumah sakit sehingga kerap dilintasi keluarga pasien dan masyarakat.
"Banyak jalan yang berlobang karena pengaspalannya asal-asalan. Kami itu maunya jalan ini kembali bagus perpertu dulu, kalau sekarang malah lebih membahayakan pengendara dan masyarakat sekitar," ucapnya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Betari salah seorang pengendara roda dua mengaku kesulitan saat melintas di jalan tersebut. Pasalnya badan Jalan yang sempit dengan lalulintas yang kerap padat serta sering terjadi kemacetan. Kini diperparah lagi dengan banyaknya badan jalan yang dalam kondisi rusak serta bergelombang.
Belum lagi paving blok yang ditempatkan di badan jalan karena proses pembangunan proyek SPALDT juga membuat sulit pengendara yang melintas. "Itu paving blok nya juga sembarangan dibua, tidak rata. Jadi mobil atau motor yang melintas sering terpelesat ke jalan itu," katanya.
Dirinya meminta kepada Pemerintah Kota Pekanbaru agar lebih memperhatikan proses pembangunan proyek SPALDT dan juga proses perbaikan badan jalan yang telah dikeruk, serta melakukan pengaspalan dengan baik. Sehingga pengendara dan masyarakat yang melintas dapat lebih merasa aman dan nyaman saat melintas.(lim)
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…
Toyota Land Cruiser 300 GR-S yang diduga terkait kasus suap Bupati Kuansing tiba di Rupbasan…
Kasus dugaan pimpinan ponpes menjalin hubungan dengan santri hingga memiliki anak menghebohkan Kuansing. Polisi menyebut…
Diduga akibat microsleep, Bus Pelangi menabrak truk tronton di Tol Pekanbaru-Dumai. Dua penumpang tewas, 16…
Tiga orang meninggal dunia, satu hilang, dan tiga selamat setelah KM Gading 2 tenggelam di…