Categories: Pekanbaru

Petani Keluhkan Harga Pakan Mahal

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau saat ini terus mendorong peningkatan produksi budi daya ikan air tawar di kabupaten/kota di Riau. Di mana saat ini produksi ikan air tawar di Riau sudah  mencapai 65.167,80 ton per tahun, namun belakangan muncul kendala yakni harga pakan yang mengalami kenaikan. 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau Yurnalis mengatakan, untuk kebutuhan pakan saat ini petani budi daya ikan tawar masih tergantung dari suplai dari daerah lain. Karena harga pakan pabrikan masih tinggi.

“Petani budidaya ikan tawar saat ini mengeluhkan mahalnya harga pakan. Di pasaran harga pakan pabrikan lebih kurang masih Rp12 ribu perkilogram,” kata Yurnalis.

Menurutnya, tentu kondisi ini sangat memberatkan petani dan mengganggu produksi ikan tawar di Riau. Sebab biaya produksi ikan tawar meningkat, namun harga jual ikan tetap. “Kalau untuk pakan mandiri yang diproduksi petani memang harganya jauh lebih murah yakni Rp5 ribu perkilogram, namun belum mendapatkan hasil uji kelayakan,” sebutnya.

Karena itu, pihaknya sedang menjalin kerja sama dengan Universitas Riau untuk meneliti kandungan gizi dan nutrisi pakan mandiri tersebut. “Hal ini untuk mengetahui apakah pakan mandiri itu bisa diproduksi masal atau tidak. Termasuk kandungan dari pakan itu, apakah bisa meningkatkan pertumbuhan ikan atau tidak,” ucapnya.

Untuk mengatasi keluhan tersebut, tambah Yurnalis, saat ini pihaknya sedang berupaya mendatangkan pakan dari daerah lain yakni dari Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan.

“Pakan dari OKU ini lebih murah dibandingkan pakan pabrikan. Tapi ini kan untuk solusi jangka pendek, karena mereka juga memproduksi pakan mandiri. Kita belum tau juga seperti apa kualitas dan kandung gizinya bagi pertumbuhan ikan tawar,” katanya.(sol)

Redaksi

Recent Posts

Ketua DPRD Kuansing Diperiksa KPK Selama 12 Jam, Kuasa Hukum Beberkan Materi Pemeriksaan

Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…

12 jam ago

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Uraikan Dugaan Aliran Uang Rp2,4 Miliar

Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…

12 jam ago

Bupati Meranti Ingatkan Pilkades 2026 Jangan Sampai Picu Perpecahan

Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…

13 jam ago

Nelayan Korban Serangan Buaya di Rokan Hilir Meninggal Setelah Dirawat Intensif

Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…

13 jam ago

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

1 hari ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

2 hari ago